Titik Supartina Mantan PNS yang Sukses Menjadi Pengusaha Batik

4 menit
jualan batik
Titik Supartina Mantan PNS yang Sukses Menjadi Pengusaha Batik, (Aulia Akbar/MoneySmart.id).

Gak sedikit orang yang akhirnya memutuskan buat berhenti kerja lantaran melihat peluang sangat menjanjikan di dunia bisnis. Termasuk Titik Supartina yang akhirnya memutuskan untuk berhenti bekerja dan sukses jualan batik lho!

Perempuan ini dulunya seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pendidikan Kabupaten Grobokan. Namun sekarang dirinya udah memutuskan buat pensiun dini dan sukses menjadi salah satu pengusaha batik di Klaten, Jawa Tengah.

Perempuan asli Imogiri ini sejatinya merupakan cucu dari seniman batik di tanah kelahirannya. Bakat jiwa bisnisnya kini sukses lantaran batik-batiknya diminati oleh banyak para wisatawan asing.

Desainer Ivan Gunawan aja sudah pernah mengunjungi rumah Titik yang menjadi showroom batik lho. Ingin tahu kisah Titik Supartina jualan batik? Yuk, simak di bawah sini.

Baca juga: Dulu Gelandangan Kini Pengusaha Kaya Raya Beristri Cantik, Simak Kisahnya!

1. Selalu bolos kerja hari Jum’at

Jualan batik
Titik memutuskan pensiun dini dan akhirnya terjun ke dunia bisnis, (Aulia Akbar/MoneySmart.id).

Awal mula Titik terjun ke bisnis jualan batik disebabkan karena dirinya cukup sering bolos kerja di hari Jum’at. Wajar saja, Titik memang hobi ngebatik, dan dirinya gak memiliki banyak waktu luang di hari kerja demi membuat karya seni yang artistik itu.

“Saya sudah usaha ini selama 5 tahunan. Saya fokus baru 4 tahun karena dulu saya PNS. Karena sering bolos jumat, maka saya pensiun dini dan membatik,” ujar Titik saat dikunjungi MoneySmart dalam acara Amartha Villagetour. 

Titik mengaku, lama kelamaan dirinya merasa telah menjadi karyawan yang kurang disiplin. Oleh karena itu, ia memutuskan buat pensiun dini aja dan terjun total ke dunia bisnis ini. 

Baca juga: Menyentuh Rp 570 Miliar, 5 Artis Indonesia Ini Berharta Banyak dan Kaya Raya

2. Dari toko kecil ke ‘parkir’ di pameran setaraf Inacraft

jualan batik
Berawal dari toko kecil, Titik Supartina melenggang ke Inacraft, (Aulia Akbar/MoneySmart.id).

Batik hasil karya Titik dijual di Toko Nusa Indah dan Mirota di Yogyakarta. Di situlah akhirnya Titik sadar, kok bisa batik-batik hasil karyanya dijual dan laris di harga yang cukup tinggi.

Alhasil ia pun melakukan pengembangan usaha yang cukup signifikan dengan meminjam modal usaha ke situs P2P lending.

Titik akhirnya bertemu dengan salah satu Business Partner Amartha, sebuah situs P2P lending yang menyalurkan pinjaman ke perempuan pengusaha mikro di wilayah perkampungan luar Jakarta. Lewat pinjaman modal Rp 2 juta, akhirnya mantan PNS ini melebarkan sayap usahanya menjadi lebih besar dari sebelumnya.

Ia pun akhirnya mampu membeli cap dan kain baru yang nantinya disulap menjadi kain batik. Cerdas banget deh strateginya buat seorang mantan PNS! 

Sekarang ini ia gak cuma membuka toko kecil aja yang jadi tempat sasaran Titik buat berjualan batik karyanya. Ia juga menjualnya langsung ke pameran-pameran berskala internasional sebut saja seperti Inacraft.

Akan tetapi, Titik memang belum siap buat membuka booth sendiri karena biaya sewanya cukup mahal. Ia pun terpaksa buat ikut dengan rekanannya yang membuka booth di event tahunan ini. 

Ketika ditanya soal ekspor, ia juga mengatakan belum siap. Namun tanpa di ekspor pun batik-batik ini sudah laris ke wisatawan setempat lho.

Baca juga: 6 Peluang Usaha yang Bakal Laris Manis di Ibu Kota Baru Kalimantan Timur

3. Mengkaryakan ibu-ibu setempat

jualan batik
Ia pun mengkaryakan ibu-ibu setempat buat membatik, (Aulia Akbar/MoneySmart.id).

Dalam menyukseskan usaha jualan batik ini, Titik gak sendirian. Dia dibantu oleh banyak ibu-ibu yang tinggal di dekat rumahnya.

“Saya mengajak ibu-ibu di sini. Di sini ada 11 RW, dulu saya ambil 5 orang, sekarang aktif 20 orang. Mereka memang tertarik karena ingin membantu perekonomian keluarga,” lanjutnya. 

Mengapa Titik menarik para ibu-ibu setempat? Karena mereka memang punya semangat tinggi buat membantu suaminya mencari nafkah.

“Ibu-ibu lebih telaten dalam urusan membatik dan bisa membantu suami dalam mencari nafkah. Ibu-ibu juga kerja pakai hati,” lanjutnya.

4. Bisnis batik mesti dikerjakan dengan hati yang gembira 

jualan batik
Saat memulai bisnis batik dan membuat kain batik, ia mengungkapkan kalau membuat batik itu mesti pakai hati lho, (Aulia Akbar/MoneySmart.id).

Ketika ditanya soal berapa target batik yang harus ia produksi dalam sebulan, Titik menjawab bahwa hal itu gak bisa ditarget sama sekali.

“(Produksi) Batik gak bisa ditarget, karena kalau gak mood gak bisa. Bisnis ini harus dengan kasih sayang. Kalau gak sabar dan fokus gak bagus hasilnya,” ujar Titik serius. 

Buat omzet per bulannya sendiri juga gak menentu. Kadang ia bisa mencapai Rp 7 juta per bulan jika ada borongan dari para wisatawan.

“Intinya sekarang gaji sisa pensiun bisa buat makan, dan ada tambahan penghasilan juga dari ngebatik,” tutupnya.

Itulah kisah pengusaha batik asal Klaten yang produknya udah jadi langganan para wisatawan asing. Intinya, bisnis batik memang butuh kesabaran dan suasana hati yang tenang. Barang ini adalah barang seni, salah besar kalau dikerjakan dengan cara asal-asalan. Tapi seandainya sudah jadi, maka cuan yang bisa kamu dapatkan bisa besar lho. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.