Banner ImageBanner Image

Miris, Orang Indonesia Banyak yang Belum Punya Rekening Bank!

2 menit
Shutterstock

Saat ini masih banyak masyarakat di daerah yang belum memiliki rekening bank dan tidak tersentuh oleh layanan industri jasa keuangan.

Itu sebabnya program inklusi keuangan di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dikejar oleh pemerintah. Selain memberikan pemahaman akan pentingnya akses keuangan kepada masyarakat, inklusi keuangan juga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Bappenas mengungkapkan, inklusi keuangan pada sektor perbankan perlu ditingkatkan. Utamanya pada masyarakat di daerah.

Direktur Jasa Keuangan dan BUMN Kementerian PPN atau Bappenas, Muhammad Cholifihani menjelaskan, pihaknya telah melakukan kajian diberbagai daerah. Rata-rata masyarakat tidak memiliki rekening bank karena kondisi ekonomi yang cenderung pas-pasan.

“Untuk inklusi keuangan perbankan, kenapa banyak masyarakat yang tidak punya rekening? Alasannya cuma satu, enggak punya duit buat menabung,” ujarnya saat Seminar Hasil Kajian Pendalaman Keuangan di Indonesia.

Bantuan Sosial Melalui Perbankan Masih Minim

Selain itu, upaya pemerintah agar masyarakat menggunakan akses perbankan dengan menyalurkan bantuan sosial melalui rekening bank juga belum berdampak signifikan. Sebab, bantuan sosial tersebut habis digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan tidak ada dana untuk menabung.

Menurut dia, selama ini memang pemerintah telah membuka jalan bagi masyarakat agar memiliki rekening di bank. Salah satunya dengan menyalurkan bantuan sosial melalui perbankan. Namun bantuan sosial yang diberikan pun habis untuk kebutuhan sehari-hari.

“Andaikan ada duit buat nabung juga, seperti ada bantuan bansos (bantuan sosial) diambil lagi buat konsumsi,” jelasnya.

Perbankan Harus Rajin Salurkan Kredit Mikro

Sementara itu, agar masyarakat di daerah dapat menabung dan menggunakan rekening bank dapat dilakukan dengan cara meningkatkan pendapatan masyarakat. Salah satunya mendorong usaha kecil di daerah maju dan berkembang melalui suntikan kredit mikro.

Dengan itu, masyarakat di daerah sapat memiliki modal untuk meningkatkan usaha dan taraf hidupnya dan menghasilkan pendapatan yang lebih besar untuk ditabung.

“Akhirnya yang kita dorong itu kredit atau pinjaman yang mengembangkn usaha mikro di bawah selain dengan fintech. Karena kalau peraturan Bank Indonesia kredit itu 20 persen untuk UMKM. Kalau kita berikan kredit, maka usahanya bisa menggeliat dan akhirnya mereka punya uang. Kalau punya uang, bisa nabung,” paparnya.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Taiwan