Jumlah Tenaga Kerja Asing di 4 Negara Ini Masih Jauh di Atas Indonesia

4 menit
Jumlah Tenaga Kerja Asing di 4 Negara Ini Masih Jauh di Atas Indonesia, (Ilustrasi/Shutterstock).

Tenaga kerja asing (TKA) menjadi salah satu topik yang paling ramai dibahas menjelang Pilpres 2019. Bahkan hampir di setiap kesempatan antar masing-masing kandidat saling mengklaim argumen mereka.

Terbaru, saat debat Calon Wakil Presiden tadi malam, Minggu (17/3) masalah tenaga kerja asing kembali disinggung. Sandiaga menyebut banyak anak muda yang belum mendapatkan kerja, sementara tenaga kerja asing semakin meningkat. Gak cuma itu, Sandiaga juga berjanji jika terpilih nantinya, tenaga kerja asing wajib bisa berbahasa Indonesia.

Ma’ruf Amin, pasangan dari petahana Joko Widodo menilai saat ini jumlah TKA di Indonesia sudah dalam kendali dengan jumlah yang sangat sedikit yaitu 0,01 persen dan terendah di dunia, benarkah demikian?

Faktanya, dikutip dari Katadata, jumlah tenaga kerja asing sesuai data Kementerian Ketenagakerjaan per akhir 2017 mencapai 85.947 pekerja. Artinya jika dibandingkan dengan kelompok pekerja penduduk Indonesia jumlah tersebut hanya sekitar 0,03 persen.

Tapi kemudian dikutip dari Tribunnews, jumlah tersebut meningkat di akhir tahun 2018 menjadi 95.335 orang dan persentasenya meningkat menjadi 0,08 persen. Meski alami peningkatan, jumlah ini ternyata tetap relatif lebih kecil ketimbang negara-negara lain.

Berikut ini empat negara yang memperkerjakan tenaga kerja asing lebih banyak daripada Indonesia dalam kurun waktu 2016/2017 dikutip dari Katadata.

Baca juga: Kemenpar Terus Pantau dan Dukung Penanganan Dampak Banjir Sentani dan Gempa Lombok

1. Uni Emirat Arab – 7,3 juta orang

Sebanyak 7,3 juta orang tenaga kerja asing berada di Uni Emirat Arab, (Ilustrasi/Pixabay).

Uni Emirat Arab merupakan gabungan dari wilayah-wilayah kaya akan minyak seperti Dubai dan Abu Dhabi. Paling banyak populasi TKA berada di Dubai, karena memang Dubai merupakan lingkungan yang sangat apik untuk berbisnis. Total TKA yang ada di UEA sekitar 7,3 juta orang.

Banyak dari mereka yang justru betah dan tinggal berpuluh tahun. Bahkan mereka juga memiliki kesempatan menjadi warga negara asalkan tinggal selama 20 tahun dengan syarat bisa berbahasa Arab dan gak ada catatan kriminal.

Daya tarik dari negara Timur Tengah ini adalah sumber dayanya yang melimpah, dan ekonominya yang stabil. Indikator ini membuat para ekspat nyaman untuk melakukan bisnis di UEA, apalagi gaji yang ditawarkan juga termasuk tinggi. Gaji tinggi, tapi biaya hidup juga tinggi, jadi seimbang deh.  

Baca juga: Pemerintah Imbau Masyarakat dan Wisatawan Tetap Tenang Respon Gempa Tektonik Lombok Timur

2. Kuwait – 2 juta orang

Sebanyak 2 juta orang tenaga kerja asing berada di Kuwait, (Ilustrasi/Pixabay).

Negara yang berada di Teluk Persia ini menjadi salah satu negara dengan persentase TKA lebih dari 50 persen dibanding warga asli. Dikutip dari ExpatFocus, pada tahun 2015 Kuwait memiliki populasi sejumlah 4,1 juta jiwa, dan 70 persennya adalah TKA yang berjumlah sekitar 2,8 juta.

Mengapa banyak ekspat yang datang, karena sama seperti negara Timur Tengah yang lainnya, Kuwait juga memiliki cadangan minyak yang sangat besar, dan ini menjadi sumber penghasilan mereka terbesar.

Selain itu, kualitas layanan kesehatan dan pendidikan mereka juga terbilang bagus, meskipun ongkosnya sangat mahal, tapi bagi TKA itu bukan masalah, karena gaji yang mereka dapatkan juga terbilang tinggi.

Baca juga: Ini Penyumbang Devisa Nomor Dua Terbesar Indonesia, Nilainya Rp 246 Triliun

3. Qatar – 1,4 juta orang

Qatar buat tenaga kerja asingnya cuma mencapai di angkat 1,4 juta orang, (Ilustrasi/Pixabay).

Negara yang berbatasan langsung dengan Arab Saudi ini memiliki jumlah TKA yang gak sedikit, sekitar 1,4 juta orang di tahun 2016/2017. Sama dengan Kuwait, populasi tersebut ternyata lebih besar ketimbang penduduk asli Qatar.

Bahkan, pada tahun 2014, dikutip dari ExpatFocus, populasi TKA yang bekerja berada jauh di atas penduduk asli. Dari 1,8 juta jiwa, 1,5 juta di antaranya adalah TKA, yang artinya populasi warga aslinya hanya 12 persen.

Salah satu daya tariknya adalah kekayaan minyak dan gas bumi. Industri minyak menjadi salah satu industri yang paling menghasilkan pundi-pundi di beberapa negara, termasuk Qatar. Qatar memiliki cadangan minyak dan gas alam terbesar ketiga, serta standar hidup tertinggi kedua di Timur Tengah. Bahkan pendapatan per kapita mereka bisa dibilang tertinggi di dunia, jadi gak ribuan orang datang setiap tahunnya ke Qatar.

Kelebihan lainnya yang membuat para tenaga kerja asing betah di Qatar adalah tingkat kriminalitasnya rendah dan kualitas pendidikannya yang nomor wahid.

4. Singapura – 1,4 juta orang

Di Singapura buat tenaga kerjanya mencapai di angka 1,4 juta orang, (Ilustrasi/Pixabay).

Kali ini kita bergeser ke negara tetangga Indonesia, Singapura. Meskipun luas negaranya hanya seluas Jakarta lebih besar sedikit, tapi populasi ekspatnya jauh di atas Indonesia.

Di tahun 2017, populasi Singapura mencapai 5,6 juta jiwa, tapi jumlah TKA mereka 1,4 juta jiwa artinya sekitar 25 persen populasi mereka adalah orang asing.  Tapi selain pekerja asing, di Singapura juga menjadi ladang yang baik bagi para pelajar untuk menimba ilmu, karena pendidikan di Singapura memiliki kualitas yang terbaik di dunia.

Indikator-indikator lainnya seperti infrastruktur, kesehatan, dan kestabilan ekonomi Singapura juga dinilai sangat ramah terhadap para ekspat. Meskipun semua itu harus dibayar dengan harga yang tidak murah, tapi gaji dan tunjangan di sana sudah sangat memadai buat memenuhi kebutuhan dasar itu.

Gak cuma itu, aspek pariwisata di Singapura juga mengalami kemajuan yang sangat luar biasa dengan keragaman budaya yang ada, seperti China, India, dan Melayu.

Nah, sekarang coba kamu perhatikan, dari segi luas wilayah, keempat negara tersebut jauh lebih kecil ketimbang Indonesia. Tapi, ternyata hal itu gak berbanding lurus dengan indikator jumlah tenaga kerja asing. Negara Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia ini justru memiliki lebih sedikit ekspat. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma). 

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan