Lepas Jabatan Wapres, Begini Perjalanan Politik JK Si Juru Perdamaian

4 menit
jusuf kalla
Lepas Jabatan Wapres, Begini Perjalanan Politik JK Si Juru Perdamaian, (Instagram/@jusufkalla).

Jusuf Kalla telah menyelesaikan masa tugasnya sebagai wakil presiden. Lahir di Watampone, Sulawesi Utara tahun 1942, JK memiliki pengalaman di dunia politik yang gak perlu diragukan lagi. 

Ia pernah menjadi seorang aktivis, duduk di kursi legislatif, sampai menjabat sejumlah posisi pemerintahan. Politikus senior Golkar ini pernah duduk menjadi menteri di era Gus Dur dan Megawati, kemudian menjadi wakil presiden mendampingi SBY, dan Jokowi. 

Prestasi terbesarnya adalah menangani sejumlah konflik di dalam negeri hingga dijuluki sebagai juru damai. Berikut ini kisah perjalanan karier politiknya Jusuf Kalla. 

Baca juga: Lebih Tajir dari Sandiaga Uno, Harta Politisi Indonesia Ini Sampai Rp 29 T!

1. Anggota DPRD Sulawesi Selatan di usia 23 tahun 

jusuf kalla
Di usia 23 tahun, JK udah mantab duduk di kursi legislatif, (Instagram/@jusufkalla).

Jusuf Kalla memulai karier politiknya sejak muda. Saat masih menjadi pelajar, ia aktif tergabung di dalam beberapa organisasi kepemudaan. 

Sejumlah posisi-posisi penting dilakoninya, seperti Ketua Pelajar Islam Indonesia (PII) cabang Sulawesi Selatan dari tahun 1960-1964, hingga menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Islam cabang Makassar 1965-1966. 

Tahun berikutnya, tepatnya di tahun 1967, JK dipercaya menjadi Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Hasanudin dan juga Ketua Dewan Presidium Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia sampai tahun 1969. 

Gairah aktivisnya tersebut kemudian menarik minatnya untuk bergabung dengan Sekretariat Bersama Golongan Karya di tahun 1965. Meskipun saat itu ia tengah menyelesaikan skripsi, tapi ia justru terpilih sebagai anggota DPRD Sulawesi Selatan untuk periode 1965-1968 di usianya yang terbilang sangat muda. 

Baca juga: Hari Ini Dilantik Jadi Wapres, Segini Harta Kekayaan KH Ma’ruf Amin yang Miliki Alphard

2. Anggota MPR RI, 1982-1987, 1997-1999

jusuf kalla
Begini nih gaya hangat JK saat menyuapi sang istri dalam sebuah acara, (Instagram/@jusufkalla).

Ia memang menjalani karier politik dan pengusaha secara berbarengan pada masa itu. Tapi keduanya bisa berjalan dengan sangat baik. 

Jusuf Kalla memimpin perusahaan keluarga yang bergerak di berbagai bidang, properti, sawit, transportasi, tapi juga memberikan perhatian penuh terhadap masalah-masalah di Indonesia. 

Meskipun sempat vakum dari dunia politik untuk waktu yang cukup lama, JK kemudian kembali masuk dan menduduki posisi penting sebagai Anggota MPR RI dari Golkar pada tahun 1982-1987, dan terpilih duduk di MPR lagi saat krisis moneter tahun 1997-1999. 

Baca juga: Bercita-Cita Jadi Perajin Wayang Kulit, Sosok Ini Malah Jadi Wapres RI

3. Menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan tahun 1999-2000

jusuf kalla
Kariernya di Tanah Air cukup gemilang bagi sosok JK, (Instagram/@jusufkalla).

Kariernya sebagai pengusaha diakui jempol. Ia berhasil mengangkat perusahaannya menjadi besar dan dikenal di dunia internasional. Itulah salah satu pertimbangan Gus Dur, mengangkatnya sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada tahun 1999. Sayangnya, baru menjabat selama enam bulan, ia dipecat oleh Gus Dur. 

4. Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, 2001-2004

jusuf kalla
Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, 2001-2004, (Instagram/@jusufkalla).

Tapi kemudian pada masa Presiden Megawati, Jusuf Kalla kembali dipercaya masuk pemerintahan. Ia dipercaya menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. 

Di saat-saat inilah kemampuannya dalam menangani konflik mulai terlihat. Tugas pertamanya adalah meredam konflik antar-agama di Poso, Ambon, dan Gowa pada tahun 2001-2002. Alhasil Ia sukses mendamaikan dengan pendekatan-pendekatan yang lembut dan meyakinkan pihak yang berkonflik bahwa pertikaian justru memperburuk keadaan. 

5. Wakil Presiden RI 2004-2009

jusuf kalla
Kariernya sebagai wapres terbilang gemilang nih, (Instagram/@jusufkalla).

Setelah sukses menjadi Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, JK kemudian memutuskan untuk maju ke kontestasi Pilpres 2004 bersama Susilo Bambang Yudhoyono. Di Pilpres pertamanya ini, ia berhasil memenangkan suara terbanyak dan duduk sebagai Wakil Presiden. 

Saat menjadi wakil presiden, JK juga tetap melakukan sejumlah rekonsiliasi konflik, kali ini dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang saat itu ingin memisahkan diri. 

Waktu yang tepat bagi JK untuk meluluhkan hati GAM karena saat itu Aceh sedang dilanda tsunami hebat. Ia meyakinkan para gerakan pemberontakan untuk bahu membahu membenahi Aceh yang porak-peranda. 

Perjanjian perdamaian pun tercipta lewat Perjanjian Helsinki yang ditandatangani langsung oleh tokoh GAM dan Pemerintah Indonesia. 

6. Menjadi Wakil Presiden untuk kedua kalinya tahun 2014-2019 

jusuf kalla
Menjadi Wakil Presiden untuk kedua kalinya tahun 2014-2019, (Instagram/@jusufkalla).

Pada tahun 2009, JK kemudian mencoba peruntungan untuk maju ke Pilpres, namun dengan untuk merebut posisi presiden dengan didampingi oleh Wiranto. Sayangnya, ia kalah telak dengan petahana SBY yang memutuskan untuk maju kembali bersama Boediono. 

Pria kelahiran 1942 itu kemudian tidak menjabat apa-apa di pemerintahan. Hingga akhirnya, pada tahun 2014 diminta oleh Joko Widodo untuk menemaninya sebagai wakil presiden di Pilpres. Beruntung kali ini dirinya kembali lolos dan duduk sebagai wakil presiden untuk yang kedua kalinya. 

Itulah perjalanan karier Jusuf Kalla di dunia politik. Belum tahu lagi apakah di masa yang akan datang ia akan kembali terjun ke politik, atau memfokuskan diri sebagai seorang pengusaha. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.