Kalau Sudah Lakukan 5 Hal Ini, Tandanya Kamu Sudah Melakukan Perencanaan Keuangan

3 menit
melakukan perencanaan keuangan

Tak perlu belajar akuntansi sampai S-2 untuk sekadar merencanakan keuangan. Perencanaan keuangan bisa dan harus dilakukan siapa pun, selama dia punya niat.

Yang sering jadi masalah adalah niat yang setengah-setengah dalam perencanaan keuangan. Ini yang sering jadi alasan rencana keuangan mangkrak di tengah jalan kayak pembangunan proyek pemerintah.

Sebetulnya, merencanakan keuangan itu perkara simpel. Apalagi kalau masih lajang, entah karena belum berencana nikah atau berstatus jones alias jomblo ngenes.

Rumus dasarnya bahkan sudah diajarkan sejak kita sekolah di level terbawah: pengeluaran tak boleh lebih besar daripada pendapatan. Tinggal kita kembangkan saja untuk memastikan kondisi finansial pada masa depan aman dari guncangan.

Coba tanyakan ke diri masing-masing. Sudah melakukan perencanaan keuangan belum?

Mungkin ada yang menjawab sudah, buktinya punya tabungan. Bro dan Sis, menabung hanyalah salah satu poin perencanaan keuangan. Berikut ini dipaparkan lebih komplit poin perencanaan keuangan, baik untuk pribadi maupun keluarga:

1. Bikin anggaran keuangan atau budgeting tiap bulan

melakukan perencanaan keuangan
Mengatur keuangan bakal bermanfaat buat perencanaan keuanganmu (budgeting/AOL)

Lihat di berita-berita, setiap tahun pasti ada konflik seputar pembahasan anggaran baik di pemerintah pusat maupun daerah. Itu wajar, karena memang anggaran adalah hal penting dalam kegiatan.

Hal ini juga berlaku buat pribadi. Bedanya adalah anggaran atau bujet pribadi diatur tiap bulan.

Rumus anggaran: prioritaskan pengeluaran yang berupa kebutuhan, misalnya bahan pokok, bukan keinginan, contohnya hape baru.

2. Berinvestasi

Salah satu cara mengembangkan anggaran adalah dengan berinvestasi. Investasi dari mana? Mau nabung saja susah.

Bila masalahnya adalah nominal dana yang tersedia buat ditanam, gampang. Sudah banyak instrumen investasi terjangkau, bahkan oleh pelajar.

Reksa dana, misalnya. Gak perlu dana berjuta-juta untuk menyandang status investor reksa dana. Atau bisa juga coba investasi emas atau deposito.

Rumus investasi: sesuaikan dengan kemampuan keuangan, bukan melulu berpatokan pada imbal hasil (return) yang dijanjikan. Makin besar imbal hasil, umumnya makin tinggi risiko investasinya.

3. Prioritaskan tabungan

melakukan perencanaan keuangan
Udah nabung belum guys? (nabung/time)

Menabung adalah cara klasik buat mengamankan masa depan. Sedari kecil kita sudah diajari menabung.

Jadi, seharusnya gak sulit mengalokasikan gaji buat dimasukkan ke rekening dan gak diutak-atik hingga dibutuhkan. Meski imbal hasil berupa bunga tabungan kecil dibanding investasi, kebiasaan menabung baik demi fondasi finansial.

Rumus menabung: langsung sisihkan sebagian gaji begitu cair untuk ditabung, bukan menunggu sisa belanja sebulan.

4. Pikirkan dana pensiun

Salah satu tujuan menabung adalah mempersiapkan dana pensiun. Gak mau dong, setelah pensiun kita mesti hidup berkekurangan karena gak lagi mendapat gaji seperti ketika masih kerja.

Memang pemerintah sudah punya program BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan dana pensiun. Perusahaan mungkin juga punya dana pensiun.

Tapi kita sebagai pribadi yang sadar akan pentingnya perencanaan keuangan, mestinya juga ikut bersiap. Selain menabung, kita bisa memilih dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) dari bank yang juga diperuntukkan bagi persiapan pensiun.

Banyak kok bank yang menyediakan tabungan khusus pensiun. Coba riset dan bandingkan masing-masing keunggulannya. Kamu bisa cek besar setoran minimal tiap bulan, dan pilih yang sesuai dengan kemampuan.

melakukan perencanaan keuangan
mau menikmati masa pensiun dengan nikmat gak? Kalau mau ya lakukan perencanaan keuangan sejak dini (masa tua/Axa)

Rumus menyiapkan dana pensiun: segera siapkan walau usia pensiun masih panjang. Hitung perkiraan dana yang terkumpul setelah pensiun agar bisa merencanakan kegiatan setelah purnatugas, misalnya buka usaha dari dana itu.

5. Ikut asuransi

Perencanaan keuangan disarankan memasukkan komponen asuransi. Sebab, kita butuh perlindungan dari risiko yang bisa membuat finansial terganggu.

Asuransi yang bisa dipilih antara lain kesehatan dan jiwa. Itu untuk pribadi. Buat kendaraan, asuransi pun bisa diperlukan mengingat ongkos servisnya yang berat. Apalagi bila kendaraan hilang dicuri. Itu namanya sudah jatuh tertimpa tangga. Kendaraan hilang, rugi uang, gak bisa beraktivitas normal karena kendaraan sudah tak ada.

Rumus ikut asuransi: cari layanan yang pas dengan kebutuhan, misalnya pencari nafkah dalam keluarga butuh asuransi jiwa agar ada dana yang tersedia ketika terjadi apa-apa, contohnya meninggal atau cacat permanen sehingga gak ada pemasukan.

Sudah menjalankan lima poin di atas? Bagus. Itu tandanya kamu sudah melakukan perencanaan keuangan.

Kalau belum, tak apa-apa. Belum terlambat untuk memulainya. Itu kalau kalian peduli dengan masa depan, ya.

 

 

Yang terkait artikel ini

[Baca: Daripada Menyesal di Usia Kepala 4, Simak dan Terapkan 10 Nasihat Keuangan Berikut]

[Baca: Kesalahan Keuangan yang Terlarang Dilakukan Lagi di 2017]

[Baca: 7 Cara Mengatur Keuangan buat First Jobber yang Belum Kamu Ketahui]

 

Hardian
Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.