Kumpulan Kalimat Bijak Sutopo Purwo yang Penuh Motivasi dan Menginspirasi

4 menit
kalimat bijak
Kalimat bijak Sutopo Purwo (Instagram/@jokowi)

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas (Pusdatinmas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sepanjang hidupnya kerap memberikan kalimat bijak.

Kini, jenazah Sutopo Purwo telah dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Senin (8/7/2019) pagi.

Kepergian Sutopo membawa duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Indonesia. Betapa tidak, Sutopo selama ini dikenal sebagai sosok yang pantang menyerah. 

Di tengah penyakit kanker paru-paru yang menggerogoti tubuhnya, pria 50 tahun itu tetap berjuang sembuh. 

Pria yang bertemu Presiden Jokowi di hari ulang tahunnya pada 7 Oktober 2018 itu bahkan tak melalaikan tanggung jawabnya untuk terus menginformasikan data terbaru kebencanaan.

Selain menunjukkan semangat dengan perbuatan, pria yang akrab disapa Pak Topo itu juga seringkali memberikan kalimat bijak yang inspiratif.

Presiden Jokowi kenang kalimat bijak Sutopo Purwo

Hal itu turut dibenarkan Presiden Jokowi saat memberikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya Sutopo Purwo Nugroho. Dalam unggahan di Instagramnya, Jokowi juga menuliskan sebuah kalimat bijak yang pernah dikatakan oleh Sutopo.

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Turut berduka atas berpulangnya ke Rahmatullah, Bapak Sutopo Purwo Nugroho di Guangzhou, menjelang dini hari tadi. Almarhum Pak Sutopo Purwo Nugroho adalah seorang yang hidupnya didedikasikan untuk orang banyak,” ungkapnya.

“Sampai menjelang akhir hayatnya sebagai Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, ia mengabarkan dengan cepat kejadian bencana alam gempa bumi, longsor, tsunami, atau kebakaran yang terjadi di pelosok negeri agar kita waspada dan tidak kebingungan,” sambung presiden.

“‘Hidup itu bukan soal panjang pendeknya usia, tapi seberapa besar kita dapat membantu orang lain,’ kata Pak Sutopo, suatu ketika. Dan ia mengamalkan kalimat itu dengan baik,” tulis Presiden Jokowi mengunggah sebuah kalimat bijak yang pernah dikatakan oleh Sutopo.

Berikut, rangkuman kalimat bijak dari wawancara dan unggahan media sosialnya:

Bencana tak kenal waktu

kalimat bijak
Kalimat bijak Sutopo Purwo (Instagram/@sutopopurwo)

Wartawan senior The New York Times Richard C Paddock pernah mewancarai Sutopo. Dia pun mengungkapkan alasan dan kekagumannya pada almarhum. 

Paddock menilai Sutopo pekerja keras. Terbukti, saat kebanyakan penderita kanker berdiam di rumah sakit, Sutopo tetap terus bertugas.

Baca juga: Sepak Terjang dan Karier Sutopo Purwo yang Cemerlang di BNPB

“Bencana tak mengenal waktu kapan kejadiannya, saya pun juga harus begitu. Meski kondisi tubuh makin melemah karena sakit makin menggerogoti tubuh saya.”

Selalu berpikir positif

kalimat bijak
Kalimat bijak Sutopo Purwo (Instagram/@sutopopurwo)

Kalimat bijak lainnya yang dilontarkan pencinta kucing itu dikutip dari penelitian Fakultas Kedokteran di San Fransisco pada 1986 yang menuliskan, lebih dari 80 persen pikiran manusia bersifat negatif. 

Hal itu turut memengaruhi perasaan, perilaku dan penyakit yang mendera jiwa dan raga. Untuk itu, pengangum Raisa tersebut mengajak semua orang untuk berpikir positif.

”Maka selagi Anda masih sehat selalu berpikir positif. Jangan mudah terbawa pengaruh untuk berpikir negatif. Bagi kita yang sakit. Kita tetap harus berpikir positif.”

Hidup bukan panjang dan pendeknya usia

kalimat bijak
Kalimat bijak Sutopo Purwo (Instagram/@sutopopurwo)

Sutopo kerap mengunggah gambar dirinya sedang dirawat intensif di rumah sakit di akun Instagramnya. Salah satunya, pada 17 November 2018. Saat itu, dia mengungkapkan arti hidup tidak ditentukan oleh panjang dan pendeknya usia.

”Makna hidup itu bukan ditentukan panjang pendeknya usia, tapi seberapa besar kita bermanfaat bagi sesama selama hidupnya. Bisa membantu sesama dalam apapun sesuai kapasitas kita,” ungkapnya.

Isi hidup dengan kerja keras

kalimat bijak
Kalimat bijak Sutopo Purwo (Instagram/@sutopopurwo)

Mengenang masa lalunya sebagai mahasiswa UGM, ayah dua anak itu mengaku hingga lulus kuliah tak dapat pacar karena ditolak terus. Pasalnya, dia memacu diri hingga lulus cepat dengan nilai cumlaude.

”Hidup itu tak seindah isi cerita film Dilan dan Dilan 1991. Hidup itu penuh perjuangan. Yang harus diisi dengan kerja keras, belajar, tekun, rajin, pantang menyerah, punya tujuan, doa dan restu orangtua.”

Tak ada artinya sehat jika jahat

kalimat bijak
Kalimat bijak Sutopo Purwo (Instagram/@sutopopurwo)

Pak Topo menganggap, kebaikan sebagai kunci dalam kehidupan. Karena itu, dia menilai percuma seseorang hidup dalam keadaan sehat tetapi tidak bermanfaat bagi orang lain.

”Tak ada artinya jika sehat tapi berbuat jahat dan tidak baik untuk sesama. Sebab kekuasaan dan semua perbuatan jahat itu tidak akan membawa kebaikan kita di akherat kelak. Justru membawa azab yang mengerikan.”

Jalani dengan ikhlas dan terus berdoa

kalimat bijak
Kalimat bijak Sutopo Purwo (Instagram/@sutopopurwo)

Sutopo mengaku, banyak penyintas kanker paru-paru menghubunginya. Mereka banyak bertanya bagaimana dia menjalani hari-hari yang berat tersebut. 

Dia pun mengungkapkan kalimat bijak, salah satu kuncinya berserah diri kepada Allah.

”Buat rekan-rekan penyintas kanker paru. Kita harus ikhlas menerima semuanya. Semua sudah ditakdirkan Allah SWT. Kita jalani dengan ikhlas, sabar, ikhtiar dan terus berdoa. Memohon belas kasihan kepada Allah agar disembuhkan dan diangkat penyakit yang ada tanpa meninggalkan penyakit lainnya.”

Menangis untuk melepas beban

kalimat bijak
Kalimat bijak Sutopo Purwo (Instagram/@sutopopurwo)

Pak Topo pernah mengunggah foto saat tengah menangis. Dia pun berujar, menangis merupakan fitrah manusia jika ditimpa musibah.

”Orang kuat bukanlah orang yang tidak pernah menangis. Orang kuat adalah orang yang mengakui bahwa dirinya lemah.”

Jangan patah semangat selesaikan skripsi

kalimat bijak
Kalimat bijak Sutopo Purwo (Instagram/@sutopopurwo)

Sutopo mengaku pernah patah semangat gara-gara skripsinya tak kunjung selesai lantaran mengalami kesulitan data. Dia pun hampir mengabaikan skripsi itu. 

Hingga suatu saat orangtuanya menanyakan kapan tugas akhir itu diselesaikan. Di situlah Sutopo bangkit.

”Jadi jangan patah semangat. Saat ada hambatan menyelesaikan skripsi. Ingat selalu orangtua. Bayangkan mereka hadir di tengah wisuda. Pasti bahagia.”

Itulah delapan kalimat bijak mendiang Sutopo Purwo yang kerap diungkapkannya dalam beberapa kesempatan. Semoga bisa menginspirasimu ya!

Chaerunnisa
Chaerunnisa

Senang menulis dan belajar banyak hal. Semoga karya saya selalu bisa dinikmati dan bermanfaat bagi semua.