Berlayar Mewah ke Pantai Pasir Perawan dengan Kapal Pinisi, Mulai Rp 1 Juta Aja!

3 menit
Kapal pinisi (Annisa)
Kapal pinisi (Annisa)

Kapal pinisi tidak hanya digunakan sebagai alat transportasi, namun juga sebagai bagian dari industri pariwisata di Indonesia. Beberapa operator wisata telah menawarkan wisata kapal pinisi dengan rute Taman Nasional Labuan Bajo, Bali, hingga Kepulauan Seribu.

Sebagai nenek moyangnya kapal laut di Indonesia, kini pinisi kembali dijadikan sebagai alat transportasi untuk mengembalikan wisata air Tanah Air yang kurang banyak.

Berlandaskan kondisi itu, Kunal Topandasani, owner Phinisi Cruise De’ Kartini, salah satu grup Trizara Resort, mengembalikan kejayaan pinisi di laut Jakarta.

“Saya masih ingat betul pernyataan Pak Jokowi, dia bilang wisata air kita masih kurang, padahal kalau dibandingkan dengan negara luar, alam kita lebih bagus,” kata Kunal saat berbincang dengan wartawan di dalam kapal pinisi De Kartini menuju Pulau Pari.

“Setelah itu, saya langsung membuat ide untuk membuat kapal pinisi khas Indonesia dan ini juga dilakukan untuk mengimplementasikan keinginan pemerintah,” sambungnya.

Seperti apa kapal pinisi yang bisa dinikmati pencinta wisata air luxury pada awal Maret 2019 ini? Yuk, simak pemaparan MoneySmart berikut:

Dibuat sendiri selama 6 bulan

Kunal Topandasani owner Phinisi Cruise De Kartini bersama istri dan para kru (MoneySmart/Nisa)
Kunal Topandasani owner Phinisi Cruise De Kartini bersama istri dan para kru (MoneySmart/Nisa)

Sesuai dari asalnya, kapal yang berasal dari suku Bugis itu dibuat di Makassar dan dibawa ke Jakarta beserta awak kapalnya. Kapal pesiar Pinisi ini dulunya merupakan modifikasi dari kapal tanker.

Kunal mengungkapkan, untuk bisa membuat kapal itu dibutuhkan waktu satu setengah tahun. Pembuatannya pun dilakukan di Makassar, Sulawesi Selatan.

“Kapal pinisi De Kartini kita semua yang buat, saya yang bikin design kapalnya. Tapi, untuk urusan interior, saya dibantu sama Ibu Lexi dan Bapak Lucas,” jelas pria 35 tahun itu.

Baca juga: 7 Miliarder Ini Punya Kapal Pesiar, Salah Satunya Orang Indonesia Lho! 

Dibuat dari kayu ulin dan jati

Traveller saat berada di Kapal Pinisi (Anisa)
Traveller saat berada di Kapal Pinisi (Anisa)

Kapal yang digunakan untuk berwisata ini hampir seluruhnya terbuat dari kayu ulin dan kayu jati. Langit-langit dalam kabin kapal pun bermotif batik.

Pembuatannya dengan cara tradisional. Kesan mewah dan megah akan didapatkan jika berlayar dengan Phinisi Cruise.

“Saya ingin menciptakan sebuah perjalanan mewah dalam kemasan yang berbeda, yaitu berwisata di atas kapal pesiar tradisional,” ungkap Kunal.

Baca juga: Seharga Rp 145 Triliun, Yuk Intip Kapal Perang Termahal di Dunia Ini

Diberi nama yang sangat Indonesia

Pinisi De Kartini (Annisa)
Pinisi De Kartini (Annisa)

Kapal pesiar Pinisi ini diberi nama sangat Indonesia. Salah satunya, De Kartini. Kunal mengungkapkan alasan memakai nama Kartini, yaitu seorang pahlawan nasional yang sangat menginspirasi dan identik dengan indonesia.

Diberi nama De Kartini, Kunal ingin kapal pinisinya seperti rumah Kartini. Segala hal tentang Kartini tertuang di penamaan ruangan seperti lantai dasar dinamakan Ruangan Jepara, ruangan VIP yang berada di lantai dua diberi nama 214, yaitu tanggal lahir Kartini.

Sementara lantai kapal paling atas diberi nama HGTT ( Habislah Gelap Terbitlah Terang) dan itu identik dengan view sunset yang ditawarkan saat berlayar.

Kunal memaparkan, penamaan ruang seperti itu sangat menarik, khususnya untuk milenial.  Mereka itu mesti tahu siapa pahlawan negaranya dan dengan cara seperti itu, diharapkan setidaknya bisa mengenalkan Kartini.

Selain  De Kartini, kapal pinisi yang dibuat Kunal juga ada dua lainnya. Untuk kapal yang berukuran besar sama seperti De Kartini, nama kapal lainnya adalah De Sartika, sedangkan kapal yang lebih kecil dinamakan Samakamu.

Cara naik kapal pinisi dan fasilitas yang akan didapat

Traveller akan naik Pinisi dari Baywalk Mall, Ancol menuju Pulau Pari (MoneySmart/Nisa)
Traveller akan naik Pinisi dari Baywalk Mall, Ancol menuju Pulau Pari (MoneySmart/Nisa)

Untuk naik Phinisi Cruise ini, traveller bisa naik dari Baywalk Mall, Ancol menuju Pulau Pari. Dengan kecepatan 4,5 knot, pengunjung bisa merasakan pengalaman berlayar seperti naik kapal pesiar.

“Untuk ukuran kapal sendiri, De Kartini ini memiliki panjang kapal 38 meter dengan lebar 8 meter. Kalau ngomongin kapasitas, kapal ini bisa menampung hingga 150 orang. Harga? Di kisaran angka Rp1,1 juta untuk trip ke Pulau Pari, Kepulauan Seribu,” ujar Kunall.

Dia juga menambahkan, kapal pinisi ini adalah warisan bangsa Indonesia dan menjadi kebanggaan bagi dirinya secara pribadi bisa membuat kapal tersebut dan dilayangkan di perairan Indonesia.

Karena itu, di De Kartini juga dilebarkan layar I (Love) JKT sebagai bentuk identitas dari kapal tersebut.

“Jadi, saat turis asing atau wisatawan lokal melihat kapal pinisi ini, mereka tahu kalau kapal tersebut adalah milik Indonesia dan beredar di perairan Jakarta, tidak hanya di Labuan Bajo. Sensasinya? Sama-sama seru!” tandasnya.

Ada beberapa fasilitas yang dapat digunakan seperti taksi air, ruangan meeting, ruangan VIP dengan kapasitas 20 orang, outdoor lounge, 360 derajat ruangan terbuka, musala, speed boat, dan fasilitas toilet yang bersih.

Gimana, siap berwisata air dengan kapal pesiar pinisi?

 

Chaerunnisa
Chaerunnisa

Senang menulis dan belajar banyak hal. Semoga karya saya selalu bisa dinikmati dan bermanfaat bagi semua.

Mau lebih cerdas kelola uang?

Dapatkan tips saham, karier, inspirasi bisnis dan konten menarik lainnya!