Terlilit Krisis Ekonomi, 4 Negara Ini Naikkan Suku Bunga Hingga Double Digit

4 menit
Suku bunga (Ilustrasi).

Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) kembali dinaikkan. Sebelumnya BI sudah menaikkan lebih dari lima kali suku bunga acuan. Dari 4,25 persen pada April 2018 kemudian perlahan-lahan menanjak hingga 5,75 persen pada September 2018.

Dinaikkannya suku bunga acuan ini adalah reaksi BI atas dinaikkannya suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed.

Seperti yang udah diberitakan banyak media, naiknya suku bunga The Fed menjadi pemicu menguatnya Dolar terhadap banyak mata uang, termasuk Rupiah. Banyak investor mengendus peluang di balik naiknya suku bunga The Fed.

Mereka pun melepas kepemilikan atas mata uang negara-negara lain dan melirik Dolar sebagai pilihan investasi yang bagus. Permintaan Dolar pun meningkat. Sementara banyak mata uang lain yang menyusut nilainya. Begitu juga Rupiah yang belakangan ini kalah saing dengan Dolar.

Makanya jangan heran kalau sejumlah bank sentral di dunia selain BI juga menaikkan suku bunga acuan. Seenggaknya dengan langkah tersebut, modal-modal dari luar yang mampir di tanah air jadi betah dan gak mau pindah ke negeri Paman Sam.

Gak tanggung-tanggung, beberapa bank sentral menaikkan suku bunga acuan hingga double digit lho. Pastinya punya deposito di negara tersebut menguntungkan banget. Penasaran negara mana aja yang suku bunganya naik gila-gilaan? Cek dalam dalam daftar berikut ini.

1. Argentina

Buenos Aires (ilustrasi).

Suku bunga acuan Argentina boleh dibilang memecahkan rekor tertinggi buat saat ini. Gimana gak rekor? Banco Central de la República Argentina atau bank sentral Argentina menaikkan suku bunga hingga 72 persen.

Padahal, beberapa minggu sebelumnya suku bunganya bertengger di angka 40 persen. Gara-gara Dolar bikin Peso Argentina melemah terus-terusan, bank sentral mau gak mau memompa suku bunga agar mata uang negara ini gak terperosok terlampau dalam.

Argentina pun mengalami krisis yang ditandai dengan melonjaknya inflasi. Dan ini krisis ekonomi bukan hal yang baru di negara ini. Sebelum-sebelumnya, Argentina pernah diselimuti krisis ekonomi tahun 2001 dan 2014.

2. Suriname

Bendera Suriname (Ilustrasi by Shutterstock).

Di negara Amerika Selatan ini suku bunga acuan naik hingga 25 persen. Kenaikkan ini dimulai sejak tahun 2017 dan tetap stabil di angka dua digit hingga hari ini.

Walaupun jarang terdengar gaungnya, perekonomian di negara ini menunjukkan progres yang cukup memuaskan lho. IMF pernah memberi pujian kepada negara ini pada 2013 karena perkembangan ekonomi di negara ini selama 10 tahun terakhir.

Namun, kondisi ekonomi Suriname gak selamanya berjalan mulus. Inflasi negara ini pernah melonjak hingga 19,4 persen pada 2017.

Bisa jadi ini alasannya Suriname menaikkan suku bunga supaya inflasi jangan sampai meningkat terlampau jauh. Buktinya, saat ini inflasinya berada di angka 6 persen.

3. Turki

Turis wanita sedang menikmati pemandangan di Cappadocia, Turki (Ilustrasi).

Belum lama ini Turki menaikkan suku bunga acuan hingga 24 persen. Krisis yang melanda negara ini akibat melemahnya Lira yang mendorong naiknya inflasi 24,52 persen menjadi alasan Türkiye Cumhuriyet Merkez Bankası atau bank sentral Turki mengambil langkah tersebut.

Perlahan-lahan upaya menaikkan suku bunga ini menampakkan hasilnya. Nilai Lira pun menunjukkan penguatannya terhadap dolar.

Seperti yang pernah diulas MoneySmart sebelumnya, perekonomian Turki memburuk sebagai dampak dari krisis 2008. Ditambah lagi pernyataan-pernyataan Presiden Erdogan yang bikin investor gerah. Dampaknya, banyak investor yang cabut dan nilai Lira pun merosot.

Karena krisis ekonomi, Turki sampai mendapat predikat gak layak investasi dari Moody’s, salah satu perusahaan analisis keuangan dan analisis lembaga usaha terkemuka di dunia.

4. Venezuela

destinasi wisata
Caracas, Venezuela (twoeggz)

Krisis ekonomi yang masih berlangsung di negara ini menyebabkan angka inflasi melambung tinggi. Akibatnya udah jelas. Harga-harga di negara ini sangat-sangat mahal. Malahan mata uang Venezuela seperti gak ada nilainya sama sekali.

IMF memprediksi angka inflasi di negara kaya minyak ini bakal tembus 1 juta persen pada akhir tahun nanti.

Bukan tanpa upaya, negara Amerika Latin ini memperbaiki ekonominya. Beberapa upaya udah ditempuh, seperti menyetop subsidi hingga menggunakan mata uang cryptocurrency. Venezuela juga menaikkan suku bunganya dari 14 persen hingga 21,90 persen.

Itu tadi informasi negara-negara yang naikkan suku bunga acuan lebih dari 20 persen. Krisis ekonomi yang mengguncang negara-negara tersebut mendorong bank sentral menaikkan suku bunga supaya mata uang mereka gak melonjak terlampau tinggi.

Kondisi yang berbeda justru ditampakkan Indonesia. Meskipun rupiah belakangan ini melemah terhadap dolar, kenyataanya nih inflasi masih tetap terjaga. Bahkan, kenaikan suku bunga acuan gak sampai double digit.

Tentu aja kita berharap kondisi yang cukup baik di Indonesia ini terus terjaga. Gimana pun juga dilanda krisis itu gak enak. Apa-apa jadi serba mahal. Udah gitu kehilangan pekerjaan bisa aja terjadi. Mudah-mudahan Indonesia jangan sampai deh ngalamin hal itu. (Editor: Winda Destiana Putri).

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!