Karier Kivlan Zen, Prajurit TNI Berprestasi yang Jadi Tersangka Makar

3 menit
Kivlan Zen ditetapkan sebagai tersangka makar (TEMPO)
Kivlan Zen ditetapkan sebagai tersangka makar (TEMPO)

Nama Kivlan Zen disebut oleh tersangka pembunuhan berencana terhadap 4 tokoh negara dan seorang kepala lembaga survei. Penuturan itu diungkapkan melalui video pengakuan tersangka yang ditayangkan polisi dalam jumpa pers di Kemenkopolhukam pada Selasa (11/6).

Ialah HK dan TJ, seperti dikutip dari BBC, kedua tersangka itu menyebutkan bahwa pensiunan TNI AD itu memerintahkan mereka untuk melakukan pengintaian terhadap tokoh tersebut, sekaligus menunjuk kedua tersangka itu sebagai eksekutor pembunuhan.

Selain itu, Kivlan juga diduga memberikan sejumlah uang kepada dua orang tersangka itu dengan keperluan sebagai biaya operasional sekaligus biaya pembelian senjata api. Dalam keterangan tersangka, ternyata sumber uang itu tidak dari Kivlan, melainkan dari seorang politisi PPP berinisial HM. Karena masalah ini Kivlan pun ditetapkan sebagai tersangka atas kepemilikan senjata api ilegal dan dugaan perbuatan makar.

Tapi kali ini, kita gak bakal bahas panjang lebar tentang kasus yang membelitnya. Meskipun kini kehidupannya penuh kontroversi, pensiunan Mayjen TNI itu memiliki prestasi di bidang militer yang cukup mumpuni. Memangnya, seperti apa sih karier Kivlan Zen?

Baca juga: Ada Ancaman Perang Dagang, Indonesia Minta G20 Lakukan Ini

Pernah terdaftar jadi mahasiswa kedokteran sebelum masuk Akmil

Kivlan Zen
Kivlan pernah jadi mahasiswa kedokteran (Youtube).

Sebelum terjun ke dunia militer, Kivlan Zen sempat berkuliah di jurusan kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara. Ia juga aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan, mulai dari Pelajar Islam Indonesia hingga Himpunan Mahasiswa Islam.

Tapi, di tengah jalan pendidikan kedokterannya terpaksa berhenti. Kivlan lebih memilih untuk melanjutkan pendidikan militer di Akademi Militer tahun 1971.

Mengisi berbagai posisi strategis sebagai komandan tempur TNI

Kivlan Zen
Pernah menjadi komandan tempur TNI (Instagram).

Karier Kivlan Zen di dunia militer tak perlu diragukan lagi. Pria lulusan Akademi Militer 1971 ini pernah berkali-kali dipercaya mengisi posisi penting di beberapa operasi militer. Gak cuma di dalam negeri saja, tapi juga sampai ke luar negeri.

Pada tahun 1972-1983 misalnya, Kivlan beserta satuannya di TNI AD diterjunkan ke Irian Jaya dalam rangka operasi penegakan kedaulatan NKRI. Di sana ia berhasil meredam gerakan separatis Organisasi Papua Merdeka. Lalu, tahun 1985-1988 dia juga sukses meredam gejolak di Timor Timur.

Berkat kontribusinya terhadap permasalahan konflik, pada tahun 1995 – 1996 Kivlan dipercaya untuk menjadi Komandan Kontingen Garuda ke Filipina Selatan. Di sana, ia terlibat dalam proses perjuangan perdamaian Filipina yang kala itu tengah konflik dengan kelompok Front Pembebasan Islam Moro.

Baca juga: Gak Ada Pungutan Biaya, Begini Cara Membuat Kartu Keluarga Tanpa Syarat dari RT

Posisi tertingginya Kakostrad

Kivlan Zen
Posisi tertinggi pernah di Kostrad (Youtube).

Kivlan Zen pun dipercaya mengemban posisi-posisi penting di TNI AD. Pada tahun 1990 saat pangkatnya Kolonel, ia pernah menjabat sebagai Kepala Staf Brigade Linud 1/Cilodong/Kostrad (Kasidif I Kostrad). Kemudian pernah menjadi Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad saat pangkatnya sudah Mayor Jenderal.

Dikutip dari Tirto, jabatan tertingginya adalah Kepala Staf Kostrad dengan pangkat Mayor Jenderal. Saat itu, Panglima Kostrad dipegang oleh Letnan jenderal Prabowo Subianto.

Negosiator pembebasan sandera Abu Sayyaf

Kivlan Zen
Pernah menjadi negosiator pembebasan sandera Abu Sayyaf

Berkat pengalamannya di dalam konflik Filipina, Kivlan Zen ditunjuk sebagai salah satu negosiator pembebasan sandera Abu Sayyaf. Tepatnya di tahun 2016, 16 Warga Negara Indonesia disandera oleh kelompok kriminal bersenjata asal Filipina itu.

Dikutip dari Detikcom, pada tahun 2016 lalu, Kivlan beserta tim dari Indonesia terus melakukan pendekatan terhadap kelompok bersenjata Abu Sayyaf. Hal ini mudah dilakukan karena Kivlan memiliki kedekatan dengan Gubernur Sulu Toto Tan di Filipina. Gubernur tersebut merupakan keponakan dari mantan pemimpin Front Pembebasan Islam Moro, Nur Misuari. Nah ternyata Nur Misuari dan Kivlan sudah berteman sejak operasi perdamaian di Filipina pada tahun 1995 silam.

Lewat kedekatan inilah Kivlan Zen bisa mengontak dan bernegosiasi kelompok Abu Sayyaf dan berhasil membebaskan para sandera tanpa mengeluarkan uang tebusan sama sekali. (Editor: Winda Destiana Putri).

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan