Cerita Mohamed Morsi, Anak Petani dari Kampung yang Bisa Jadi Presiden

5 menit
mohamed morsi
Mohamed Morsi. (Wikimedia Commons)

Kabar mengejutkan datang dari Negeri Piramida. Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi meninggal dunia setelah menjalani sidang. Sebelumnya, Morsi juga sempat dikabarkan pingsan saat sidang berlangsung.

Gak dipungkiri bahwa peristiwa meninggalnya presiden ke lima di Mesir ini memunculkan banyak pertanyaan serta teori konspirasi lainnya.

Pria berusia 67 tahun ini merupakan salah satu tokoh berpengaruh di dunia perpolitikan Mesir yang dilengserkan lewat kudeta. Morsi pun dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Meski dirinya dianggap sebagai tahanan politik, Mohamed Morsi kerap dipandang sebagai ikon demokrasi di Negara Arab itu lho. Gak sedikit juga orang di dunia ini yang menganggap Morsi sebagai pahlawan.

Ingin tahu bagaimana perjalanan karier Morsi hingga berhasil menjadi orang nomor satu di Mesir? Yuk simak dalam ulasan ini.

Baca juga: Minimalis dan Sederhana, Ini Penampakan Rumah Ustadz Abdul Somad yang Sering Didatangi Artis

1. Seorang putra petani yang berhasil kuliah di Amerika

mohamed morsi
Anak petani yang kuliah di Negeri Paman Sam. (Instagram/@guardiannigeria)

Mohamed Morsi lahir di Desa El Adwah, Provinsi Sharqia, Mesir. Ayahnya adalah seorang petani dan ibunya adalah ibu rumah tangga biasa. Dia merupakan anak sulung dari lima bersaudara. Setiap pergi ke sekolah, Morsi dulu selalu menunggang keledai.

Di tahun 1960-an, Morsi berhasil masuk ke Universitas Kairo di Fakultas Teknik dan lulus dengan IPK yang cukup tinggi di tahun 1975. Setelah lulus dari bangku kuliah, dia bergabung ke dinas militer hingga 1976.

Gak sampai dua tahun di militer, dia melanjutkan kuliah S2-nya di kampus yang sama di Jurusan Metalurgi dan lulus tahun 1978. Alhasil, dia dapat beasiswa ke University of Southern California, Amerika Serikat, untuk program PhD di bidang sains.

Morsi pun berhasil lulus dan bahkan sempat bekerja dengan NASA untuk membantu peluncuran satelit luar angkasa Amerika. Di tahun 1985, dia pun resign dan pulang kampung. Dia akhirnya menjadi dosen di Universitas Zagazig, Mesir.

Baca juga: 7 Pria Muslim Terkaya Hartanya Gak Habis Tujuh Turunan, Salah Satunya Pemilik Burj Khalifa!

2. Ngajar sambil berpolitik

mohamed morsi
Demonstrasi pendukung Morsi. (Instagram/@amakarg)

Saat berkarier sebagai dosen, Mohamed Morsi ditempatkan di Fakultas Teknik Universitas Zagazig. Tentunya itu adalah sesuai dengan spesialisasinya. Dia pun berhasil jadi dekan di sana hingga tahun 2010.

Bersamaan dengan itu, Morsi ternyata nyaleg dan berhasil duduk di kursi DPR periode 2000 hingga 2005. Saat itu, Morsi tampil sebagai kandidat independen lantaran fraksinya yaitu Ikhwanul Muslimin masih dicap sebagai partai terlarang oleh mantan Presiden Hosni Mubarak.

Buat yang paham sama sejarah Mesir, Negeri Piramida ini memang dikuasai oleh pemerintahan junta militer. Dari era Gamal Abdul Nasser, Anwar Sadat, hingga Mubarak semuanya memiliki latar belakang militer.

Di tahun 2011, lebih tepatnya saat kariernya di bidang akademik sudah berakhir, Morsi pun ditunjuk untuk memimpin Partai Kemerdekaan dan Keadilan. Dia pun mulai vokal dalam mengkritisi pemerintah hingga mengutuk tragedi 9/11 di Amerika Serikat.

Morsi bilang kalau tragedi 9/11 sejatinya diprakarsai Amerika Serikat untuk menjadi dalil invasi Negeri Paman Sam ke Afghanistan, dan Irak.

Baca juga: Pesta Pernikahan Ratusan Miliar hingga Punya Ribuan Mobil, Ini 7 Wanita Muslimah Terkaya di Dunia

3. Arab Spring dan Revolusi Mesir 2011

mohamed morsi
Arab Spring. (Instagram/@the_amateur_historian)

Sikapnya yang vokal ternyata mendapat reaksi negatif dari Pemerintahan Militer Mesir. Mohamed Morsi bersama 24 rekannya dari fraksi Ikhwanul Muslimin akhirnya ditahan pada 28 Januari 2011, namun berhasil kabur.

Di tahun yang sama, terjadi sebuah demonstrasi besar-besaran di Mesir yang menentang kekuasaan Hosni Mubarak, yang sudah berdiri sejak tahun 1981. Demonstrasi berdarah itu, menewaskan banyak orang.

Akhirnya, tepat pada 2011, Mubarak mundur dari jabatan dan Pemerintahan Mesir resmi beralih ke Dewan Militer yang diketuai Mohamed Hussein Tantawi. Mereka pun menggelar pemilu pertama mereka, dan Perdana Menteri Ahmed Shafik ditunjuk untuk memimpin pemerintahan sementara sebelum pemerintahan baru terbentuk.

Di saat itulah, fraksi Ikhwanul Muslimin bangkit dan berpartisipasi dalam proses transisi demokrasi di Mesir.

Di saat itulah Morsi tampil sebagai kandidat presiden karena Khairat Saad el-Shater didiskualifikasikan sebagai kandidat. Morsi yang didukung para ulama serta mantan demonstran di Revolusi Mesir, akhirnya berhasil memenangkan pilpres.

4. Mengemban tugas berat sebagai kepala negara

mohamed morsi
Jadi presiden yang terpilih secara demokratis. (Instagram/@fronteiraonline)

Di tahun 2012, Mohamed Morsi resmi menjadi presiden ke-5 di Mesir dan presiden pertama yang terpilih melalui proses pemilu demokratis. Setelah naik ke kursi presiden, Parlemen Mesir pun kembali dibentuk.

Akan tetapi, memimpin Mesir bukanlah hal yang mudah. Apalagi negara ini baru saja didera sebuah revolusi.

Sejatinya, Morsi menjalankan apa yang semestinya dijalankan seorang kepala negara. Mengurus masalah domestik, dan berpartisipasi di forum-forum internasional juga.

Akan tetapi instabilitas politik memang gak bisa dielakkan. Dan patut diingat lho, Mesir dulunya memang dipimpin militer. Mau gimana juga, militer masih berasa punya andil besar dalam menjaga stabilitas negaranya.

Morsi juga mendapat penentangan yang cukup keras dari fraksi liberal dan sekuler. Bahkan pihak oposisi menyebut Morsi bertindak layaknya Fir’aun karena dekrit-dekritnya yang dinilai menghalalkan segala cara.

5. Digulingkan tahun 2013

mohamed morsi
Digulingkan setelah hanya dua tahun menjabat. (Instagram/@akturkey)

Belum dua tahun memerintah Mesir, demonstrasi kembali pecah di Mesir dan Mohamed Morsi dituntut mundur dari jabatannya. Awalnya, Morsi enggan untuk mundur. Namun gak lama kemudian dia diberi ultimatum untuk mundur dari jabatan selama 48 jam ke depan.

Kabarnya, demonstrasi itu telah menelan korban jiwa sebanyak 638 orang! Sebenyak 43 di antaranya ternyata adalah polisi lho.

Tepat pada 3 Juli 2013, militer menumbangkan kekuasaan Morsi dan menunjuk Ketua MK Mesir Adly Mansour untuk menjadi presiden sementara di Mesir.

Sempat tersiar kabar bahwa pada 2 Juli Morsi diculik oleh militer dan diasingkan ke sebuah tahanan. Namun pihak militer membantahnya.

Utusan Uni Eropa Cahterine Ashton pun berhasil menemui presiden ke-5 Mesir ini dalam sebuah kesempatan. Morsi dinyatakan berada dalam kondisi yang baik dan sehat.

6. Diadili dan dihukum penjara seumur hidup

mohamed morsi
Diadili dan dijatuhi hukuman seumur hidup. (Instagram/@agencijaanadolija)

Setelah digulingkan, Morsi menjalani proses sidang yang gak ada habisnya. Beberapa tuduhan memang dilayangkan ke dirinya.

Pertama adalah tuduhan di tahun 2011 saat dia kabur dari penjara, sebelum dia mencalonkan diri sebagai presiden. Dia pun dituduh mendalangi aksi kekerasan yang berujung pembunuhan dalam aksi demonstrasi tahun 2013.

Di tahun 2013, Morsi juga dituduh melakukan aksi mata-mata dan menjual data-data ke Hizbullah dan Hamas, yang diduga berada di balik insiden kerusuhan Mesir, dan masih banyak lagi.

Amnesti Internasional sempat mengecam proses persidangan Morsi yang dilakukan oleh Pemerintah Mesir. Hal senada pun diutarakan Recep Tayyip Erdogan yang saat ini memimpin Turki.

Alhasil di tahun 2016, dia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena dinyatakan telah menjual rahasia negara ke Qatar. Di masa penahanan inilah kondisinya kian memburuk hingga akhirnya dia menutup mata usai menjalani sebuah sidang.

Sejauh ini, Morsi dikabarkan mengalami serangan jantung. Sejumlah kritikan pun muncul menyerang Pemerintah Mesir yang cuek dengan kesehatan tahanannya sendiri.

Itulah sekilas kisah perjuangan Morsi yang dulu cuma anak kampung tapi bisa jadi Presiden. Kisah ini tentunya mengingatkan kita bahwa untuk urusan karier, gak akan ada yang bisa tahu ke mana kita akan berlabuh.

Mungkin bisa jadi presiden atau pengusaha sukses lainnya. Tapi itu semua bisa dicapai lewat kerja keras. (Editor: Ruben Setiawan)

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.