Sepak Terjang dan Karier Sutopo Purwo yang Cemerlang di BNPB

4 menit
Kepala Humas BNPB Sutopo Purwo memiliki karier cemerlang (Instagram/@sutopopurwo)

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia di Guangzhou, China, Minggu (7/7/2019) waktu setempat. Tokoh yang berdedikasi pada kebencanaan di Indonesia itu menghembuskan napas terakhirnya saat sedang dalam proses menjalani perawatan kanker paru-paru.

“Telah meninggal dunia Bapak @Sutopo_PN, Minggu 07 Juli 2019, sekitar pukul 02.00 waktu Guangzhou/pukul 01.00 WIB. Mohon doanya untuk beliau,” begitu pernyataan duka yang disampaikan Direktorat Pengurangan Risiko Bencana BNPB melalui akun resmi Twitternya.

Kabar duka tersebut turut disampaikan sang putra, Muhammad Ivanka Rizaldy, melalui Instagramnya. 

“Innalilahi wainna ilahiroji’un. Semua yang bernyawa hanyalah titipan dari Allah Yang Maha Kuasa. Malam ini telah berpulang ke Rahmatullah seorang pahlawan dan ayahanda tercinta saya, Sutopo Purwo Nugroho saat menjalani pengobatan di Guangzhou, Cina,” tulis Ivanka.

“Bagi semua sahabat dan keluarga mohon sebesar-besarnya untuk memaafkan semua kesalahan Pak Sutopo sengaja maupun tidak sengaja. Mari mendoakan Almarhum Pak Sutopo agar selalu diterima disisi Nya dan diterima amal ibadahnya. Aamiin. Terimakasih atas semua yang kau berikan Pah, aku kan selalu mendoakan mu,” lanjutnya.

Sudah pamit

Sebelumnya, melalui akun Instagram pribadinya, Sutopo mengaku berangkat ke Guangzhou pada 15 Juni 2019 lalu. Dia mengunggah video suasana bandara disertai keterangan di bawahnya.

“Hari ini saya ke Guangzhou untuk berobat dari kanker paru yang telah menyebar ke banyak tulang dan organ tubuh lain. Kondisinya sangat menyakitkan sekali,” tulis dia dalam akunnya @sutopopurwo.

Saat itu, dia juga menulis akan berobat di Negeri Sakura itu selama satu bulan. Bahkan, Sutopo sempat meminta maaf apabila tidak bisa menyampaikan info bencana dengan cepat sekaligus meminta doa dari warganet.

“Saya mohon doa restu kepada semua netizen dan lainnya. Jika ada kesalahan mohon dimaafkan. Sekaligus saya dimaafkan atas kesalahan dan dosa. Saya di Guangzhou selama 1 bulan. Maaf jika tidak bisa menyampaikan info bencana dengan cepat. Mohon maaf ya,” sambungnya.

Di tengah kabar duka itu, Sutopo Purwo yang menjadi sorotan publik selama ini mendapat banjir dukungan serta pujian. Pasalnya, wong Boyolali ini menjadi yang terdepan saat menginfokan bencana di Indonesia.

Sutopo Purwo
Kepala Humas BNPB Sutopo Purwo meninggal dunia (Instagram/@sutopopurwo)

Melalui Twitternya, pria yang dianugrahi Asian Of The Year 2018 itu kerap mengabarkan tentang letusan gunung, gempa hingga tsunami.

Di balik sosoknya yang viral, Sutopo ternyata bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) biasa. Pria yang didiagnosis mengidap kanker paru-paru awal Desember 2017 telah mencatat banyak prestasi di tengah kertebatasannya.

Berikut, empat fakta sepak terjang dan karier Sutopo yang membuatnya jadi sosok inspiratif Indonesia:

Lulusan terbaik UGM

sutopo purwo
Kepala Humas BNPB Sutopo Purwo lulusan terbaik UGM (Instagram/@sutopopurwo)

Pemilik nama Sutopo Purwo Nugroho itu menghabiskan masa kecil hingga remajanya di kota asalnya, Boyolali.

Setelah lulus, pria yang akrab disapa Pak Topo itu melanjutkan studi di Fakultas Geografi, Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Ayah dua anak itu berhasil meraih gelar juara karya ilmiah selama kuliah.

Baca juga: Hati-Hati! 5 Kata Sepele Ini Bisa Menghambat Karier Kamu Lho!

Pria kelahiran 7 Oktober 1969 ini menjadi mahasiswa teladan UGM, pada tahun 1993. Dia juga meraih gelar wisudawan terbaik dan cum laude di fakultasnya.

Pria yang mengidolakan penyanyi Raisa itu juga sempat mendapat beasiswa S2 dari PPKP BPPT. Dia melanjutkan pendidikan master di Program Studi Pengelolaan DAS IPB Bogor.

Memiliki karier cemerlang

sutopo purwo
Kepala Humas BNPB Sutopo Purwo memiliki karier cemerlang (Instagram/@sutopopurwo)

Setelah lulus, Sutopo mengikuti CPNS dan mendaftar di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Indonesia.

Rekam jejak pria yang bertemu Presiden Jokowi di hari ulang tahunnya pada 7 Oktober 2018 itu bisa dibilang sukses dan pantas jadi teladan. Pak Topo berhasil mematahkan anggapan bahwa PNS itu malas bekerja, dia naik pangkat setiap dua tahun.

Aktif menulis dan memiliki segudang prestasi

sutopo purwo
Kepala Humas BNPB Sutopo Purwo aktif menulis dan memiliki segudang prestasi (Instagram/@sutopopurwo)

Aktif bekerja sebagai PNS, Pak Topo juga aktif menulis jurnal ilmiah. Tercatat, 142 jurnal sudah dia hasilkan.

Karya ilmiah yang bertopik sesuai dengan passion-nya, yaitu bencana, terdiri dari 77 jurnal nasional, 7 jurnal internasional, 13 buku, 10 media massa, 30 makalah dan 5 majalah. 

Selain aktif meneliti dan menulis, Pak Topo yang berat badannya turun 20 kg sejak sakit itu berhasil mendapat beberapa penghargaan sebagai humas atau spokesperson terbaik, baik dari lembaga nasional maupun internasional.

Tetap kerja meski sakit kanker paru-paru

sutopo purwo
Kepala Humas BNPB Sutopo Purwo tetap bekerja meski sakit parah (Instagram/@sutopopurwo)

Rasa bangga sekaligus simpati masyarakat muncul lantaran Sutopo tetap berjuang dan profesional bekerja meski menahan rasa sakit.

Melalui sebuah unggahan di media sosialnya (1/10), Sutopo menuliskan soal kondisi fisiknya. Meski tengah mengidap kanker paru stadium 4, Sutopo terus berusaha melayani media dan masyarakat dengan baik.

“Untuk rekan penyintas kanker. Jangan patah semangat. Tetap sabar, kerja dan berdoa. Hidup itu bukan panjang-pendeknya usia. Tapi seberapa besar kita dapat membantu orang lain,” tulisnya sambil me-mention akun Raisa.

Almarhum mengaku, dukungan dan doa orang terdekat membuatnya semangat mengabdi dan bekerja untuk Indonesia.

Selamat jalan Pak Topo, terima kasih atas dedikasimu dan telah menginspirasi sepanjang hidupmu!

Chaerunnisa
Chaerunnisa

Senang menulis dan belajar banyak hal. Semoga karya saya selalu bisa dinikmati dan bermanfaat bagi semua.