Resmi dari BPJS Kesehatan, Ini Cara Efektif buat Cek KIS Masih Aktif atau Nonaktif

5 menit
kartu indonesia sehat
Kartu Indonesia Sehat. (Shutterstock)

Gimana ya cara cek Kartu Indonesia Sehat buat mengetahui masih aktif atau gak? Buat peserta, mengecek keaktifan Kartu Indonesia Sehat (KIS) menjadi hal penting supaya terhindar dari kendala saat berobat nanti.

Seperti yang kamu ketahui, ada dua program layanan kesehatan yang dijalankan Pemerintah, yaitu BPJS Kesehatan dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Ada perbedaan di antara kedua program tersebut. Kalau menjadi peserta BPJS Kesehatan mesti membayar iuran bulanan, menjadi peserta KIS bebas dari iuran sama sekali.

Namun, gak semua orang boleh terdaftar sebagai pemilik Kartu Indonesia Sehat lho. Kepemilikan KIS cuma ditujukan ke orang-orang yang tergolong kurang mampu. Sebab dari awal, KIS memang didesain agar orang-orang kurang mampu bisa menikmati layanan kesehatan secara cuma-cuma.

Dengan begitu, gak ada lagi cerita sedih orang-orang yang gak bisa berobat karena gak punya uang. Sebab peserta Kartu Indonesia Sehat dapat menikmati layanan kesehatan gratis, baik fasilitas tingkat pertama maupun fasilitas tingkat lanjutan.

Nah, buat kamu yang pengin tahu lebih jauh tentang program Kartu Indonesia Sehat, simak terus ulasannya berikut ini.

Apa itu Kartu Indonesia Sehat (KIS)?

kartu indonesia sehat
Dibuat pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. (Shutterstock)

Program Kartu Indonesia Sehat (KIS) mulai diadakan pada masa Pemerintahan Presiden Joko Widodo. KIS muncul sebagai perluasan dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menjadi bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Diselenggarakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004, Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) adalah tata cara penyelenggaraan program jaminan sosial oleh beberapa badan penyelenggara jaminan sosial. Berkat SJSN, kebutuhan dasar kesehatan masyarakat dapat terpenuhi sebagaimana mestinya. 

Selain jaminan kesehatan, ada empat jaminan lagi yang tercatat masuk lingkup SJSN, yaitu jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun, hingga jaminan kematian. Keempat jaminan tersebut semuanya berada di bawah pengelolaan BPJS Ketenagakerjaan.

Lalu, sejak kapan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dihadirkan di Indonesia? KIS sebenarnya telah digagas Presiden Joko Widodo sewaktu dirinya berkampanye bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. 

Seperti yang diberitakan Bisnis, KIS diluncurkan pada hari ke-14 sejak Presiden Joko Widodo dilantik tahun 2014. Peluncuran Kartu Indonesia Sehat dibarengi dengan peluncuran Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Seperti yang udah disinggung di atas, Kartu Indonesia Sehat (KIS) merupakan lanjutan dari program jaminan kesehatan yang telah ada, yaitu BPJS Kesehatan. Bisa dibilang KIS menjadi perluasan manfaat BPJS Kesehatan yang diluncurkan pada masa Pemerintahan Presiden SBY.

Apa kegunaan Kartu Indonesia Sehat (KIS)?

kartu indonesia sehat
Apa saja manfaat KIS? (Shutterstock)

Karena sama-sama dipakai saat berobat, Kartu Indonesia Sehat dan BPJS Kesehatan memiliki kegunaan yang sama. Bedanya, KIS punya kegunaan bagi peserta tergolong kurang mampu agar bisa mengakses layanan kesehatan secara gratis. Penggunaannya pun gak terbatas di Fasilitas Kesehatan Tingkat I, tapi juga di Fasilitas Kesehatan lanjutan.

Walaupun berguna buat mendapat fasilitas pengobatan, Kartu Indonesia Sehat juga memiliki peran dalam melakukan pencegahan supaya peserta gak sampai jatuh sakit. Berbeda dengan BPJS Kesehatan, penggunaannya cuma bisa dilakukan kalau kondisi peserta emang diharuskan dapat pengobatan segera.

Apa bedanya Kartu Indonesia Sehat dengan BPJS Kesehatan?

kartu indonesia sehat
Apa bedanya KIS dengan BPJS Kesehatan? (Shutterstock)

Dari ulasan yang disampaikan di atas, kamu udah tahu sedikit-sedikit perbedaan Kartu Indonesia Sehat dengan BPJS Kesehatan. Perbedaan paling mendasar adalah peserta KIS dibebaskan dari iuran bulanan, sedangkan peserta BPJS Kesehatan diwajibkan membayar iuran bulanan buat mendapat layanan kesehatan.

Perbedaan lainnya antara KIS dan BPJS Kesehatan adalah peruntukan program kesehatan itu sendiri. Sebagaimana yang disebut di atas, Kartu Indonesia Sehat cuma boleh dipakai fakir miskin dan masyarakat golongan kurang mampu. Sementara BPJS Kesehatan wajib dimiliki seluruh masyarakat Indonesia dengan membayar iuran setiap bulannya.

Perbedaan selanjutnya antara KIS dan BPJS Kesehatan adalah kegunaan KIS yang gak cuma mengobati, tapi juga melakukan pencegahan. Sementara BPJS Kesehatan baru bisa digunakan kalau peserta benar-benar sakit atau perlu mendapat perawatan segera.

Bedanya lagi nih biaya yang dibebankan ke peserta Kartu Indonesia Sehat menjadi tanggungan Pemerintah sepenuhnya. Sementara biaya yang dibebankan ke peserta BPJS Kesehatan ditanggung dengan bujet yang berasal dari iuran peserta tiap bulannya.

Begini syarat dan cara mendapatkan Kartu Indonesia Sehat

kartu indonesia sehat
Bagaimana cara mendapatkan KIS? (Shutterstock)

Sebelumnya telah dijelaskan kalau orang-orang yang mendapat Kartu Indonesia Sehat merupakan orang-orang yang masuk ke dalam golongan kurang mampu. Itu berarti nama penerima KIS telah terdaftar sebelumnya sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Penerima Bantuan Iuran (PBI) adalah peserta jaminan kesehatan yang masuk golongan fakir miskin dan orang gak mampu sebagaimana diamanatkan UU SJSN yang iurannya ditanggung Pemerintah. Kriteria fakir miskin dan golongan orang gak mampu ditetapkan menteri setelah melakukan koordinasi.

Segala hal terkait informasi Penerima Bantuan Iuran (PBI) telah diatur dalam sejumlah regulasi yang disusun Pemerintah, yaitu:

  • Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.
  • Peraturan Pemerintah Nomor 76 Tahun 2015 tentang Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan.
  • Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2012 tentang Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan.
  • Peraturan Menteri Sosial Nomor 147 Tahun 2013 tentang Penetapan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan.

Lalu, gimana cara menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI) agar otomatis menjadi penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS)? BPJS Kesehatan menyatakan bahwa penetapan PBI yang notabene fakir miskin dan orang kurang mampu dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) yang kemudian diverifikasi dan divalidasi Kementerian Sosial.

Bukan cuma menjadi kewenangan Pemerintah Pusat, penetapan PBI dan KIS juga menjadi kewenangan Pemerintah Daerah. Penetapan ini dilakukan berdasarkan SK Gubernur/Bupati/Walikota. Begitu fakir miskin dan golongan kurang mampu terdaftar sebagai PBI, mereka otomatis juga terdaftar sebagai peserta KIS.

Faktanya, kartu BPJS Kesehatan telah berganti menjadi KIS sejak Maret 2015

kartu indonesia sehat
Seorang pengguna KIS. (Shutterstock)

Namun, satu hal yang perlu diketahui penggunaan istilah Kartu Indonesia Sehat (KIS) juga dipakai dalam penyebutan kartu BPJS Kesehatan. Dalam pelaksanaannya di lapangan, ada dua KIS yang berlaku, yaitu KIS buat PBI Jaminan Kesehatan dan KIS buat Bukan PBI Jaminan Kesehatan.

Agar lebih gampang memahaminya, KIS buat PBI Jaminan Kesehatan itu yang gratis. Sementara KIS buat Bukan PBI Jaminan kesehatan itu diharuskan bayar iuran bulanan. Perubahan kartu BPJS Kesehatan menjadi KIS telah dilakukan pada Maret 2015.

Ini cara cek Kartu Indonesia Sehat masih aktif atau nonaktif

kartu indonesia sehat
Bagaimana cara mengetahui apakah kartu masih aktif? (Twitter)

Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang telah diterima sebaiknya dicek dulu statusnya, apakah masih aktif atau nonaktif. Soalnya bakal menjadi masalah nantinya apabila KIS yang diterima mau dipergunakan buat berobat ke fasilitas kesehatan.

Gimana cara cek Kartu Indonesia Sehat buat mengetahui statusnya masih aktif atau nonaktif? Berikut ini langkah-langkahnya.

1. Cek KIS di fasilitas kesehatan tingkat pertama

Cara cek KIS ini cukup mudah dilakukan. Peserta hanya perlu mendatangi fasilitas kesehatan tingkat pertama di mana peserta terdaftar dan dengan menunjukkan KIS, peserta minta petugas buat mengecek status keaktifan peserta.

2. Cek KIS di Care Center BPJS Kesehatan 1500400

Lebih mudah lagi kalau mengecek status keaktifan peserta KIS dengan menghubungi Care Center BPJS Kesehatan di nomor 1500400. Asalkan menyediakan cukup pulsa, peserta bisa mendapat informasi yang berasal langsung dari petugas BPJS Kesehatan.

3. Cek KIS di Dinas Sosial

Pengecekan status KIS juga bisa dilakukan dengan mendatangi kantor Dinas Sosial setempat. Misalnya aja peserta penerima KIS merupakan warga DKI Jakarta. Peserta bisa mendatangi Kantor Dinas Sosial DKI Jakarta yang berada di Gunung Sahari, Jakarta Pusat dengan membawa kartu KIS buat dicek status kepesertaannya.

4. Mendatangi Kantor Layanan BPJS Kesehatan

Cara ini paling efektif sebab informasi benar-benar didapatkan langsung dari BPJS Kesehatan. Asalkan mau menyediakan waktu, gak masalah buat melakukan pengecekan KIS dengan mendatangi langsung Kantor Layanan BPJS Kesehatan.

Nah, itu tadi informasi mengenai Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang bebas dari iuran bulan plus cara cek statusnya, apakah masih aktif atau nonaktif. Semoga informasi di atas bermanfaat! (Editor: Ruben Setiawan)

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!