Banner ImageBanner Image

Kartu Kredit atau Kartu Debit: “Kartu Utang Kok Dibanggain, Pakai Duit Sendiri Dong”

4 menit

Alkisah di negara bernama Bank United, terjadi perdebatan sengit di antara dua warganya. Warga bernama Kartu Kredit (KK) sedang beradu mulut dengan Kartu Debit (KD).

 

“Gue emang kayak cewek cakep di kampus, sering disalahpahami. Gue niatnya emang mau nolong siapa pun, bukan ngasi harapan palsu ke cowok yang tertarik,” kata Kartu Kredit. Dia lagi menjelaskan soal isu bahwa banyak orang terjebak utang gara-gara pakai kartu kredit.

 

“Itu orangnya saja yang gak bijak manfaatin bantuanku,” katanya lagi kepada Kartu Debit. [Baca: Kebiasaan Bayar Minimum Tagihan Kartu Kredit Bisa Bikin Celaka]

 

Masak sih, boook… Kayak gue dong, jarang disalahpahami. Paling dibobol, eh,” kata Kartu Debit.

 

Mendengar pertengkaran itu, warga lain bernama Opung Jarwo Kuat (OJK) angkat senjata, eh, bicara. “Dari tadi adu mulut saya dengerin…saya jadi penasaran karakter kalian itu gimana, sih? Bukannya kalian masih sodaraan ya?”

 

OJK lalu menggelar sesi-tanya jawab kepada mereka. Berikut ini pertanyaan dan jawabannya:

 

OJK: Cara bikin kalian gimana?

 

KK: Gampang, bisa datang ke bank langsung atau lewat pihak ketiga. Gak perlu punya rekening di bank itu. Sambil nongkrong di depan laptop juga bisa.

 

[Baca: Apply Kartu Kredit Pertama Kali, Karena Belum Pernah Punya, Coba 4 Bank Ini]

 

KD: Harus buka rekening dulu ke bank, otomatis dapet kalau di fitur rekeningnya ada fasilitas kartu debit.

 

 

OJK: Gimana membiayai kalian tiap bulan?

 

KK: Tergantung penggunaan. Kalau dipakai tapi gak dibayar full, ya ada biaya bunga. Terus kalau tarik tunai atau dipakai di luar negeri, ada juga biaya lainnya. Dan kalau gak dipakai, paling cuma bayar biaya administrasi. Tergantung kebijakan bank penerbit juga sih.

 

[Baca: Tagihan Bulanan Kartu Kredit: Angka-Angka Itu Maksudnya Apa Sih?]

 

KD: Mau dipakai berapa kali gak ada biaya. Kan udah ada rekening, jadi biayanya langsung diambil dari rekening. Tapi tetep ada biaya administrasi juga, sih.

 

Namanya aja beda, berarti manfaatnya juga beda donggg

 

 

OJK: Manfaat kalian apa aja?

 

KK: Wah, banyaaak Opung. Dan itu berlaku ALL THE TIME. Nih beberapa di antaranya:

  • Point rewards
  • Cashback
  • Cicilan bunga 0 persen
  • Diskon belanja
  • Fasilitas di bandara

KD: Saya juga banyak. Promo-promo ada, tapi tergantung bank penerbitnya sih, gak selalu ada. Tarik tunai di ATM bank sendiri gak bayar, dan bisa transfer duit.

 

 

OJK: Bentar..bentar, emang ada tarik tunai bayar?

 

KK: Kalau di saya, ada kayak biaya administrasi gitu. Terus kalau gak dilunasi, ada bunganya. [Baca: Banyak yang Bilang Tarik Tunai Kartu Kredit Itu Penuh Biaya Siluman. Loh Emang Sudah Paham Seluk-Beluknya?]

 

KD: Di tempat saya gratis..tis..tis..Lha wong yang ditarik duitnya sendiri. Kecuali pakai ATM bank lain.

 

 

OJK: Ooo…kalau soal bayar ini-itu gimana?

 

KK: Banyak yang bisa dibayar pakai Kartu Kredit. Dari belanja online sampai rekening listrik, tinggal masukin angka di kartu. Sering ada diskon atau promo lagi.

 

KD: Aku juga bisa dipakai belanja online, tapi tetep lewat ATM. Kalau diskon iya sih, emang jarang. Tapi bukan berarti gak pernah ada kan?

 

 

OJK: Tingkat keamanan?

 

KK: Sekarang kalau transaksi dengan Kartu Kredit wajib pakai PIN, lho. Bukan tanda tangan doang kayak dulu.

 

KD: Kalau diriku sejak dulu pakai PIN transaksinya. Cuma, sering ada pencoleng yang nargetin pengguna Kartu Debit. Soalnya penggunanya lebih banyak ketimbang Kartu Kredit, jadi lebih gampang diincer.

 

Masing-masing punya tingkat keamanan sesuai levelnya. Yang pasti, dua-duanya gak pakai ormas atau LSM buat ngamanin transaksi.

 

 

OJK: Kalau kalian ke luar negeri, masih bisa dipakai gak?

 

KK: Bisa dooong. Banyak lagi pilihannya Tapi ada biayanya.

 

KD: Bisa juga, tapi ada biayanya juga. Tapi anuu..merchant yang bisa nerima pembayaran pakai Debit lebih terbatas ketimbang Kartu Kredit.

 

 

OJK: Wah, dari tadi omongin kelebihan. Sekarang kekurangan kalian, hayo

 

KK: Secara umum sih, kalau pakai Kartu Kredit:

  • Ada iuran per tahun, tapi biasanya gratis satu-dua tahun pertama
  • Bunga tinggi
  • Tarik tunai mahal
  • Menggoda buat yang gemar belanja

KD: Kalau aku, kelemahannya:

  • Jarang ada promo
  • Harus ke ATM kalau mau bayar transaksi online
  • Gak bisa tarik tunai melebihi saldo, susah kalau butuh uang mendadak
  • Beberapa ada iuran, gak semuanya

 

OJK: Terus, kenapa banyak yang salah paham bilang Kartu Kredit itu kartu utang?

 

KD: Itu tuh, soalnya banyak yang bandingin ama saya. Kan kalau saya duitnya udah ada di rekening bank pemilik. Jadi duit transaksinya dipotong langsung dari dana di rekening itu.

 

KK: Saya emang bisa ngasih fasilitas “bayar duluan” alias “ngasih utang”. Tapi bukan berarti pemiliknya gak punya duit. Justru mereka mau “ngutang” karena yakin bisa bayar, soalnya pada pinter-pinter ngatur keuangannya.
[Baca: Kebiasaan Bayar Minimum Tagihan Kartu Kredit Bisa Bikin Celaka]

 

Mereka pasti tanggung jawab bayar tagihannya, soalnya risikonya gede kalau gak dibayar. Apalagi mereka dapet buanyak fasilitas kalau pakai saya buat transaksi. Gak perlu bawa duit cash ke mana-mana, lebih praktis.

 

Biasanya sih orang yang terpikat daya tarik saya lihai mengatur keuangan dan pengeluaran. Kalau yang anti ama saya,, biasanya buta keuangan. Mereka takut karena gak kenal jati diri saya yang sebenarnya.

 

 

Mau kartu kredit atau kartu debit, terserah. Yang penting sesuai dengan tujuan dan bertanggung jawab!

 

 

Setelah bertanya-jawab, OJK menarik kesimpulan: Kartu Kredit dan Kartu Debit punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Keduanya gak bisa menang-menangan karena memang gak bersaing di tataran yang sama.

 

Orang yang mau pilih Kartu Kredit atau Kartu Debit harus melihat kebutuhannya dulu. Dan yang juga penting, melihat kapasitas sendiri dalam hal keuangan.

 

Menurut OJK, Kartu Kredit lebih cocok dipegang orang yang sudah mengerti seluk-beluk pengaturan keuangan dan paham konsekuensi berutang. Sedangkan Kartu Debit pas buat mereka yang membutuhkan kepraktisan dalam mengatur keuangan karena gak perlu memikirkan bunga dan biaya.

 

“Sudah, sudah, ya…Sana main lagi ke luar. Banyak yang butuhin bantuan kalian di luar,” kata OJK.

 

 

 

Image credit:

  • http://www.kippreport.com/wp-content/uploads/2010/04/PRODUCTB_debit2.jpg
  • https://i.kinja-img.com/gawker-media/image/upload/s–xKsixVY9–/c_fill,fl_progressive,g_north,h_358,q_80,w_636/19bc2sa61ozynjpg.jpg
  • http://i.telegraph.co.uk/multimedia/archive/02227/Wallet-credit-card_2227526k.jpg
MoneySmart
MoneySmart

MoneySmart adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Taiwan