Hati-Hati Kejahatan Kartu Kredit Sedang Mengintai! Amankan Segera dengan Cara Ini

3 menit
Kejahatan kartu kredit bisa menimpa siapa aja.

Aksi kejahatan ini bisa menimpa siapa aja tanpa pandang bulu. Tak terkecuali kamu yang berstatus sebagai pengguna kartu kredit.

Seperti yang pernah kamu dengar beritanya, pengguna layanan keuangan, termasuk pengguna, rentan sekali terperangkap modus kejahatan. Begitu masuk perangkap, kerugian yang ditanggung korban kejahatan gak tanggung-tanggung besarnya.

Modus kejahatan paling baru adalah modus skimming yang bertujuan mencuri informasi. Dari informasi yang didapat itulah, pelaku kejahatan melakukan pembobolan kartu.

Ngeri sih emang kalau membayangkan kejadian yang merugikan tersebut sampai menimpa kita. Nah, agar hal buruk tersebut jauh-jauh darimu, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan nih buat mengamankan kartu kredit seperti yang dikutip dari BBazaar.

Baca juga: Lakukan Hal Ini Jika Ingin Menjadi Kaya Raya Saat Tua Nanti

1. Ubah PIN secara berkala

Hati-hati saat memasukkan PIN.
Hati-hati saat memasukkan PIN.

Personal Identification Number alias PIN emang berfungsi sebagai pengaman transaksi dalam kartu kredit ataupun kartu debit. Walaupun cuma si pengguna yang tahu, bukan berarti keberadaan PIN cukup memberi keamanan dalam transaksi dengan pakai kartu.

Karena itulah, pengguna kartu sangat disarankan secara berkala mengganti PIN kartu mereka. Penggantian PIN ini bertujuan buat menghindari aksi kejahatan yang memanfaatkan kelengahan pengguna kartu sehingga kode PIN-nya ketahuan pelaku kejahatan.

Idealnya nih penggantian PIN dilakukan sebulan sekali. Penggantiannya minimal bisa kamu lakukan sebanyak sekali dalam tiga bulan.

2. Ada tautan link mencurigakan, jangan langsung diklik

Mobile banking
Mobile banking

Surat elektronik atau email kini menjadi saran aksi kejahatan perbankan. Dari kiriman email yang masuk, pelaku kejahatan menyisipkan link dengan harapan bakal diklik orang yang menerima email tersebut.

Penggunaan link mencurigakan ini merupakan bagian dari aksi kejahatan scamming. Ketika klik link berbahaya tersebut, kamu nantinya diarahkan buat menyampaikan sejumlah informasi penting. Tujuannya udah jelas agar bisa membobol kartu kredit milikmu.

Makanya begitu ada email masuk yang gak jelas sama sekali dan terkesan mencurigakan, lebih baik gak usah dibuka. Kalau pun dibuka, hindari langsung mengklik link yang ada di dalamnya.

Baca juga: Buka 24 Jam Tanpa Henti, Big Bad Wolf 2019 Targetkan 1 Juta Pengunjung

3. Jangan pernah simpan sandi atau password secara online

Gunakan kartu kredit kalau ada penawaran menarik. (Pexels)
Gunakan kartu kredit kalau ada penawaran menarik. (Pexels)

Biasanya setelah masuk akun dan melakukan transaksi, browser bakal meminta izin kamu buat menyimpan kata sandi atau password. Emang sih dengan menyimpan password, kamu lebih mudah nantinya dalam mengakses akun kamu buat melakukan transaksi.

Sayangnya, menyimpan password secara online justru bikin kamu rentan mengalami aksi kejahatan. Karena itu, disarankan begitu selesai belanja online, keluar dari akun kamu dan jangan pernah simpan sandi atau password.

4. Blokir segera kartu begitu mendapati transaksi yang mencurigakan

Bayar tepat waktu kartu kredit
Bayar tepat waktu kartu kredit

Jangan biarkan dirimu lama dalam kepanikan kalau mendapati transaksi yang mencurigakan dalam kartu kredit. Segera blokir kartumu begitu mengalami kejadian tersebut.

Kamu bisa menghubungi call center bank penerbit kartu kamu atau melakukan pemblokiran lewat mobile banking. Sebab pemblokiran yang dilakukan segera bisa meminimalkan aksi kejahatan yang bisa aja berlanjut.

Setelah diblokir, laporkan kejadian yang kamu alami ke bank. Nantinya bank dapat mengambil tindakan yang diperlukan.

Baca juga: Jalan-Jalan ke Singapura, Jangan Lupa Kunjungi Pusat Belanja Murah Ini Ya!

5. Tutupi nomor CVV kartu kredit milikmu

Kartu kredit (Shutterstock).

Kamu tahu apa itu nomor CVV? Nomor ini berguna banget saat kamu belanja online yang transaksinya dilakukan dengan kartu tersebut.

Satu hal yang kamu tahu nomor Card Verification Value atau CVV ini gak boleh disebar sembarangan. Bisa dibilang kerahasiaannya mesti dijaga sama seperti menjaga kerahasiaan PIN.

Mengapa CVV itu perlu dijaga baik-baik? Sebab kode CVV dipakai buat mengonfirmasi transaksi yang dilakukan. Terus kode CVV ini berguna saat kamu hendak melakukan transaksi online. Cukup memasukkan kode CVV, kamu udah dianggap melakukan pembayaran.

Di sinilah bahayanya. Kalau sampai kode CVV itu diketahui pelaku kejahatan, kamu bisa jadi korban pembobolan nantinya. Itulah kenapa sebisa mungkin tutupi kode CVV ini dengan sedikit selotip supaya gak ketahuan oleh orang lain.

Itu tadi lima cara yang bisa kamu lakukan buat mengamankan kartu kredit. Pokoknya selama kamu ingat dan melakukan cara-cara tersebut, aksi kejahatan bisa diminimalkan seminimal-minimalnya. (Editor: Winda Destiana Putri).

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan