Belum Genap 30 Tahun, Ini Kisah Katie Bouman di Balik Potret Lubang Hitam

4 menit
Belum Genap 30 Tahun, Ini Kisah Katie Bouman di Balik Potret Lubang Hitam,(Instagram/@drkatiebouman).

Pengambilan foto lubang hitam untuk pertama kalinya diambil oleh manusia pada tanggal 10 April 2019 kemarin gak henti-hentinya beredar luas di internet. Kali ini seorang perempuan bernama Katie Bouman menarik perhatian dunia karena kontribusinya dalam proyek tersebut, siapa sih dia?

Buat menjalankan sebuah misi yang berhubungan dengan dunia luar angkasa emang membutuhkan sumber daya manusia yang gak sedikit. Puluhan bahkan ratusan orang jenius dari penjuru negara kadang perlu dikumpulkan secara bersamaan agar bisa memecahkan suatu masalah yang rumit.

Walaupun udah mendatangkan banyak peneliti bukan berarti suatu masalah bakal cepat selesai, perdebatan antar orang adalah suatu yang gak mungkin dihindarkan lagi. Belum lagi masalah bujet yang terbatas.

Termasuk misi yang dilakukan oleh Event Horizon Telescope buat  mencari bukti foto lubang hitam selama belasan tahun. EHT telah mencari bukti dari adanya lubang hitam semenjak tahun 2006. 11 tahun mereka mencari sampel foto baru akhirnya di tahun 2017 mendapatkan tanda lubang hitam dari gelombang radio Sagittarius A yang letaknya ada di pusat galaksi Bima Sakti  sekitar 500 juta triliun kilometer dari bumi. Bisa dibayangin gak tuh jauhnya?

Di balik kesuksesan itu, terdapat seorang wanita cerdas yang bekerja di belakang layar EHT yakni Katie Bouman. Penasaran ceritanya? Langsung aja simak info tentang dirinya berikut ini.

Baca juga: Khusus Kamu yang Usianya 20 – 30 Tahun, Begini Caranya Hasilkan Banyak Uang

Katie Bouman merupakan Lulusan Salah Satu Universitas Terbaik di Dunia yaitu MIT

Katie Bouman
Massachusetts Institute of Technology merupakan kampus di mana Bouman menimba ilmu, (Ilustrasi/Shutterstock).

Dikutip dari BBC, sebagian dari  kamu pasti tahu nama kampus paling beken yang satu ini, kan? Wanita berusia 29 tahun ini merupakan salah satu alumni dari Massachusetts Institute of Technology di Amerika Serikat. ia berhasil meraih gelar Doktor di jurusan Teknik Elektro dan Ilmu Komputer pada tahun 2017.

Selama kuliah Bouman terkenal aktif dalam melakukan penelitian terkait bidang astrofisika. Gak cuma aktif membantu, ia juga sempat memimpin proyek Artificial Intelligence di laboratorium MIT sebelum akhirnya menemukan foto lubang hitam.

Kepintaran Bouman udah bisa terlihat dari tahun 2011 ketika tulisannya yang berjudul “Extreme Imaging via Physical Model Inversion: Seeing Around Corners and Imaging Black Holes” dinobatkan sebagai tesis terbaik dalam ajang penghargaan Ernst Guillemin. Pantes aja bisa dapet gelar Doktor di MIT, ya?

Baca juga: 7 Alasan Kenapa Orang Indonesia Suka Pakai Fintech

Bergabung dengan Proyek Senilai Rp 850 miliar

Katie Bouman
Di usianya yang belum genap 30 tahun, Bouman udah bergabung di proyek ratusan miliar rupiah, (Ilustrasi/Shutterstock).

Setelah mendapatkan gelar Doktor di tahun 2017, Bouman melanjutkan perjalanannya bersama tim Event Horizon Telescope yang berpusat di Universitas Harvard, Amerika Serikat. Bersama peneliti lainnya, mereka disuntik dana Rp 850 miliar dari berbagai donatur guna mendapatkan potret lubang hitam yang selama ini dinantikan.

Salah satu donatur terbesar datang dari The National Science Foundation yang memberikan dana sampai Rp 368 miliar. Selain menjadi donatur, NSF juga ikut membantu selama proses penelitian berlangsung.

Beberapa pihak lain yang juga ikut memberikan uang adalah European Research Council, Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Taiwan, John Templeton Foundation, Max-Planck-Gesellschaft, Smithsonian Institution, Academia Sinica dan gak ketinggalan almamater Doktor Bouman yakni Massachusetts Institute of Technology.

Baca juga: Pantas Aja Zara Begitu Terkenal Banget, Ini Lho 5 Rahasia Suksesnya

Merumuskan algoritma supaya gambar yang dihasilkan sempurna

Katie Bouman
Bouman yang masih belia ini berhasil mencipatakan rumus algoritma buat menangkap gambar lubang hitam, (ILustrasi/Shutterstock).

Agar bisa mendapatkan gambar lubang hitam yang baik dan jelas Bouman bersama koleganya butuh perhitungan algoritma yang cermat. Hal ini karena Event Horizon Telescope mengkombinasikan 8 teleskop besar yang ada di berbagai belahan dunia supaya potret lubang hitam bisa optimal ketika diambil.

Beberapa di antaranya adalah teleskop IRAM dari Spanyol, James Clerk dan Submiiter Array di Hawaii, Submiliter Telescope di Amerika Serikat, ALMA dan Atacana Pathfinder di Chili, Large Militer Telescope di Mexico dan South Pole Telescope di Kutub Selatan.

Berhasil menciptakan peristiwa bersejarah tentang lubang hitam

Katie Bouman
Bouman berhasil memecahkan misteri lubang hitam yang udah direncanakan sejak tahun 2006 silam, (Ilustrasi/Shutterstock).

Setelah 1 sampai 2 tahun bergabung dengan tim dari Event Horizon Telescope, akhirnya Katie Bouman bersama teman-temannya berhasil mendapatkan foto yang dicari selama ini.  Peristiwa ini pun langsung ia unggah di akun Facebook pribadinya dan menulis “Ketika kami melihat pertama kalinya, kami sungguh tidak percaya. Ini adalah momen yang spektakular,” tulisnya.

“Kita sangat beruntung karena cuacanya tepat, kita sangat-sangat beruntung dari segala sisi,” tambahnya.

Gak cuma dari masyarakat internasional, Doktor Bouman juga mendapatkan ucapan selamat dari MIT yang telah memberikan dukungan moral serta material. Inspiratif bukan ceritanya?

Buat kamu yang mau seperti Katie Bouman bisa terus belajar dan berusaha supaya apa yang kamu cita-citakan berhasil. Gak mesti jadi peneliti luar angkasa, namun dari hal kecil yang bisa kamu berikan di lingkungan terdekat aja dulu. Tetap semangat! (Editor: Mahardian Prawira Bhisma). 

Christantio Utama
Christantio Utama

Milenial yang merintis karier lewat dunia keuangan, karena segalanya butuh uang tapi uang bukanlah segalanya. Penonton setia Digimon dan penggemar olahraga otomotif Formula 1