Dibeli Turki Seharga Rp 34 T, Seberapa Hebat Rudal S-400 yang Ditakuti AS?

3 menit
Rudal Rusia
Rudal Rusia

Pembelian sistem rudal Rusia S-400 oleh Turki rupanya mendapat tentangan dari Amerika Serikat dan negara-negara anggota NATO lainnya. Pasalnya, keberadaan misil alias peluru kendali tersebut dapat membahayakan pesawat siluman F-35 buatan Amerika Serikat.

Turki dilaporkan menggelontorkan uang sebanyak US$ 2,5 miliar atau sekitar Rp 34 triliunan demi bisa memiliki sistem pertahanan rudal Rusia S-400. Turki telah menerima kiriman peluru kendali ini sejak 12 Juli 2019.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan memberi pujiannya terhadap kehebatan rudal Rusia S-400. Ia juga menepis kekhawatiran Amerika Serikat dan negara-negara anggota NATO lainnya dengan mengatakan keberadaan rudal ini bakal memperkuat NATO.

Asal tahu aja nih, Turki merupakan salah satu anggota North Atlantic Treaty Organization alias NATO. Organisasi ini didirikan dengan tujuan mendukung Perjanjian Atlantik Utara yang disetujui pada 4 April 1949. 

NATO sendiri dibentuk saat terjadinya Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Menariknya nih Turki yang merupakan anggota NATO membeli sistem persenjataan dari Rusia yang dulunya menjadi bagian dari Uni Soviet yang kemudian bubar.

Wajar aja kalau Amerika Serikat dan NATO gak senang atas pembelian rudal Rusia S-400 oleh Turki. Sebagai reaksinya, Amerika Serikat membatalkan penjualan F-35 ke Rusia. Sebab Amerika Serikat khawatir Rusia dapat mengetahui lebih rinci teknologi pesawat siluman F-35.

Walaupun begitu, Amerika Serikat belum mau kasih sanksi baru atas tindakan Turki yang membeli rudal Rusia. Itu berarti Turki belum bisa dipastikan masuk ke daftar negara penerima sanksi Amerika Serikat, seperti Korea Utara dan Iran.

Nah, ngomongin rudal Rusia S-400 yang bikin Amerika Serikat dan negara-negara anggota NATO lainnya was-was, emangnya seberapa hebat sih peluru kendali yang bisa mengejar target ini? Cari tahu yuk dalam ulasan berikut ini.

Bikin Amerika Serikat ketar-ketir, ini kehebatan rudal Rusia S-400 yang dibeli Turki seharga Rp 34 triliunan

Rudal Rusia
Rudal Rusia

Mulai dioperasikan militer Rusia sejak 2007, rudal antipesawat S-400 disebut-sebut sebagai sistem pertahanan udara terbaik dan tercanggih menurut majalah The Economist. Sistem pertahanan ini sendiri mulai dikembangkan perusahaan senjata Rusia, Almaz-Antey sejak 1980-an.

Kebolehan yang dimiliki sistem rudal Rusia S-400 lebih dari sekadar menembak jatuh pesawat yang menjadi targetnya. Sistem pertahanan ini diketahui bisa menangkal serangan rudal jelajah dan rudal balistik.

Sistem pertahanan yang diberi nama S-400 Triumf ini dibekali dengan radar canggih yang dapat menjangkau target sejauh 600 kilometer. Sekalipun pesawat yang terbang telah dilengkapi teknologi siluman, radar S-400 Triumf tetap bisa melacak keberadaannya.

Ditambah lagi rudal yang diluncurkan dari sistem S-400 bisa mengenai target yang berada 400 kilometer jauhnya. Kalau boleh digambarkan, jangkauan rudal yang ditembakan sama dengan jarak dari Jakarta ke Semarang.

Baca juga: 5 Pesawat Tempur Termahal Sejagat, Ada yang Dipesan Indonesia Lho!

Spesifikasi sistem rudal Rusia S-400

Rudal rusia
Rudal rusia

S-400 sendiri dibuat dalam satu batalion. Satu batalion S-400 terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait, yaitu:

  • 55K6E sebagai unit komando dan kontrol.
  • 91N6E sebagai radar yang memantau target di udara.
  • 92N6E sebagai radar pengintai.
  • 5P85TE2/5P85SE2 sebagai peluncur.
  • 96L6E sebagai radar peringatan dini.
  • 40V6MR sebagai mobile mast systems.

 

Keunggulan lain dari sistem rudal Rusia S-400 adalah pengaturan modular dan mobilitasnya yang tinggi. Ini berarti sistem pertahanan ini dapat diatur, diaktifkan, dan dipindahkan dalam beberapa menit.

Terus sistem rudal Rusia S-400 dapat dikonfigurasi dengan sistem senjata jarak jauh, semi jarak jauh, jarak menengah, dan jarak pendek. Ngerinya lagi nih rudal yang ditembakkannya bisa menjangkau target yang berada di ketinggian 185 kilometer dengan kecepatan 3.840 meter per detik.

Selain Turki, ada beberapa negara yang sejauh ini telah membeli sistem Rudal S-400 ini. Mulai dari Belarus, China, Arab Saudi, hingga India.

Nah, itu tadi informasi seputar sistem rudal Rusia S-400 yang jadi ancaman buat pesawat siluman. Gimana menurutmu? (Editor: Chaerunnisa)

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!