Jejak-jejak Ekspansi Gojek, dari Asia Tenggara Sampai Uganda

4 menit
Kejayaan Ojek Online Gojek dari Asia Tenggara Sampai Afrika (Shutterstock).

Transportasi ojek online kini tengah menjamur di beberapa negara. Di Indonesia, kita sudah mengenal Gojek sebagai andalannya.

Gojek yang didirikan tahun 2010 kini telah mengoperasikan layanannya di seluruh kota-kota besar di Indonesia. Bahkan, yang terbaru mereka telah membuka bisnisnya di Papua, yang sama sekali tidak terpikirkan oleh bisnis-bisnis penyedia jasa lainnya. Selama 9 tahun ini bisnis Gojek terus meroket, dari startup kecil, menjadi unicorn, hingga akhirnya menjadi decacorn.

Berkat tangan dingin sang pendirinya Nadiem Makarim Gojek terus berinovasi. Tadinya bisnis ini hanya sebatas penyedia aplikasi untuk pemesanan ojek, tapi kemudian merambah ke layanan kirim paket, pijat, pesan antar makanan, hingga jasa perbaikan kendaraan. Tentunya berkat unit-unit ini Gojek berhasil meraih hati masyarakat yang mendambakan kehidupan yang serba praktis.

Gak cuma di dalam negeri saja, selama kurang lebih 9 tahun ini Gojek telah berekspansi ke beberapa negara Asia Tenggara. Upaya ini seolah menegaskan bahwa mereka bisa sejajar dengan bisnis serupa dari negeri seberang yaitu Grab. Tapi baru-baru ini ada kabar kalau jejak ekspansi ojek online andalan Indonesia ini telah merambah di Afrika.

Baca juga: Dulu di Indonesia Pernah Ada Perusahaan yang Lebih Mahal dari Gojek, Siapa Ya?

1. Go-Viet (Vietnam)

Ojek online
Gojek resmi membuka bisnisnya di Vietnam dengan nama Go-Viet (Shutterstock).

Pada bulan September 2018 lalu, Gojek resmi membuka bisnisnya di Vietnam dengan nama Go-Viet. Saat itu, layanan yang keluar langsung dua sekaligus, yaitu layanan ojek online, dan juga antar barang. Peluncuran aplikasi ini spesial karena disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Menkominfo Rudiantara.

Pemilihan Vietnam sebagai target ekspansi tentu telah dipikirkan dengan matang-matang oleh CEO. Dilihat dari laman detikcom, Setidaknya ada dua alasan yang membuat Nadiem Makarim berani membuat keputusan ini. Pertama, Vietnam merupakan negara yang pas untuk berbisnis dalam dunia teknologi, karena masyarakatnya yang memang terbuka terhadap hal-hal baru. Kemudian yang terakhir adalah rasio jumlah pengguna sepeda motor di Vietnam termasuk yang terbesar di Asia Tenggara.

Dalam waktu kurang dari satu bulan, aplikasi Go-Viet bahkan telah diunduh lebih dari 1,5 juta orang. Sementara untuk jumlah mitra pengemudinya mencapai 25 orang di bulan pertamanya. Mungkin jumlah tersebut kini telah bertambah lebih banyak lagi.

Dilihat dari situs resminya Go-Viet kini mereka sudah memiliki tiga layanan, yaitu Go-Bike atau layanan antar orang, Go-Send, layanan pengiriman barang, dan Go-Food, layanan pemesanan makanan.

2. Get! (Thailand)

Ojek online
Gojek kemudian merambah ke Negeri Gajah Putih, Thailand dengan nama Get!

Setelah puas dengan Vietnam, perusahaan ojek online dalam negeri Gojek kemudian merambah ke Negeri Gajah Putih, Thailand dengan nama Get. Versi beta sebenarnya telah diluncurkan pada Desember 2018, tapi baru resmi mengaspal pada awal 2019 ini.

Kota pertama yang menerima layanan ini adalah Bangkok. Selama versi beta, Get telah mendapat 2 juta perjalanan. Jumlah tersebut tentu sebagai tanda respons positif dari para masyarakat Bangkok terhadap layanan ini. Get akhirnya resmi mengaspal di Bangkok pada Februari 2019. Peluncurannya pun disaksikan oleh Menkominfo Rudiantara dan Duta Besar Indonesia untuk Thailand.

Layanan yang dikeluarkan adalah Get Win atau layanan ojek antar orang, Get Delivery atau layanan pesan antar, dan Get Food. Demi menarik peminat dan jumlah pelanggan, di bulan pertama peluncurannya Get memberikan beragam promo menarik seperti diskon 50 persen dan bebas ongkos kirim.

Baca juga: Setelah 9 Tahun Berdiri, Gojek Akhirnya Masuk Papua

3. Gojek Singapura

Ojek online
Gojek juga rambah Singapura (Shutterstock).

Tidak merubah namanya seperti di Vietnam dan Thailand, Gojek tetap menggunakan nama awalnya untuk unit usaha di Singapura. Aplikasi Gojek sudah bisa diunduh sejak November 2018 silam. Tapi hingga kini, aplikasi tersebut masih berstatus beta.

Dilihat dari Kompas.com, Gojek di Singapura masih banyak memiliki keterbatasan. Pertama adalah soal jumlah pengemudi yang masih sedikit. Hal tersebut tentu membuat banyak pelanggan yang tak bisa mendapatkan layanan itu, akhirnya ada sistem waiting list untuk para penumpang.

Selain itu, rute yang diambil juga masih sempit, yaitu hanya sebatas Singapura bagian timur yang mencakup Central Business District, Jurong East, Changi, Pungol, Ang Mo Kio, dan Sentosa.  

4. Suntik dana ke ojek di Uganda

Ojek online
Suntik dana ke ojek di Uganda

Gojek, melalui unit pengelolaan dana investasinya Go-Ventures disebut-sebut telah memberikan bantuan pendanaan ke aplikasi ojek online asal Uganda, SafeBoda. Dikutip dari Tempo, pendanaan ini merupakan hasil kerja sama dari Go-Jek dengan Allianz. Allianz sendiri merupakan salah satu investor Gojek. Perusahaan asuransi asal Jerman ini pernah menyetor dana US$ 35 juta untuk Gojek.

Dengan pemberian bantuan ini, mungkin kemungkinan Gojek untuk membuka unit usaha di Uganda akan semakin besar. Walaupun belum ada pernyataan resmi apakah Nadiem cs memiliki rencana untuk ekspansi ke Afrika atau tidak.

SafeBoda merupakan layanan ojek online yang telah berdiri sejak tahun 2018 silam. Dirikan oleh seorang pengemudi ojek asal Uganda, dengan dua orang intelektual asal Eropa. Ternyata, layanan ini gak cuma ada di Uganda saja, tapi juga telah merambah ke Kenya. SafeBoda sendiri sebelumnya juga sudah pernah mendapatkan pendanaan dari London dengan uang sebesar US$ 1,1 juta.

Itu tadi jejak-jejak ekspansi aplikasi ojek online kebanggaan Indonesia Gojek. Perkembangan Gojek memang sangat membanggakan negara banget, bagaimana tidak, dalam waktu 9 tahun mereka sudah bisa berekspansi ke negara-negara Asia Tenggara, dan membantu perusahaan di Afrika. Apalagi, Gojek menjadi satu-satunya startup asli Indonesia yang menyandang predikat decacorn. (Editor: Winda Destiana Putri).

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan