Pernah Jadi Pengacara dan Anggota DPR, Segini Kekayaan Menteri Yasonna Laoly

4 menit
Kekayaan Yasonna Laoly Mencapai Rp 23 Miliar (TEMPO).
Kekayaan Yasonna Laoly Mencapai Rp 23 Miliar (TEMPO).

Aksi penolakan RKUHP yang dilakukan mahasiswa beberapa hari belakangan ini direspons Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly dengan menantang para mahasiswa buat berdebat dengan dirinya. Hal ini disampaikan dirinya saat berada Kompleks Parlemen pada Selasa (24/9).

Gak cuma menantang, Menteri Yasonna Laoly juga mengimbau para mahasiswa yang turun ke jalan agar jangan sampai terbawa agenda-agenda politik yang menurutnya gak benar. Namun, adanya agenda politik gak benar hingga rencana melengserkan Presiden Joko Widodo di balik aksi demonstrasi kemarin dibantah keras oleh mahasiswa.

Aksi demonstrasi yang dilakukan para mahasiswa jelas bertujuan menolak Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP), UU KPK yang telah direvisi, dan RUU-RUU yang dinilai bermasalah. Para mahasiswa juga mendesak disahkannya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual yang tak kunjung diselesaikan DPR dan Pemerintah.

Berkat aksi demonstrasi para mahasiswa, RKUHP dan RUU yang bermasalah lainnya gak jadi disahkan. Pemerintah dan DPR pun sepakat buat menunda pembahasan RKUHP dan RUU yang bermasalah lainnya.

Lepas dari rencana Pemerintah dan DPR yang pengin meloloskan beberapa RUUU bermasalah, ada cerita menarik dari Yasonna Laoly hingga bisa menjadi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Seperti apa ceritanya? Yuk, disimak.

Diinginkan jadi pendeta, kini Yasonna Laoly jadi Menteri dengan kekayaan Rp 23 miliar

Yasonna Laoly bukanlah sosok baru dalam dunia hukum dan politik. Pria kelahiran 27 Mei 1953 yang berdarah Batak dan Nias ini mulai masuk ke dunia hukum sejak berkuliah di Fakultas Hukum (FH) Universitas Sumatera Utara (USU) dan lulus tahun 1978.

Padahal, dulunya nih Yasonna Laoly diinginkan ayahnya buat menjadi pendeta. Keinginan sang ayah yang pernah menjadi anggota DPRD Kota Sibolga dan anggota DPRD Tapanuli Tengah dari Fraksi ABRI disetujui Yasonna saat itu.

Sayangnya, apa yang diharapkan ayahnya kandas setelah Yasonna Laoly diajak saudaranya keliling kampus USU. Sejak itu ia tertarik buat berkuliah di Fakultas Hukum USU. Sempat mendapat tentangan, ayah Yasonna pada akhirnya memahami keinginan anaknya tersebut.

Selama berkuliah di USU, Yasonna Laoly dikenal aktif dalam organisasi kampus. Ia tercatat pernah terlibat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) tahun 1976, kegiatan senat mahasiswa, dan sempat jadi sekretaris umum senat mahasiswa Fakultas Hukum.

Lebih dari itu, saat masih berkuliah Yasonna Laoly pernah ikut menangani kasus hukum. Waktu itu ia menjadi pengacara buat menangani kasus perceraian. Lama-kelamaan kasus yang dipegangnya bermacam-macam, dari utang piutang hingga membela terpidana mati.

Pekerjaannya sebagai pengacara tetap dilanjutkannya setelah kuliahnya selesai. Yasonna Laoly juga diketahui pernah aktif mengajar sebagai dosen di Universitas HKBP Nommensen. Bahkan, Yasonna pernah menjadi Pembantu Dekan I di universitas tersebut.

Selama aktif di Universitas HKBP Nommensen, Yasonna Laoly mendapat kesempatan buat melanjutkan pendidikannya di luar negeri. Yasonna lulus dengan gelar Master di Virginia Commonwealth University tahun 1986.

Yasonna Laoly bersinggungan dengan dunia politik ketika munculnya gerakan reformasi tahun 1998. Awalnya berkampanye dukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Yasonna pun akhirnya memutuskan bergabung dengan partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri tersebut.

Ia pun terpilih mewakili PDIP sebagai anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari 1999 – 2004. Selain itu, Yasonna juga pernah terpilih sebagai anggota DPR buat periode 2004 – 2009 dan periode 2009 – 2014.

Sampai akhirnya terpilihnya Joko Widodo sebagai Presiden yang diusung PDIP mengantarkan Yasonna yang ditunjuk buat menduduki posisi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dari 2014 – 2019. 

Sebagai bagian dari penyelenggara negara, Yasonna Laoly diwajibkan melaporkan kekayaan dan harta yang dimilikinya. Dari LHKPN terbaru tahun 2018, kekayaan yang dimiliki Yasonna diketahui mencapai Rp 23.355.955.382.

Penasaran apa aja aset-aset yang dimiliki Yasonna Laoly hingga punya kekayaan sebanyak itu? Berikut ini ulasannya.

Didominasi properti, ini daftar aset milik Yasonna Laoly yang mencapai Rp 23 miliar

Yasonna Laoly
Properti (Shutterstock).

Kekayaan Yasonna Laoly yang tembus Rp 23 miliar ternyata didominasi kepemilikannya atas sejumlah properti. Berikut ini adalah daftar aset yang dimasukkan dalam daftar LHKPN 2018.

1. Menteri Yasonna memiliki tanah dan bangunan senilai Rp 3.701.150.126

Properti yang dimiliki Yasonna mendominasi komponen kekayaan yang dimilikinya. Tercatat ada beberapa properti yang tersebar di wilayah-wilayah Sumatera Utara, yaitu:

  • Tanah seluas 315 m2 senilai Rp 60.000.000.
  • Tanah seluas 1.895 m2 senilai Rp 180.000.000.
  • Tanah dan bangunan seluas 990 m2/225 m2 senilai Rp 150.000.000.
  • Tanah seluas 480 m2 senilai Rp 116.640.000.
  • Tanah seluas 1.300 m2 di Karo senilai Rp 100.000.000.
  • Tanah dan bangunan seluas 800 m2/459 m2 di Kota Medan senilai Rp 198.531.000.
  • Tanah seluas 2.083 m2 di Kota Medan senilai Rp 75.000.000.
  • Tanah seluas 337 m2 senilai Rp 60.000.000.
  • Bangunan seluas 52 m2 di Tangerang senilai Rp 305.159.126.
  • Tanah dan Bangunan seluas 60 m2/180 m2 senilai Rp 200.000.000.
  • Tanah seluas 963 m2 di Kota Medan senilai Rp 274.455.000.
  • Tanah seluas 817 m2 di Deli Serdang senilai Rp 232.845.000.
  • Tanah dan bangunan seluas 180 m2/119 m2 di Tangerang senilai Rp 866.600.000.
  • Tanah seluas 5.184 m2 di Deli Serdang senilai Rp 25.920.000.
  • Tanah seluas 5.550 m2 di Deli Serdang senilai Rp 666.000.000.
  • Tanah seluas 15.000 m2 di Deli Serdang senilai Rp 190.000.000.

2. Menteri Yasonna punya dua mobil Toyota senilai Rp 843.660.000

Dalam LHKPN 2018, Yasonna mencatatkan dua mobil yang dimilikinya. Kedua-duanya diketahui bermerek Toyota dan berasal dari tahun produksi yang berbeda.

Yasonna memiliki Toyota Harrier Jeep buatan tahun 2015. Mobilnya dilaporkan bernilai Rp 560.000.000. Lalu ada Toyota Fortuner Jeep buatan tahun 2018 yang bernilai Rp 283.660.000.

3. Punya harta bergerak lainnya, surat berharga, dan kas

Selebihnya, Yasonna mencatatkan harta bergerak lainnya senilai Rp 3.606.000.000. Terus ada surat berharga senilai Rp 1.987.922.000. Ditambah kas dan setara kas senilai Rp 13.217.223.256.

Nah, itu tadi informasi mengenai perjalanan karier Yasonna Laoly yang berawal sebagai pengacara kini menjadi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Dengan nilai kekayaan yang menyentuh puluhan miliar, kira-kira nih gimana menurutmu? (Editor: Winda Destiana Putri).

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!