Kenaikan Harga Makanan dan Tiket Pesawat Penyumbang Inflasi Terbesar

1 menit
Shutterstock
Shutterstock

Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan laju inflasi pada bulan November 2018 mencapai 0,27 persen. Angka itu lebih rendah jika dibandingkan Oktober 2018 yang mencapai 0,28 persen.

Dengan itu, laju inflasi sepanjang Januari hingga November 2018 (year to date) sebesar 2,50 persen, sedangkan secara tahunan (year on year) sebesar 3,23 persen.

Kepala BPS Suhariyanto, mengungkapkan, andil terbesar dalam inflasi November 2018 ada pada tarif angkutan udara dan bahan makanan.

Adanya kenaikan tarif angkutan udara memiliki andil terhadap sebesar 0,05 persen. Disusul kenaikan harga bensin sebesar 0,02% persen, kemudian kenaikan pulsa untuk paket internet menyumbang 0,01 persen. Dengan ini, kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan menyumbang laju inflasi terbesar pada November 2018.

Secara umum kenaikan tarif angkutan udara lebih disebabkan oleh faktor menjelang liburan akhir tahun hingga banyaknya agenda pemerintah terlebih di 43 kota Indonesia bagian Timur yakni Ambon, Ternate, dan Sorong.

Bahan Pangan

Sedangkan dari kelompok bahan pangan, laju kenaikan terbesar di sumbang dari kenaikan harga besar yang memberikan andil 0,03 persen, dan kenaikan harga bawang merah juga mengalami kenaikan dan berkontribusi pada laju inflasi November 2018 sebesar 0,04 persen.

Kenaikan harga bahan pangan ini lebih disebabkan oleh perubahan cuaca dan berdampak langsung pada tingkat harga komoditas pangan.

Berdasarkan data BPS, dari total 82 kota yang di survei, sebanyak 70 kota mengalami inflasi dan 12 kota lainnya mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Merauke sebesar 2,05 persen dan terendah di Balikpapan. Sedangkan, deflasi tertinggi terjadi di Medan 0,74 persen dan terendah di Pematangsiantar dan Pangkalpinang 0,01 persen.

Secara keseluruhan, terdapat beberapa komoditas yang memicu kenaikan, mulai dari tarif tiket pesawat, harga bawang merah, beras, upah tukang, dan kenaikan harga bensin nonsubsidi.

Inflasi merupakan proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue) berkaitan dengan mekanisme pasar. Penyebabnya antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat.

Sedangkan deflasi merupakan suatu periode di mana harga-harga secara umum jatuh dan nilai uang bertambah. Deflasi terjadi karena kurangnya jumlah uang yang beredar.

 

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

MoneySmart Singapore MoneySmart Indonesia MoneySmart Hong Kong