Kenalan dengan Investasi Reksa Dana Syariah Yuk! Mungkin Lebih Cocok buat Kamu

3 menit
investasi reksa dana syariah

Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia adalah negara yang sangat berpotensi di dunia perbankan syariah. Setelah bank syariah, muncul investasi berprinsip syariah yaitu reksa dana syariah.

 

Pada 2015, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahkan secara khusus mencanangkan Program Tahun Pasar Modal Syariah karena perkembangan reksa dana syariah cukup pesat. Ini membuktikan investasi berbasis syariah sangat mendapat tempat di Indonesia.

 

Apa itu reksa dana syariah? Yang membedakan reksa dana syariah dengan reksa dana konvensional apa?

 

Reksa dana syariah adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal sebagai pemilik harta (shabib al-mal/rabb al-mal). Dana ini selanjutnya diinvestasikan dalam portfolio efek oleh manajer investasi sebagai wakil shahib al-mal menurut ketentuan dan prinsip syariah Islam.

 

Pengertian itu tercantum di situs salah satu bank yang menawarkan investasi reksa dana syariah, yaitu Bank Negara Indonesia (BNI).

 

Melihat definisi di atas, reksa dana syariah kurang-lebih sama dengan reksa dana konvensional. Tapi ada yang perlu digarisbawahi, yakni ketentuan dan prinsip syariah Islam.

 

[Baca: Untuk Pemula, Begini Lah Cara Kerja Investasi Reksa Dana dan Simulasinya Secara Sederhana]

 

Secara garis besar, ketentuan dan prinsip syariah Islam yakni mengerjakan yang halal dan menjauhi yang haram. Dalam hal investasi reksa dana syariah, dana investasi tak boleh ditanam di perusahaan yang berhubungan dengan sesuatu yang haram. Misalnya:

 

  • Produsen daging babi
  • Produsen minuman keras
  • Berhubungan dengan judi, pornografi, hiburan maksiat, dan lain-lain.

 

portfolio reksa dana syariah

Portfolio reksa dana syariah beda dengan reksa dana biasa soalnya aturannya juga beda. 

 

 

Selain itu, portfolio yang bertentangan dengan ketentuan syariah juga harus dijauhi. Contohnya:

 

  • Yang bersifat riba
  • Perdagangan barang palsu
  • Mengandung ketidakpastian

 

Karena itulah investasi reksa dana syariah cuma bisa dilakukan pada instrumen keuangan yang berbasis syariah, yakni:

 

  1. Efek pasar modal syariah, misalnya obligasi syariah dan saham-saham yang termuat di Daftar Efek Syariah yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan.
  2. Instrumen pasar uang syariah, misalnya sertifikat investasi mudhabarah antar-bank.

 

Seperti reksa dana konvensional, investasi reksa dana syariah dilakukan melalui manajer investasi. Tapi bukan lantas perusahaan manajer investasi itu juga harus punya embel-embel syariah juga.

 

Kalau kita berniat menanam dana di investasi reksa dana syariah, tinggal bilang ke manajer investasinya. “Pak/Bu, saya mau dana investasi saya dikelola secara syariah saja.” Gampang kok.

 

[Baca: 6 Cara Memilih Manajer Investasi buat yang Mau Terjun ke Reksa Dana]

 

Risiko dan Keuntungan Investasi Reksa Dana Syariah

Sama seperti investasi reksa dana konvensional, dengan hanya Rp 100 ribu kita bisa mendapat status investor reksa dana syariah. Tapi gak semua reksa dana syariah bisa dibeli dengan duit segitu. [Baca: 8 Tempat Beli Reksa Dana 100 Ribu Rupiah yang Bisa Jadi Investasi Pertama]

 

Itulah salah satu keuntungan reksa dana syariah. Gak butuh duit sekoper buat jadi investor kalau terjun ke reksa dana.

 

Keuntungan lain reksa dana syariah lainnya yaitu lebih aman dan stabil. Sebab suatu perusahaan yang bisa dibiayai lewat reksa dana ini rasio utang dan modalnya paling tidak 45 persen : 55 persen. Artinya, perusahaan itu secara umum memiliki struktur modal yang sehat, sehingga jauh dari ancaman bangkrut.

 

Mekanisme perhitungan imbal hasil investasi reksa dana syariah juga sama dengan reksa dana konvensional. Jadi memang gak begitu banyak perbedaan antara reksa dana syariah dan konvensional.

 

perhitungan imbal hasil reksa dana syariah

Reksa dana syariah juga ada risikonya. Kurang-lebih sama dengan reksa dana konvensional. 

 

 

Risikonya pun mirip-mirip, yaitu:

  • Penurunan nilai aktiva bersih
  • Keterlambatan pencairan jika terjadi pencairan dana hasil investasi secara bersa-sama dalam jumlah yang besar
  • Terkena dampak perubahan konisi sosial-ekonomi-politik negara
  • Manajer investasi melakukan wanprestasi
  • Pembubaran reksa dana

 

Yang menarik dari reksa dana syariah adalah jenis investasi ini tidak dikhususkan untuk umat Islam. Masyarakat umum bebas menarik manfaatnya karena prinsip syariah di sini digunakan sebagai sistem, bukan keyakinan.

 

Karena itu, apa pun latar belakang kita, jika memang berniat terjun ke investasi reksa dana syariah, lakukan saja. Yang penting, kita harus tahu dulu apa tujuan investasi kita. [Baca: Kunci Sukses Investasi: Tanpa Menentukan Tujuan Sama Aja Bunuh Diri]

 

 

 

Image Credit:

  • http://photo.kontan.co.id/photo/2014/08/26/683064251p.jpg
  • http://photo.kontan.co.id/photo/2012/07/31/1883067868p.jpg
MoneySmart
MoneySmart

MoneySmart adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan