6 Kesalahan Finansial Saat Kepala Dua yang Bikin Kita Kerja Sampai Tua

4 menit
kepala dua
6 Kesalahan Finansial Saat Kepala Dua yang Bikin Kita Kerja Sampai Tua, (Ilustrasi/Shutterstock).

Jika boleh memilih semua orang di dunia ini gak ada yang mau kerja sampai di usia senja alias tua. Saat usia kita menginjak di kepala dua, mestinya kalian waspadai nih enam kesalahan yang nantinya bikin rugi kamu di hari tua. Gak mau kan di usia senja kamu masih kerja bagai kuda.

Usia kepala dua memang sangat menentukan masa depan kita nantinya. Di usia muda ini bisa dibilang masa-masa produktif buat bekerja dan mencoba hal-hal baru untuk mengembangkan karier.

Namun, kerja keras aja gak bakal bisa menjamin kamu bisa pensiun dengan tenang nantinya. Tenaga udah gak seperti muda dulu, tapi kerjaan makin banyak udah gitu cicilan juga masih menunggu. 

Buat kamu yang pengin punya masa tua yang bahagia. Ketahui dulu yuk beberapa kesalahan finansial yang kerap dilakukan di usia 20-an. Gak usah berlama-lama lagi kita baca aja selengkapnya di sini. 

Baca juga: Ini Jenis Investasi Buat Milenial yang Baru Memasuki Dunia Kerja

1. Berpikir semua akan berjalan sesuai rencana

kepala dua
Jangan pernah melakukan hal ini ya, usahakan kamu sedia payung sebelum hujan, (Ilustrasi/Pixabay).

Lulus kuliah lalu masuk dunia kerja, sesampainya di tahap tersebut kamu mendapatkan promosi jabatan dan penghasilan atau gajimu naik. Usai melalui proses tersebut yang namanya kesempatan buat naik jabatan lagi pasti bakal ada. 

Saat mendapatkan pertanyaan soal masa depan, jawaban yang sering kali terucap banyak orang adalah “rezeki pasti ada di mana-mana”. 

Seandainya hal ini berjalan sesuai rencana atau cita-citamu tentunya kamu wajib bersyukur. Tapi apa yang terjadi jika sebaliknya?

Kamu tentunya bakal menikah dan mempunyai anak. Sementara itu, inflasi adalah hal yang bakal ada. Sedia payung sebelum hujan itu hukumnya wajib. Sama halnya dengan mempersiapkan kebutuhan finansial untuk hal-hal yang gak diinginkan. 

Baca juga: Mau Anakmu Tajir Melintir? Ini 7 Cara untuk Mengajarinya Agar Melek Keuangan

2. Konsumtif

kepala dua
Sifat konsumtif juga seringkali nih terjadi saat kamu masih di usia muda, (Ilustrasi/Pixabay).

Membiarkan gaji ludes untuk belanja barang yang kita inginkan bukanlah hal yang tepat buat dibiarkan begitu aja. Kebiasaan ini seringkali dilakukan di usia kepala dua, maka sulit bagimu buat merdeka finansial di usia kepala empat.

Gak sedikit perencana keuangan yang bilang kalau generasi millenial saat ini memang sangat mementingkan gaya hidup. Hingga akhirnya mereka cuek buat membeli properti atau aset lain yang berguna buat masa depan.

Apakah kamu salah satu di antara mereka? Hati-hati lho, nanti masa tuamu gak tenang.

Baca juga: Cara Jitu Ini Bisa Bantu Menghemat Gaji Sebulan, Yuk Buktikan!

3. “Pelit” dalam berinvestasi

kepala dua
Jangan pelit buat berinvestasi ya, mulai dengan nominal kecil gak ada salahnya kok!, (Ilustrasi/Pixabay).

Beberapa investasi seperti reksadana atau P2P lending memang bisa dimulai dengan bujet Rp Rp 50 ribu atau 100 ribu. Jangankan Rp 50 ribu, tabungan emas atau saham bahkan bisa dimulai dengan uang Rp 6 ribu perak!

Nominal kecil ini sejatinya mencoba mengajari kita bahwa investasi itu bukanlah hal yang mahal. Tapi bisa dimulai dengan uang yang “sesuai dengan penghasilan kita”. 

Ketika kita cuma mengandalkan sedikit uang buat investasi, maka imbal hasil yang didapat juga kecil begitu dengan sebaliknya. 

So! Gak usah pelit-pelit deh soal investasi. Alokasikan saja 10 hingga 20 persen dari penghasilan per bulan. Tujuannya tentu aja agar di masa tua nanti, kita memiliki tambahan dana pensiun. 

4. Serakah dalam mencari “cuan”

kepala dua
Segala sesuatu yang berlebihan emang gak baik! Maka dari itu jangan pernah serakah dalam mencari cuan ya, (Ilustrasi/Shutterstock).

Ini adalah kebiasaan buruk buat mereka yang udah paham soal investasi. Lebih tepatnya adalah saham, forex, atau instrumen derivatif

Merupakan kebalikan dari nomor ketiga. Kalau yang ketiga kamu memiliki rasa pelit yang satu ini jor-joran karena tujuannya mencari cuan atau keuntungan berlimpah. Bahkan rela menggunakan seluruh uangnya.

Hal ini juga gak baik dilakukan karena setiap investasi dengan imbal hasil besar memiliki risiko yang cukup besar. Apa jadinya jika investasi itu berbalik arah dan membuatmu rugi? 

5. Menggunakan dana pensiun sebelum waktunya

kepala dua
Menggunakan dana pensiun di usia 20-an, yakin?, (Ilustrasi/Pixabay).

Mungkin saja, di usia kepala dua ini kamu udah mulai berinvestasi buat masa tuamu. Sebut aja seperti nabung saham, beli reksadana, dan lainnya. Termasuk salah satu di antaranya adalah berpartisipasi dengan BPJS TK (BPJS Ketenagakerjaan).

Dana investasi gak boleh dicairkan sebelum waktunya. Tapi terkadang, ketika cuannya udah di atas 10 persen atau bahkan 30 persen, tentu aja sangat menggiurkan buat mencairkannya bukan? 

Atau sebut saja, kamu resign dari tempat kerjamu dan melihat saldo JHT atau BPJS TK yang sangat besar. Pasti tergoda buat mencairkan uang tersebut.

Sebelum kamu berniat melakukan hal itu, coba pikir matang-matang bahwasannya di masa depan nanti, dana tersebut bisa jadi “jauh” lebih besar ketimbang sekarang. Pilih mana? Cairkan sekarang apa nanti aja?

6. Menyerah

kepala dua
Jangan pernah cepat menyerah di usia muda ya!, (Ilustrasi/Pixabay).

Nah, poin terakhir ini adalah paling buruk di antara yang lain. Menyerah karena merasa gagal, adalah sebuah keputusan yang paling berbahaya bisa berakibat fatal di masa depan.

Gagal di usia muda dalam karier atau usaha itu wajar. Banyak sekali orang sukses dan crazy rich yang mengalami hal ini.

Seandainya terbeit dipikiran mu soal keinginan menyerah, tanyakan pada diri sendiri, “mengapa keputusan ini muncul? Mau ke mana dirimu usai menyerah?”.

Itulah enam kesalahan di usia kepala dua yang bisa membuatmu kerja hingga di usia senja. Mumpung masih muda, yuk kita benahi diri sendiri demi masa depan yang baik. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.