Meski Lebih Bebas, Kerja Remote Ternyata Juga Ada Kerugiannya Lho

3 menit
Kerja remote memiliki keuntungan bisa kerja di mana saja (Shutterstock).
Kerja remote memiliki keuntungan bisa kerja di mana saja (Shutterstock).

Banyak yang berpikiran kalau kerja remote itu enak, karena gak harus ke kantor untuk menyelesaikan setiap tugas-tugas yang diberikan atasan. Artinya, kamu bisa bekerja dimanapun kamu berada dan kapanpun asalkan tugas selesai. 

Budaya remote masih awam di Indonesia. Tapi belakangan, kantor-kantor startup sudah mulai memberikan keistimewaan ini. Jadi karyawannya ada yang bisa kerja sambil liburan di Bali misalnya. Tentunya gak bisa sembarangan remote juga, pasti ada batasan-batasan yang diberikan oleh perusahaan, misalnya setahun cuma bisa 100 jam. 

Keuntungan lainnya adalah kamu bisa mengurangi tingkat kejenuhan terhadap pekerjaan. Bekerja satu mingguan penuh di kantor dengan rutinitas yang itu-itu saja memang membosankan, tapi dengan remote, kamu bisa dengan bebas menentukan di mana kamu bekerja, yang tentunya memiliki suasana baru. 

Sayangnya, gak semuanya tentang kerja remote itu menguntungkan, selalu ada sisi negatifnya dari keputusan bekerja di luar kantor ini. Apa saja? 

Baca juga: Gak Nyangka! 7 Profesi Ini Berbayaran Termahal Per Jam

1. Kesulitan koordinasi 

Kerja Remote
Sulitnya berkoordinasi jika bekerja dari luar (Shutterstock).

Kerja remote artinya kamu bekerja sendiri tanpa ada rekan-rekan kerja di sampingmu. Artinya kalau terjadi kesulitan, kamu jadi sulit untuk menghubungi mereka. Yang biasanya tinggal colek atau nyamperin ke meja kerjanya, tapi dengan remote, kamu harus rela menelepon mereka. Tapi belum tentu teleponmu langsung diangkat. 

Selain itu, kamu juga jadi gak bisa berkomunikasi secara langsung dengan atasan. Misalnya atasanmu memberikan perintah mendadak melalui telepon, tapi kamu kurang menangkap perintahnya karena masalah sinyal di tempatmu remote sangat jelek, potensi miskomunikasi bakalan ada. 

2. Kurang sosialisasi dengan rekan kerja 

Kerja Remote
Bekerja dari luar (Shutterstock).

Selain berpotensi besar miskomunikasi, kamu juga jadi kurang bersosialisasi dengan rekan kerja. Misalnya yang biasanya kamu kerja sambil ngobrol dengan teman-teman, tapi dengan remote, kamu harus bekerja sendiri dan terus terpaku ke layar laptop. 

Ingat di dalam dunia kerja itu perlu keseimbangan antara menyelesaikan tugas-tugas, dengan bersosialisasi. Sosialisasi itu membantu kamu untuk mengurangi tingkat stres yang diakibatkan oleh beban kerja. Jadi bayangkan kalau kamu gak bersosialisasi seharian.

Baca juga: 6 Cara Mudah Mengembalikan Semangat Kerja, Salah Satunya Ingat Cicilan!

3. Susah fokus karena banyak gangguan 

Kerja Remote
Susah fokus jika kerja dari luar kantor (Shutterstock).

Kerja remote ternyata lebih banyak gangguannya, sekalipun kamu bisa kerja di tempat yang tenang banget, tetap saja gangguan itu selalu ada. Misalnya kamu kerja di rumah, pasti ada sesekali kamu kepikiran untuk tidur dulu, atau menonton tv terlebih dahulu yang jelas kegiatan itu dilarang di kantormu ketika jam kerja. Kalau sudah terganggu dengan hal itu, bisa-bisa kerjaanmu bisa gak beres-beres. 

Itu baru di rumah, gimana kalau remote sambil liburan, di Bali misalnya. Niatnya sih liburan, tapi ya kamu gak mau menggunakan jatah cuti tapi pakai jatah remote. Terus numpang nugas deh di kafe, terus kamu bakal kedistraksi sama orang-orang yang lalu lalang keluar masuk kafe pasti, berisik banget deh. Belum lagi kalau misalnya internetnya gak stabil, duh malah gak bisa kerja deh kamu. 

4. Lebih boros 

Kerja Remote
Lebih boros kerja di luar kantor (Shutterstock).

Di kantor, kamu bisa menggunakan fasilitas penunjang gratis sepuasnya. Tapi kalau kerja remote kamu harus siap keluar modal sendiri, misalnya untuk memesan makanan di kafe tempatmu remote. Misalnya kerja dari Bali, kamu harus modal buat nyewa coworking space yang harga per harinya bisa Rp 100-200 ribuan. 

Belum lagi kamu harus mengeluarkan biaya konsumsi. Harga makanan di sana mungkin bisa Rp 30.000 sampai Rp 100.000 untuk sekali makan. 

Sama yang terpenting adalah pulsa telepon untuk berkoordinasi dengan rekan kerja atau atasan di kantor. Meskipun kamu bekerja berjauhan, tetap harus ada koordinasinya dong, nah caranya adalah menggunakan email atau telepon. Itu artinya kamu harus siap modal pulsa banyak buat nelpon sana-sini.

Baca juga: Perhatikan! Ini Alasan yang Membuat Kamu Gak Dipanggil Setelah Interview Kerja

Itu tadi empat kekurangan yang bisa ditemukan dari kerja remote. Meski sudah banyak yang mengetahui kekurangan-kekurangannya, fasilitas kerja ini masih saja diminati banyak karyawan khususnya anak muda. Karena berdasarkan penelitian Buffer, sebagian besar pekerja memilih remote adalah karena waktu yang fleksibel dan bisa bekerja di mana-mana. (Editor: Winda Destiana Putri).

 

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.