Ada Politisi Ajak Tolak Bayar Pajak, Sudah Tahu 5 Konsekuensi Gak Bayar Pajak Belum?

4 menit
bayar pajak
Konsekuensi gak bayar pajak. (Shutterstock)

Warga negara yang baik taat pajak. Andaikata gak bayar pajak, apa aja sih kerugian-kerugian yang bakal muncul?

Imbauan Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono yang bilang pendukung paslon 02 gak usah membayarkan pajak, membuat orang-orang jadi bertanya-tanya mengenai akibat-akibat yang timbul dari perbuatan tersebut. Apalagi Pemerintah saat ini sedang berupaya buat menggenjot pemasukan dari pajak.

Seperti dikutip dari Suara.com, Arief Poyuono menyampaikan imbauan tersebut karena gak puas dengan hasil perhitungan real count Pilpres 2019 oleh KPU. Padahal, ketidakpuasan ini sejatinya bisa disampaikan lewat mekanisme hukum yang berlaku, seperti mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Kita memang tidak pernah bisa tahu pasti apa tujuan dari pernyataan yang dikeluarkan para politisi, termasuk soal ajakan untuk gak bayar pajak. Lantas, kalau imbauan tersebut diikuti banyak orang, kira-kira apa yang terjadi pada si Wajib Pajak ya?

Baca juga: Ini Lho Cara Cepat Bayar Pajak dan Lapor SPT dengan DJP Online

1. Gak bayar pajak? siap-siap kena vonis hukum masuk penjara selama 6 tahun

bayar pajak
Bisa terancam masuk penjara. (Shutterstock)

Bayar ataupun gak bayar pajak udah diatur ketentuannya dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum Perpajakan (KUP). Dalam UU tersebut, Wajib Pajak yang gak bayar pajaknya bakal dipenjara minimal 6 bulan dan maksimal 6 tahun penjara.

Ini masih ditambah dengan denda paling sedikit dua kali pajak terutang yang gak dibayarkan atau kurang bayar. Paling maksimal dendanya empat kali pajak terutang yang gak dibayarkan atau kurang bayar. Wah, kalau ketahuan, ngeri juga ya hukumannya?

Baca juga: 6 Konglomerat dan Perusahaan Indonesia Pembayar Pajak Terbesar

2. Bikin negara rugi

bayar pajak
Bikin negara rugi. (Shutterstock)

Ngaku Warga Negara Indonesia alias WNI, tapi ogah membayar pajak? Mending jangan ngaku-ngaku WNI deh. Sebab perbuatan menolak bayar pajak itu bisa bikin negara tempat kamu tinggal ini rugi.

Pasalnya, di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat dengan jelas kalau salah satu pendapatan Indonesia berasal dari pajak. Kebayang gak gimana jadinya kalau pendapatan berkurang? Emangnya bisa menutupi anggaran belanja negara?

Karena pendapatan dari pajak sedikit, APBN yang udah defisit makin tambah defisit. Bisa jadi Pemerintah mengurangi belanjanya dan dampak buruk yang terjadi berikutnya adalah ekonomi jadi lesu.

Baca juga: Gak Pake Ribet! Begini Cara Bayar Pajak Motor Online yang Praktis

3. Besaran subsidi berkurang

bayar pajak
Subsidi berkurang. (Instagram/@ditjenpajakri)

Negara sampai saat ini masih memberi subsidi lho. Tercatat alokasinya disalurkan buat subsidi energi dan nonenergi.

Pada 2018 aja, besaran subsidi energi Indonesia mencapai Rp 94,5 triliun buat jenis BBM tertentu, LPG 3 kg, dan listrik. Sementara nonenergi mencapai Rp 61,7 triliun buat bantuan pangan, pupuk, transportasi, bunga kredit, dan pajak.

Gimana jadinya kalau sampai besaran subsidi tersebut dikurangi gara-gara pemasukan berkurang karena banyak yang gak membayar pajak? Kemungkinan besar ekonomi bisa jelek nantinya dan orang-orang yang menikmati subsidi jadi sulit hidupnya.

4. Gak bayar pajak sama dengan menolak gunakan fasilitas yang dibangun dari pajak

bayar pajak
Gak membayar pajak? gak malu gitu pakai fasilitas negara. (Instagram/@kemenkeuri)

Fasilitas-fasilitas publik yang dibangun Pemerintah selama ini dananya bersumber dari pajak yang dipungut. Tanpa pajak, mustahil kamu bisa menikmati jalan, jembatan penyeberangan, bandara, pelabuhan, dan fasilitas-fasilitas publik lainnya.

Makanya kalau udah memutuskan gak mau bayar pajak, ada baiknya jangan pakai fasilitas-fasilitas yang dibiayai dari pajak. Sebab orang yang sadar diri dan tahu malu pasti gak bakal mau menggunakannya.

5. Kegiatan Pemerintah terhambat dan Negara mau gak mau menambah utang

bayar pajak
Kalau utang makin menumpuk, gimana anak-anak kita nanti? (Instagram/@kemenkeuri)

Selama ini kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah terkait layanan publik didanai dari pemasukan yang ada di APBN. Minimnya pemasukan yang diperoleh Negara bisa menghambat Pemerintah dalam memberi layanan kesehatan, pendidikan, subsidi, dan dana desa.

Gak cuma itu, pembangunan infrastruktur, peningkatan keamanan, hingga kegiatan birokrasi juga terhambat. Mau gak mau opsi yang bisa diambil Pemerintah buat menangani ini adalah dengan menambah utang lagi.

Belakangan ini aja Negara berutang demi pembangunan infrastruktur. Kalau nambah lagi karena banyak yang ogah bayar pajak, akibatnya adalah jumlah utang kita jadi bengkak. Pada akhirnya, kita sendiri juga yang merasakan kerugiannya.

Nah, itu tadi kerugian-kerugian yang bakal terjadi kalau sampai banyak warga gak bayar pajak. Bukan cuma Pemerintah yang dirugikan, kita semua merugi karenanya.

Satu hal lagi yang perlu diingat, Indonesia dibangun bersama-sama. Itu berarti semua orang sepatutnya menjaga negara ini. Salah satunya bisa dilakukan dengan taat membayar pajak. Setuju? (Editor: Ruben Setiawan)

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan