Pengin Kuliah Sambil Kerja Part Time? Ketahui Dulu 5 Kerugiannya

2 menit
kerja part time
kerja part time

Kerja part time sangat populer di kalangan mahasiswa. Selain bisa memberi uang jajan tambahan, kerja part time juga bisa mengisi kekosongan jadwal kuliah. 

Kuliah bukan seperti masa sekolah yang jadwalnya sudah pasti di setiap hari. Jadwal pembelajaran di kuliah sangat fleksibel, terkadang pagi saja atau siang hari, kadang sore hari saja. 

Untuk itu, kerja part time atau paruh waktu memang menjadi pilihan tepat untuk mengisi hari daripada hanya nongkrong dan tidur-tiduran kalau tidak ada jadwal ngampus

Pilihan kerja part time juga beragam, mulai dari menjaga restoran, menjaga kafe, menjaga perpustakaan, dan masih banyak lagi. 

Meski begitu, kerja part time gak selamanya mendatangkan keuntungan. Di waktu-waktu tertentu, kerja paruh waktu justru mendatangkan kerugian buat kamu mahasiswa yang masih aktif kuliah.

1. Waktu untuk mengerjakan semakin berkurang 

 

Kerja part time untuk mahasiswa rata-rata sekitar empat hingga enam jam per hari. Artinya, waktu untuk mengerjakan tugasmu akan terpangkas. Ini dapat menimbulkan risiko untuk kamu mengerjakan tugas terburu-buru. 

Tugas yang dikerjakan secara buru-buru hasilnya berpotensi tidak maksimal. Bahkan, beberapa ada yang rela tidak mengerjakan tugas, karena jadwalnya bentrok dengan pekerjaan.

Baca juga: 5 Pekerjaan Part Time yang Paling Cocok Buat Milenial!

2. Cenderung sering absen

 

Meski bekerja paruh waktu, bukan berarti kamu bisa menentukan jadwal kerja seenaknya. Pasalnya, tetap ada seorang atasan. 

Banyak juga kasus mahasiswa kedapatan jadwal kerja saat jam kuliah. Alhasil, dia memilih untuk bekerja dan bolos kelas. 

3. Tingkat partisipasi di kampus rendah

 

Kampus bukan cuma sekadar tempat belajar dan mendengarkan ocehan dosen, tapi juga tepat untuk bersosialisasi dengan teman-teman yang lain. 

Berpartisipasi di unit kegiatan mahasiswa atau organisasi kampus sangat membantu kamu mendapatkan bekal untuk dunia kerja nantinya. 

Kerja part time cenderung menyita waktu kamu untuk mengikuti kegiatan-kegiatan berorganisasi di kampus.

4. Waktu untuk belajar berkurang 

 

Selain waktu untuk mengerjakan tugas, waktu untuk belajar juga ikutan berkurang. Dampak yang lebih parahnya adalah nilai jadi anjlok

Tapi, beberapa ada yang berhasil memanajemen waktu dengan sangat baik. Sehingga masih tetap ada waktu untuk belajar meski jadwal kuliah dan kerja padat. 

5. Stres 

 

Pegawai biasa saja bisa stres apabila kebanyakan kerja, apalagi mahasiswa yang kerja part time. Beban pikirannya bakal lebih besar, antara harus memikirkan kerja part time, kuliah, dan tugas! 

Dampak dari stres akibat kerja juga banyak, bisa mengalami gangguan kesehatan fisik, kegiatan sosialisasi jadi berkurang, dan lebih bahayanya, bisa memengaruhi kesehatan mental.

Itulah lima kerugian bila mengambil kerja part time sambil kuliah. Kalau bisa membagi waktu dengan baik atau memiliki kemampuan manajemen waktu yang tepat, kamu gak bakalan mengalami hal-hal di atas. 

Tapi, perlu diingat, kamu harus meletakkan dunia perkuliahan, di atas kerja sampingan. Karena kuliah adalah bekal utama di masa yang akan datang. (Editor: Chaerunnisa)

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.