Sky Garden Tutup karena Gak Bayar Pajak, Ini Kerugian Ngemplang Pajak untuk Pengusaha

3 menit
Bayar pajak (Instagram/@skygardenbali)

Sebagai warga negara yang baik kita diwajibkan bayar pajak untuk membantu negara, baik dari segi ekonomi hingga pembangunan infrastruktur.

Tak hanya penghasilan yang kena pajak seperti lapor SPT setiap tahun, setiap kamu makanan di restoran, beli tiket pesawat, pesan hotel dan lainnya, pasti tertera biaya tambahan untuk pajak dan service yang umumnya terdapat di bagian paling bawah bill.

Sayangnya, tak sedikit orang memutar otak mencari cara untuk tidak membayar pajak. Padahal, dengan nekat melakukan hal tersebut justru sangat berisiko buat kamu. Terutama, para pengusaha.

Seperti yang terjadi pada Sky Garden, salah satu club besar di Jalan Legian, Denpasar, Bali di mana operasinya diberhentikan bahkan hingga disegel karena tidak membayar pajak.

“Sky Garden udah tutup karena belum bayar pajak, katanya sih sampai Rp 15 miliar,” ungkap Kiki driver salah satu rental mobil di Bali.

Bahkan, Jalan Legian yang umumnya ramai sesak dengan banyak orang dan macet sepanjang jalan kini terlihat begitu sepi.

Sungguh sayang sekali, karena kelalaian tidak bayar pajak membuat omzet berkurang sangat drastis. Gimana gak, Sky Garden merupakan salah satu club favorit di Bali karena kerap mengundang DJ terkenal.

Beberapa DJ Internasional seperti Dash Berlin, Steve Aoki, Lucas & Steve, Afrojack, Yellow Claw, Mike Williams, Bassjackers dan masih banyak lainnya diketahui pernah mengisi acara di club tersebut.

Gak heran, banyak yang rela mengantri panjang untuk bisa “berjoget” di Sky Garden. Padahal untuk bisa masuk ke dalam club tersebut, kamu perlu merogoh kocek Rp 150 ribu per orang yang bisa ditukarkan dengan berbagai jenis minuman, mulai dari alkohol, bir hingga soft drink.

Nah, biar gak mengalami kerugian seperti Sky Garden, Bali karena tidak bisa membayar pajak. Kali ini MoneySmart ingin memberikan beberapa informasi risiko atau kerugian yang akan kamu tanggung jika tidak taat pajak.

Apa saja? Berikut, empat di antaranya:

1. Tidak memiliki reputasi yang baik di mata konsumen

Bayar Pajak
Bayar Pajak

Tidak taat pajak akan memberikan reputasi yang buruk di mata konsumen. Kok bisa, konsumen tahu dari mana?

Di era yang sudah serbacanggih seperti saat ini, masyarakat akan dengan mudah mengetahui berbagai informasi terutama jika diumumkan oleh pemerintah. Tentu akan tersebar dengan cepat.

Jadi, bukan tak mungkin pihak pajak akan memberikan pengumuman perusahaan apa saja yang belum bayar pajak. 

Impact-nya tentu akan membuat konsumen menjadi ragu pada perusahaan yang tidak membayar pajak. Dengan begitu, pemasukan otomatis akan menurun dan bisa-bisa ditutup karena bangkrut.

Baca juga: Ada Politisi Ajak Tolak Bayar Pajak, Sudah Tahu 5 Konsekuensi Gak Bayar Pajak Belum?

2. Bisnis dalam pengawasan AEoI

Bayar pajak
Bayar pajak

AEoI atau Automatic Exchange of Information merupakan sistem pertukaran informasi rekening antara Wajib Pajak antar negara yang bertujuan untuk mengetahui atau melacak untuk menghindari adanya penggelapan pajak.

Pasalnya, tak sedikit pengusaha yang memiliki pendapatan besar dan melakukan penghindaran pajak dengan menyembunyikannya di luar negeri.

Jika terlacak dan diketahui, kamu akan menjadi sasaran target pengawasan AEoI yang tentu akan berdampak pada proses bisnis yang kamu jalani dan akan merasa tidak nyaman karena selalu berada di bawah pengawasan AEoI.

3. Izin usaha dicabut

Bayar Pajak
Bayar Pajak

Seperti yang terjadi pada Sky Garden, jika pengusaha nekat gak bayar pajak maka akan berisiko izin usahanya dicabut alias tidak bisa menjalankan bisnis lagi. Duh, amsyong banget gak sih?

Kalau sudah seperti seperti tentu akan memberikan kerugian materi yang sangat besar. Selain itu, akan semakin bertambah jumlah pengangguran di Indonesia.

Karena itu, lebih baik bayar izin tepat waktu sebelum mengalami kerugian yang jumlahnya sangat besar dari nominal uang yang harus kamu keluarkan untuk membayar pajak.

4. Pidana

Bayar Pajak
Bayar Pajak

Seperti yang tertuang pada Undang-Undang No.6 Tahun 1983 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, dengan perubahan terbaru pada Undang-Undang No.28 Tahun 2007, tidak taat pajak tak hanya berisiko untuk usaha yang kamu geluti tapi juga pada personalnya.

Diketahui kalau Wajib Pajak yang tidak memenuhi kewajibannya membayar pajak maka akan berisiko di penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 6 tahun. Malesin banget gak sih?

Itulah empat kerugian buat para pengusaha jika nekat tidak bayar pajak. Melihat risiko kerugian yang bisa bikin kamu miskin, lebih baik patuhi membayar pajak mulai sekarang ya. (Editor: Chaerunnisa)

Dewi Puri
Dewi Puri

Pecinta makeup yang terjun ke dunia financial. Jika biasanya berkutat dengan lipstik dan bedak, kini harus terbiasa dengan logam mulia maupun reksadana. Intinya tetap sama, menghasilkan suatu karya yang cantik.