5 Kesalahan Finansial Para Fresh Graduate yang Berbahaya buat Masa Depan

4 menit
fresh graduate
Kesahalah finansial fresh graduate. (Shutterstock)

Mereka yang masuk ke dalam golongan fresh graduate adalah yang baru saja lulus dari perguruan tinggi, terlepas dari title sarjana atau diploma yang mereka miliki. Periode lulusnya juga masih kurang dari enam bulan sejak wisuda.

Setelah lulus dari kuliah, mereka bakal merasakan bagaimana rasanya berjuang untuk segalanya di dunia ini, mulai dari hal yang paling sederhana yaitu, gak bergantung lagi dengan orangtua hingga mencicipi dunia kerja.

Yang perlu diperhatikan secara seksama adalah, gak semua fresh graduate memiliki pemahaman seputar manajemen finansial yang cukup baik. Hal itu disebabkan karena pendidikan yang satu ini memang sangat langka di bangku kuliah. 

Oleh karena itu, besar kemungkinan bagi mereka untuk membuat kesalahan seputar finansial yang bisa berdampak pada masa depannya nanti.

Buat kamu yang baru saja lulus dan baru melamar atau sudah mendapatkan pekerjaan pertamamu, ada baiknya untuk menyikapi berbagai kesalahan finansial yang dimaksud.

Baca juga: 6 Trik Negosiasi Gaji untuk Fresh Graduate Biar Dapat yang Maksimal

1. Gak pede nego gaji

fresh graduate
Harus pede nego gaji. (Pixabay)

Baru juga lulus, perjalanan karier tentunya masih sangat panjang. Apalagi buat mereka yang usianya masih muda. 

So, kerja di mana saja gak apa-apa dong? Kan intinya nyari pengalaman.

Pengalaman memang penting, tapi patut diketahui juga bahwa gak semua perusahaan itu baik dan mau menghargai para fresh graduate lho. Sebagai orang yang belum punya pengalaman kerja, dapat gaji layak itu adalah “hak.”

Ketahuilah berapa besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) di tempat kamu tinggal. Usahakan untuk mendapatkan gaji di atas UMP.

Ketika di pekerjaan pertamamu kamu menerima gaji yang kecil. Maka hal itu bisa berdampak buruk ke depannya, ketika kamu melamar pekerjaan di tempat lain.

Kenaikan gaji para karyawan baru umumnya 30 persen dari gaji di perusahaan tempat dia bekerja sebelumnya lho. 

Baca juga: Fresh Graduate Beda! Ini 6 Tips Wawancara Kerja buat Dapetin First Job Kamu

2. Biaya gaya hidup naik

fresh graduate
Mentang-mentang udah punya gaji sendiri, biaya hidup meningkat. (Pixabay)

Waktu kuliah mungkin hidup serba terbatas, gak bisa minta uang jajan lebih ke orangtua, harus ngirit buat pengeluaran, dan lainnya.

Berhubung sekarang sudah punya penghasilan sendiri, apapun bisa dibeli sampai kalap. Gak cuma hobi, melainkan harga outfitnya pun makin mahal. 

Selama jumlah pengeluaran itu gak melebihi 10 persen dari total penghasilan bulanan, mungkin aman-aman saja. Tapi kalau pengeluaran yang satu ini bikin tekor tiap bulan, waspadalah.

Uang yang kamu keluarkan untuk gaya hidup itu akan hilang begitu saja. Gak bakal bertambah seperti investasi. 

Baca juga: Gaji Besar, Ini 6 Alasan Management Trainee Jadi Incaran para Fresh Graduate

3. Gaji ludes di tanggal tua

fresh graduate
Tanggal tua gaji ludes. (Pixabay)

Seringkali, hal ini terjadi gak cuma bagi fresh graduate, melainkan karyawan kantoran lainnya. Faktornya pun beragam, ada yang karena kebutuhan sehari-hari, ada juga yang karena gaya hidup.

Ketika gaji sudah ludes, kamu kehilangan dana darurat yang sangat berguna untuk keperluan mendesakmu. Sebut saja seperti biaya pengobatan keluarga, dan lainnya.

Bila memang kamu masih sulit menabung saat pertama kali kerja, gak salah kok untuk memanfaatkan fitur autodebet di tabunganmu. Autodebet di sini maksudnya adalah pemotongan rutin sejumlah besar uang dari tabunganmu untuk dialirkan ke rekening tabungan rencanamu, dengan nominal yang disepakati sebelumnya dengan pihak bank. Tujuannya adalah untuk mendapatkan nominal dana darurat yang ideal.

4. Mulai jadi sultan

fresh graduate
Kebanyakan traktir sana-sini. (Shutterstock)

Baru terima gaji pertama, akhirnya berinisiatif untuk traktir teman-teman atau sanak saudara. Intinya mau berbagi kebahagiaan.

Tapi traktirnya gak sesuai bujet. Saat baru terima gaji, teman sekantor ditraktir, pas weekend keluarga, dan minggu depan teman-teman nongkrong.

Udah gitu, restonya juga mewah-mewah! Gak heran deh kalau di minggu kedua, ternyata gajinya sudah ludes setengah.

Traktir itu boleh-boleh saja, tapi tentukan juga biaya maksimalnya. Ingat lho, makan di restoran itu ada pajaknya. 

5. Menunda investasi untuk hari tua

fresh graduate
Investasi seharusnya dimulai sedini mungkin. (Shutterstock)

Investasi untuk hari tua jelas cukup beragam. Alangkah baiknya untuk dimulai saat kamu menerima gaji pertamamu.

Investasi memang terasa menyiksa, karena hal ini bisa mengurangi bujet foya-foyamu. Tapi, coba lihat manfaatnya di masa depan.

Ketika investasi sudah dimulai sejak dini, maka hidup tenang di masa tua tentu bukan angan-angan.

Mulailah untuk menabung dengan membeli produk reksadana atau saham blue chip. Jangan pernah cairkan investasi itu sebelum waktunya.

Itulah lima jenis kesalahan yang kerap dilakukan fresh graduate terhadap uangnya. Moga-moga kamu gak melakukan lima kesalahan ini ya! (Editor: Ruben Setiawan)

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.