Kesalahan Jokomi Ini Bisa Jadi Pelajaran Agar Pengajuan KPR Disetujui Bank

4 menit
agar pengajuan kpr disetujui bank

Semua orang boleh mengajukan KPR (kredit pemilikan rumah). Sayangnya, tak semuanya yang disetujui bank. Kisah mereka yang gagal dapatkan persetujuan KPR ini yang bikin siapapun dag dig dug kala mengajukan.

 

Gagal mendapatkan KPR itu rasanya lebih sakit dari ditolak cinta sama pacar. Sembuhnya lama. Bahkan dalam beberapa kasus bikin rasa trauma. Bukan bermaksud hiperbolis, cuma faktanya demikian.

 

Bagi sebagian orang, KPR adalah solusi paling jitu miliki rumah idaman. Maklumlah, KPR itu masuk jenis pinjaman dari bank di mana nasabah dibantu beli rumah tanpa menunggu duit terkumpul senilai harga rumah. Modalnya cukup 30 persen dari harga rumah dan sisanya biar bank yang menggenapi.

 

[Baca: Yang Perlu Diketahui Tentang KPR]

 

Bahasa gampangannya, KPR itu fasilitas utang buat beli rumah. Praktis, mengajukan KPR sama saja memohon utangan ke bank agar rumah yang diimpikan bisa dimiliki plus ditinggali.

 

Di sinilah pokoknya. Berutang ke bank itu bukan perkara sederhana. Ada segambreng persyaratan yang mesti dipenuhi. Dan, semua calon nasabah KPR hukumnya tunduk pada syarat itu!

 

Cerita gagal mendapatkan KPR bisa bermula dari sini. Seperti yang dialami Jokomi, pegawai swasta di bilangan Pancoran, Jakarta Selatan.

 

Jokomi awalnya percaya diri bisa pengajuan KPR-nya bisa tembus. penghasilan bulanannya Rp 7 juta, tak punya utang, dan statusnya jomblo.

 

Latar belakang itu yang membuatnya pede mendatangi bank mengajukan KPR. ”Daripada ngontrak di petakan milik Haji Didin, mending duitnya buat angsuran rumah.” Gitu pikiran Jokomi.

 

Eh, beberapa pekan kemudian, dia mendapat kabar pahit. Bank menolak aplikasi KPR-nya. Kontan, mimpinya bisa tinggal di perumahan kawasan Serpong langsung menguap.

 

agar pengajuan kpr disetujui bank

Kalau pengajuan KPR ditolak sakitnya tuh disini

 

 

Ini yang bikin Jokomi bertanya-tanya. Sebal, kesal, sampai emosi jadi satu. Padahal kan gajinya sanggup buat bayar angsuran bulanan.

 

Seketika Jokomi cari jawaban kenapa aplikasi KPR-nya ditolak bank. Kesalahan Jokomi ini bisa jadi pelajaran agar pengajuan KPR disetujui bank.

 

Besaran penghasilan

Penghasilan Jokomi terbilang lumayan, Rp 7 juta per bulan. Kalau ambil KPR dengan porsi utang 30 persen dari penghasilan, berarti dia bisa mencicil Rp 2 jutaan per bulan. Secara teori begitu. Terlebih Jokomi enggak punya utang di bank atau leasing. Entah itu bentuknya kartu kredit atau kredit motor.

 

[Baca: Alasan Perlunya Kartu Kredit untuk Bantu Keuangan]

 

Ternyata, penghasilan Jokomi itu ternyata gabungan dengan usaha sampingan lainnya. Di sini masalahnya. Bank hanya mau mengakui penghasilan kerja sampingannya jika itu bersumber dari instansi. Sedangkan penghasilan sampingan Jokomi dari bisnis jualan gas elpiji bersama temannya.

 

Berstatus karyawan kontrak

Jokomi baru saja pindah ke kantor baru. Status ini yang membuatnya masih dalam masa percobaan dan belum diangkat sebagai karyawan tetap. Padahal, bank mensyaratkan status karyawan tetap dengan masa kerja minimal dua tahun.

 

agar pengajuan kpr disetujui bank

Karyawan yang masih berstatus kontrak memang belum bisa leluasa mengakses produk bank. Semoga pemerintah segera punya solusi

 

 

Problemnya, Jokomi tidak menyertakan surat keterangan dari kantor sebelumnya bila masa kerjanya sudah di atas dua tahun. Jokomi pun juga tahu kalau bekerja di tempat yang belum berbadan hukum seperti PT, firma, yayasan, enggak bakalan dianggap ‘bekerja’ oleh bank.

 

Surveyor gagal menghubungi

Prediksi lainnya yang membuat Jokomi gagal adalah surveyor bank gagal menghubunginya. Bisa jadi saat surveyor menelepon, Jokomi tidak menerimanya.

 

Beda data dengan kantor

Di sini juga bisa jadi sumber KPR Jokomi dipermasalahkan bank. Gaji dari kantor hanya Rp 5 juta saja. Sedangkan Jokomi menulis pendapatan di form aplikasi KPR Rp 7 juta. Dia berpikir pendapatan sampingannya bisa mendongkrak ‘value-nya’ di mata bank. Ya tetap saja yang diakui bank adalah gaji Rp 5 juta-nya itu.

 

Belum punya reputasi di bank/lembaga keuangan

Jokomi tak punya kartu kredit dan tak pernah kredit kendaraan. Bisa jadi ini menjadi pemicu KPR-nya gagal. Padahal utang di bank atau leasing bisa membuat reputasi keuangan seseorang seksi di mata bank.

 

Dari kredit itu, bank bisa memonitor bagaimana calon nasabah menyelesaikan kewajibannya. Dari situ juga bank dapat memberikan penilaian bila calon nasabah itu punya kapasitas keuangan yang memadai bila berutang.

 

agar pengajuan kpr disetujui bank

Berutang itu nggak selamanya negatif. Kalau kita disiplin dalam membayar utang, bank bakal memberikan prioritas

 

 

Sekarang bagaimana bank mau menilai ketika Jokomi sama sekali enggak ada catatan keuangan di bank atau lembaga keuangan lain? Makanya utang itu nggak selamanya negatif.

 

[Baca: Kapasitas Keuangan Seseorang Tentukan Besaran Utang di Bank]

 

Bank tidak punya kerjasama dengan developer

Faktor lainnya yang bisa membuat KPR ditolak bisa berasal dari pengembang atau developer rumah yang diincar. Ada kalanya bank hanya bersedia mengabulkan KPR jika rumah yang hendak dibeli itu dibangun oleh developer yang sudah bekerjasama dengan bank tersebut.

 

Ada baiknya sejak awal, Jokomi mengecek terlebih dulu apakah developer dari rumah yang diidamkan itu bekerja sama dengan bank tempatnya mengajukan KPR.

 

[Baca: Memang Bisa Ajukan KPR di Rumah yang Belum Dibangun?]

 

Yang disebutkan  di atas adalah beberapa pemicu terbesar pengajuan KPR ditolak. Ada beberapa yang bisa ditolerir bank tapi ada yang tidak. Setidaknya pengalaman Jokomi ini bisa jadi pelajaran bagi yang berniat mengajukan KPR.

 

Setidaknya kesalahan-kesalahan tersebut tak diulangi lagi saat mengajukan KPR. Tetap semangat ya ajukan aplikasi KPR!

 

 

 

Image credit:

  •  http://www.urbanindo.com/komunitas/posts/download-attachment?id=105
  • http://cdn.klimg.com/newshub.id//real/2015/08/31/45637/ilustrasi-john.jpg
  • http://www.carikredit.com/public/media/images/original/2014/02/06/2014-02-06-15-13-05_Blacklist%20BI.jpg
MoneySmart
MoneySmart

MoneySmart adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan