Ketahui Jenis-Jenis Investasi yang Tepat Biar Bisa Keruk Cuan

4 menit

Kamu merasa udah saatnya buat berinvestasi? Niatan tersebut harus segera direalisasikan. Biar makin mantap, kamu bisa memulainya dengan memahami jenis-jenis investasi terlebih dahulu.

Kenapa harus memahami jenis-jenis investasi? Soalnya tiap orang punya kebutuhan yang berbeda-beda. Makanya kamu perlu pilih investasi yang sesuai dengan preferensimu, biar potensi dapat cuan pun lebih optimal dan risikonya juga minimal.

Ingat! Layaknya bisnis, investasi pun gak bebas dari risiko. Yang kamu bisa lakukan adalah mengantisipasi agar risiko yang terjadi bisa diminimalisasi.

Kenali Horizon Waktu dalam Investasi

jenis jenis investasi
Pilih yang sesuai dengan tujuan investasi kamu (pexels)

Jenis-jenis investasi, salah satunya, terbagi berdasarkan horizon waktu investasi. Horizon investasi adalah pembagian jenis-jenis investasi berdasarkan lamanya dana dikelola.

Secara umum, horizon investasi terbagi menjadi tiga kategori:

1. Investasi jangka pendek

Investasi jangka pendek adalah investasi yang biasanya dapat dicairkan dalam kurun waktu kurang dari setahun.

Biasanya investasi ini punya return alias pengembalian yang stabil dan berisiko sangat rendah. Investasi ini cocok buat kamu yang punya tujuan jangka pendek. Selain itu, kamu yang butuh perputaran uang yang cukup cepat, cocok buat coba investasi jangka pendek ini.

  • Deposito

Contoh, kamu bisa coba deposito. Dana yang dimasukkan ke deposito bisa ditarik dalam kurun waktu sebulan sampai setahun. Nilai bunga yang diperoleh berkisar di angka 2,9 persen hingga 6,5 persen.

  • Investasi di P2P lending

Selain deposito, situs pinjaman uang P2P lending yang mempertemukan antara kreditur dan debitur pun bisa kamu coba. Caranya cukup gampang, kamu bisa menjadi pendana buat si peminjam. Nantinya, dana bakal dikembalikan beserta bunga dengan rentang waktu sesuai perjanjian.

2. Investasi jangka menengah

Selanjutnya, ada pula investasi jangka menengah di mana pencairan dana butuh waktu sekitar dua hingga empat tahun.

Investasi ini biasanya punya nilai return yang lebih tinggi daripada investasi jangka pendek. Berikut beberapa pilihannya:

  • Emas

Kenapa emas masuk ke dalam investasi jangka menengah? Salah satu alasannya harganya baru bakal naik signifikan dalam beberapa tahun.

Contoh, pada tahun 2015 harga emas batangan dibanderol di angka Rp 500 ribu per gram. Di tahun 2018, harga emas melonjak jadi Rp 650 ribu. Sementara itu, dari tahun 2015 ke tahun 2016 harganya “cuma” naik jadi Rp 545 ribu.

  • Reksadana pendapatan tetap

Reksadana adalah investasi di mana dana yang kamu taruh bakal dikelola oleh pihak manajer investasi.

Nah, reksadana pendapatan tetap sendiri merupakan jenis reksadana yang kebanyakan dananya diinvestasikan ke obligasi swasta maupun pemerintah. Kemudian, sebagiannya lagi ditaruh pada instrumen pasar uang.

Investasi ini terbilang minim risiko namun memberikan return yang cukup menggiurkan. Dalam setahun, keuntungan yang kamu peroleh bisa lebih dari 10 persen dari total modal.

[Baca: Ini 10 Reksadana Pendapatan Tetap Terbaik Selama 2017]

  • Reksadana campuran

Buat kamu yang pengin dapat return yang lebih tinggi lagi, kamu bisa coba reksadana campuran. Tentu dengan risiko yang sedikit lebih tinggi pula daripada reksadana pendapatan tetap.

Return yang kamu dapatkan bisa mencapai 15 persen per tahun, lho!

[Baca: 10 Reksadana Campuran Terbaik Selama Kuartal I 2018]

  • Obligasi

Obligasi adalah surat utang yang dikeluarkan oleh perusahaan maupun pemerintah. Bunga yang diperoleh dari obligasi bisa mencapai 7,50 persen. Itu artinya bisa melebihi rata-rata inflasi per tahun yang berkisar di angka 4 persen.

Pengin tahu lebih banyak tentang obligasi? Kamu baca dulu artikel ini deh.

[Baca: Manfaat dan Risiko Investasi Obligasi Cocok bagi Mereka dengan Profil Moderat]

3. Investasi jangka panjang

Sesuai namanya, jenis investasi satu ini tentulah jenis investasi dengan rentang waktu paling panjang. Biasanya pencairan dana maupun hasilnya baru terlihat setelah minimal empat atau lima tahun.

Beberapa contohnya, antara lain:

  • Investasi properti

Yang paling praktis buat kamu coba adalah investasi properti. Cara memulainya cukup praktis karena kamu cukup membeli properti, baik itu tanah atau bangunan yang kamu nilai berpotensi.

Contoh harga rumah di Jakarta. Rata-rata kenaikannya adalah 8 persen hingga 10 persen per tahun. Bahkan, ada pula yang naik 20 persen per tahun. Itu baru setahun, lho. Gimana kalau kamu tunggu lima atau sepuluh tahun ke depan?

Risiko investasi di bidang properti pun termasuk minim. Yang terpenting, kamu pilih lokasi strategis atau yang berpotensi bakal jadi strategis.

  • Investasi saham

Keuntungan yang bakal kamu peroleh dari investasi saham didasarkan pada pertumbuhan harga saham perusahaan. Jadi, kalau kinerja perusahaan tempat kamu menanamkan modal bagus, maka makin tinggi pula harga sahamnya.

Dalam waktu lima hingga sepuluh tahun, investasi saham bisa memberikan return mencapai 50 persen, lho!

[Baca: Mau Investasi Saham? Ini 3 Sektor yang DIprediksi Menjanjikan Tahun 2018]

Jenis-jenis Investasi Berdasarkan Risiko

Jika tadi kita bicara jenis-jenis investasi berdasarkan rentang waktu penanaman modalnya, maka kini kita beralih ke risiko.

Investasi pun dapat dibagi berdasarkan risiko yang bisa aja terjadi. Berikut pembagiannya:

1. Risiko rendah

Yang pertama adalah investasi dengan risiko rendah. Investasi berisiko rendah berarti punya potensi kerugian yang cukup kecil.

Meski potensi kerugian kecil, return-nya pun gak selalu kecil, kok. Tetapi, emang kebanyakan jenis investasi satu ini punya return yang lebih stabil.

jenis jenis investasi menurut para ahli
Investasi emas salah satu instrumen investasi berisiko rendah (Pexels)

Contoh, investasi emas dan properti. Investasi ini punya return cukup tinggi namun dalam jangka waktu cukup panjang. Akan tetapi, risikonya cukup rendah karena hampir dipastikan harga emas dan properti selalu melonjak naik dalam hitungan tahun.

Selain emas dan properti, ada pula investasi dalam bentuk deposito. Deposito punya risiko yang cukup rendah, namun emang sih tingkat pengembaliannya cukup rendah.

2. Risiko tinggi

Investasi dengan risiko tinggi punya keunggulan dalam hal return. Contohnya adalah investasi dalam bentuk saham.

Kamu perlu memerhatikan profil perusahaan yang pengin kamu tanamkan modal di sana. Bila kinerja perusahaan ternyata buruk maka dana yang kamu tanamkan bisa jadi malah gak kasih menghasilkan.

Tips Memulai Investasi agar Terhindar dari Kerugian

Melihat jenis-jenis investasi yang udah disebutkan, sebenarnya kamu udah bisa sedikit menentukan mana yang paling tepat buat kamu. Dengan gitu, kerugian pun bisa kamu minimalkan.

Biar makin afdol, beberapa tips buat memulai investasi berikut ini mungkin bisa bantu kamu:

  • Sesuaikan dengan tujuan investasi kamu. Misalnya, apakah buat dana tambahan, keperluan pendidikan, ataupun beli rumah.
  • Sesuaikan dengan profil kamu. Kamu bisa pertimbangkan apakah kamu orang yang suka dengan risiko tinggi atau tidak.
  • Untuk itu pulalah, kamu perlu pahami masing-masing risiko investasi yang ditawarkan. Jadi, kamu bisa memutuskan buat pilih produk dan perusahaan yang tepat.
  • Diversifikasi alias jangan taruh semua dana kamu pada satu instrumen investasi. Jadi, kamu bisa meminimalkan risiko, sekaligus pula mendapatkan return yang beragam.
  • Yang pasti, kamu perlu gunakan uang sendiri, bukan pinjaman. Kalau kamu gunakan pinjaman, return yang kamu peroleh bisa jadi gak sebanding dengan bunga pinjaman. Sayang banget kan!

Jadi, dari jenis-jenis investasi yang udah disebutkan, mana yang tertarik buat kamu coba sekarang?

[Baca: Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan Buat yang Belum Pernah Jadi Investor]

Semoga beberapa penjelasan di atas bisa bantu kamu tentukan pilihan investasi yang paling cocok ya. Yuk, jangan takut buat berinvestasi!

Helda
Helda

Tidak normal tapi spesial. Blogger merangkap content writer yang secara ajaib tersesat di bidang keuangan. Semua tulisan di sini tersedia berkat bantuan kopi tanpa gula.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

MoneySmart Singapore MoneySmart Indonesia MoneySmart Hong Kong