Bantah Terima Dana Bloomberg, Segini Kekayaan yang Dimiliki Ketua KPAI Susanto

4 menit
Ketua KPAI, Susanto (Twitter).
Ketua KPAI, Susanto (Twitter).

Ketua KPAI Susanto menyatakan secara tegas kalau lembaga yang dipimpinnya sama sekali gak berniat buat menghentikan audisi yang diselenggarakan PB Djarum. Ketua KPAI juga membantah isu yang menyebut KPAI menerima dana dari Bloomberg buat menjalankan Reduce Tobacco Use Grants Program.

Pernyataan Ketua KPAI Susanto pada Senin (9/9) ini disampaikan buat menepis tudingan-tudingan yang dilayangkan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Lembaga nonstruktural tersebut belum lama ini dapat tudingan sebagai penyebab berhentinya audisi bulutangkis yang diadakan PB Djarum.

Seperti yang lagi ramai belakangan ini, Perkumpulan Bulutangkis Djarum (PB Djarum) resmi meniadakan audisi pencarian bakat atlet muda mulai tahun 2020. Informasi ini disampaikan Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, dalam konferensi pers di Hotel Aston, Purwokerto, pada Sabtu (7/9).

Keputusan yang diambil organisasi milik konglomerat Bambang Hartono ini dilatarbelakangi tuduhan eksploitasi anak yang dilontarkan KPAI. PB Djarum juga menyatakan tahun 2019 ini sebagai tahun terakhir bagi mereka menyelenggarakan audisi umum ini.

Permintaan KPAI kepada Djarum Foundation buat menghentikan audisi PB Djarum diperkuat dengan beredarnya bukti foto surat permintaan penghentian yang ditandatangani Ketua KPAI Dr. Susanto, MA. Walaupun begitu, Ketua KPAI tetap membantahnya.

Para netizen pun bereaksi dengan melempar kritik di media sosial ke akun KPAI @KPAI_official di Twitter. Dalam banyaknya kritikan yang datang ke KPAI, terselip kabar yang menuding KPAI menerima uang lebih dari Rp 10 miliar dari Bloomberg buat kampanye anti-rokok yang kemudian dibantah Ketua KPAI Susanto.

Polemik antara KPAI dan PB Djarum mau gak mau menyeret Ketua KPAI Susanto yang belakangan ini juga mendapat sorotan. Menarik buat diulas, seperti apa perjalanan karier Susanto hingga menjadi Ketua KPAI? Berikut ini ulasannya.

Jadi Ketua KPAI hingga 2022, Susanto punya kekayaan Rp 7 miliar menurut LHKPN 2018

Ketua KPAI
Susanto (INstagram).

Dr. Susanto, MA di website resmi KPAI diinformasikan telah menjabat Ketua KPAI sejak tahun 2017. Ia bakal terus menjabat hingga tahun 2022. Susanto yang lahir di Pacitan, 5 Mei 1978 disebut-sebut aktif dalam dunia aktivis dan organisasi sejak masih mahasiswa. 

Kini kegiatannya berorganisasi masih dilakukannya dengan menjabat Ketua Departemen Pengembangan Kebijakan PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Pusat (2015-2020) dan Wakil Ketua Lembaga Pendidikan Maarif Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) (2015-2020).

Lulusan S2 di UIN Syarif Hidayatullah dan S3 di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini telah menaruh perhatiannya pada dunia anak sejak masih mahasiswa. Ia aktif menulis dan melakukan riset soal pengarusutamaan hak anak dan pengarusutamaan gender.

Susanto juga diketahui menjadi kontributor di media yang diterbitkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Malahan ia sering dapat program riset dari kementerian tersebut.

Perhatiannya di dunia anak makin kuat dengan keterlibatannya dalam konsorsium pencegahan eksploitasi anak, Anggota Kelompok Kerja KPAI, menjadi tim khusus di berbagai lembaga internasional, dan menjadi konsultan Pengkajian dan Penyusunan Pedoman di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Dengan semua pengalamannya tersebut, Susanto dipercaya menjadi Ketua KPAI setelah melalui seleksi di DPR. Pengangkatan Susanto sebagai ketua resmi dilakukan Presiden Jokowi melalui Keppres No. 77/P Tahun 2017.

Karena mengemban tanggung jawab di lembaga bentukan Pemerintah, Ketua KPAI Susanto wajib melaporkan kekayaannya dalam bentuk Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Di LHKPN 2018 yang dilaporkannya, Susanto tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp 7.062.000.000. 

Pengin tahu apa aja aset-aset yang bikin Susanto punya kekayaan sebanyak itu? Berikut ini daftarnya.

Daftar aset yang bikin Ketua KPAI Susanto punya kekayaan Rp 7 miliar, apa aja?

Ketua KPAI
Susanto, Ketua KPAI (Instagram).

Dalam LHKPN 2018 yang dilaporkan Susanto, ada rincian aset-aset yang semua nilainya mencapai Rp 7.062.000.000. Apa aja aset-aset milik Ketua KPAI tersebut? Berikut ini daftarnya.

1. Ketua Susanto memiliki tanah dan bangunan bernilai Rp 9.255.500.000

Di LHKPN 2018 Susanto merinci kepemilikannya atas tanah dan bangunan. Ia memiliki:

  • Tanah dan Bangunan seluas 368 m2/265 m2 di Kota Depok senilai Rp 3.000.000.000.
  • Tanah seluas 1.400 m2 di Kota Depok senilai Rp 2.100.000.000.
  • Tanah seluas 1.240 m2 di Kota Depok senilai Rp 1.860.000.000.
  • Tanah dan Bangunan seluas 437 m2/680 m2 di Kota Depok senilai Rp 2.295.500.000.

Tanah dan bangunan yang dimiliki Ketua KPAI berstatus sebagai milik sendiri dan satunya sebagai warisan.

2. Ketua Susanto cuma punya satu kendaraan senilai Rp 6.500.000

Menariknya nih Susanto cuma punya satu kendaraan dalam LHKPN 2018, yaitu sepeda motor Honda Solo. Sepeda motor yang dinyatakan sebagai motor keluaran tahun 2011 ini memiliki nilai Rp 6.500.000.

Dengan cuma memiliki satu sepeda motor, bukan berarti Susanto gak punya mobil lho sebelumnya. Pada LHKPN 2017, ia mencantumkan kepemilikannya atas Honda Mobilio tahun 2014 senilai Rp 165.000.000.

3. Gak punya harta bergerak lainnya, surat berharga, kas atau setara kas, dan harta lainnya, tapi memiliki utang senilai Rp 2.200.000.000

Susanto diketahui gak punya harta bergerak lain, surat berharga, kas atau setara kas, dan harta lainnya. Namun, ia tercatat memiliki utang. 

Besaran utang yang dimiliki Ketua KPAI ini mencapai Rp 2.200.000.000. Utang ini juga sebelumnya tercatat di LHKPN 2017.

Dengan aset-aset yang dimiliki lalu dikurangi utang, Ketua Susanto memiliki total kekayaan mencapai Rp 7.062.000.000. Nilai kekayaannya kemungkinan bakal bertambah seiring naiknya nilai tanah dan bangunan yang dimiliki atau bertambahnya harta kekayaan.

Nah, itu tadi informasi perjalanan karier Ketua KPAI Susanto yang dulunya aktivis kini menjadi pimpinan di lembaga bentukan Pemerintah dengan kekayaan miliaran rupiah. Gimana nih menurutmu? (Editor: Winda Destiana Putri).

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!