Dulu Guru Honorer, Ini Cerita Anwar Usman Sang Ketua MK Berharta Rp 4 M

3 menit
mahkamah konstitusi
Anwar Usman. (Instagram/@mahkamahkonstitusi)

Anwar Usman merupakan Ketua Mahkamah Konstitusi yang dilantik pada 2018 lalu. Pria kelahiran Bima itu telah berkiprah menjadi Hakim MK sejak tahun 2011 silam.

Di pasca-Pemilu 2019 ini, tugasnya tengah dinanti-nanti oleh berbagai pihak. Pasalnya banyak pihak yang mengajukan gugatan terkait hasil pemilu yang diumumkan KPU RI tanggal 21 Mei lalu. Bahkan gugatan tersebut juga turut dilayangkan oleh kubu Capres Prabowo Subianto yang merasa dicurangi dalam penghitungan suara pilpres.

Anwar Usman beserta Hakim MK lainnya harus berusaha jujur dan adil dalam menangani berbagai perkara yang dilaporkan. Karena, setiap keputusannya bakal berdampak langsung ke kredibilitas MK sebagai lembaga, maupun ke Anwar sebagai pimpinan tertinggi MK.

Tapi, kita gak bakal membahas soal kasus gugatan tersebut kok. Kita mau mengulas sedikit kisah inspirasi perjalanan karier hingga kekayaan yang dimiliki oleh Anwar Usman selaku Ketua Mahkamah Konstitusi.

Baca juga: Banyak yang Kena Suap, Memang Berapa Sih Gaji Hakim di Indonesia?

Mengawali karier sebagai guru honorer

mahkamah konstitusi
Anwar Usman. (Instagram/@mahkamahkonstitusi)

Anwar memulai pendidikannya di Sekolah Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) dan lulus pada tahun 1975. Setelah lulus, ia pun bekerja sebagai guru honorer di SD Kalibaru pada tahun 1976. Hingga beberapa tahun kemudian, ia diangkat menjadi CPNS guru agama di SDN Kebon Jeruk.

Saat di Jakarta, ia gak cuma bekerja sebagai pengajar, tapi juga turut menempuh pendidikan tinggi di Universitas Islam Jakarta mengambil jurusan Hukum. Gelar sarjana hukum pun berhasil ia raih pada tahun 1984. Pascalulus, pria kelahiran tahun 1956 itu pun akhirnya memutuskan mengakhiri kariernya sebagai guru dan beralih menjadi seorang calon hakim di Pengadilan Negeri Bogor pada tahun 1985.

Kesuksesan Anwar sebagai hakim pun dimulai pada tahun 1989. Saat itu ia diangkat menjadi hakim di Pengadilan Negeri Atambua hingga delapan tahun lamanya. Kariernya pun terus meningkat dan tahun 1997 sampai 2003 mengemban tugas sebagai Asisten Hakim Agung.

Tahun 2003 sampai 2006 bapak dari tiga orang anak ini mengisi jabatan strategis di MA sebagai Kepala Biro Kepegawaian. Selepas dari MA, Anwar Usman sempat menjadi Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta pada 2005, dan Kepala Biro Kepegawaian Pengadilan Tinggi Jakarta pada tahun 2005 sampai 2011.

Tahun 2011 akhirnya Anwar mulai memantapkan posisinya menjadi Hakim di MK sampai kini. Ia pun sempat mengemban jabatan sebagai Wakil Ketua MK tahun 2015 – 2017. Di tahun 2018, sembilan hakim konstitusi menggelar rapat pleno pemilihan ketua. Dalam voting, Anwar Usman pun dipercaya untuk menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi.

Baca juga: Memiliki Harta Nyaris Rp 1 T, Ini 5 Mobil JK yang Harganya Gak Nyampe Rp 1 M

Kekayaan Ketua Mahkamah Konstitusi ini mencapai Rp 4 miliar

mahkamah konstitusi
Anwar Usman. (Instagram/@mahkamahkonstitusi)

Menjabat sebagai hakim tentu membuat pundi-pundinya terus bertambah, apalagi gaji yang diperoleh sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi yang besarannya fantastis. Dikutip dari detikcom, gaji Anwar Usman sebagai Ketua MK adalah sebesar Rp 121 juta per bulan. Besaran tersebut sudah tercantum dalam Peraturan Pemerintah No 55 tahun 2014 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Hakim Agung dan Hakim Konstitusi.

Dikutip dari LHKPN yang dilaporkan Anwar pada Desember 2017, total kekayaannya sebesar Rp 4.899.659.000. Kekayaan sebesar itu sebagian berbentuk tanah, bangunan, dan juga kendaraan.

Sebagian besar tanah tersebut terletak di kampung halamannya di Bima, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Di Bima, ia memiliki tanah warisan sebesar 44.944 m2, dan tanah yang dibeli dari penghasilannya sendiri sebesar 23.387 m2. Sebagian tanah dan bangunan lainnya ada yang terletak di Bekasi, Tangerang, dan Lumajang, Jawa Timur.

Total asetnya dalam bentuk tanah dan bangunan senilai Rp 4.525.681.000.

Baca juga: Anjing Malamut Alaska Milik Fadli Zon yang Super Menggemaskan, Berapa Harganya?

Kendaraan sederhana yang gak sampai Rp 400 juta

mahkamah konstitusi
Anwar Usman (berdiri di podium). (Instagram/@mahkamahkonstitusi)

Selama menjabat sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi, kendaraan-kendaraan yang dimilikinya sangat sederhana, tidak mewah seperti pejabat pada umumnya.

Berdasarkan LHKPN, total nilai kendaraan yang dimilikinya hanya berkisar Rp 370 jutaan saja. Meskipun tidak dijelaskan secara rinci jenis mobilnya, tapi yang pertama ia memiliki Toyota Minibus tahun 2002 yang dibeli dari penghasilannya sendiri senilai Rp 100.020.000. Kemudian ada Motor Honda tahun 2005 senilai Rp 6.800.000.

Ia juga punya Minibus keluaran Toyota tahun 2008 senilai 123.423.000. Satu buah mobil tua Toyota Kijang tahun 1997 senilai Rp 23.735.000 dan terakhir Toyota Corolla Altis tahun 2002 senilai Rp 120.000.000.

Lampiran harta tersebut didasarkan pada LHKPN Anwar Usman ke KPK pada tahun 2017 silam lho. Artinya saat melaporkan, Anwar masih berstatus Wakil Ketua MK. Kini ia telah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi dan tentunya jabatan tersebut juga memengaruhi besaran kekayaannya, apakah meningkat atau justru menurun. (Editor: Ruben Setiawan)

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.