Ini Potensi Keuntungan Investasi Reksa Dana dan Produk Terbaik Berdasarkan Jenisnya

5 menit
Keuntungan bermain investasi reksa dana (Shutterstock).

Investasi reksa dana kini menjadi salah satu instrumen investasi favorit alias banyak dipilih orang untuk mengumpulkan pundi-pundi kekayaan.

Pasalnya, tak bisa dipungkiri kalau banyak orang yang jadi miliarder berkat investasi. Gak usah jauh-jauh, contohnya aja Reino Barack yang dapat keuntungan besar hingga bisa membuka restoran dari investasi saham yang ia lakoni.

Ya, investasi saham memang bisa memberikan cuan besar, tapi risiko yang ditanggung tak kalah besar. Selain itu, investasi saham bisa dibilang lebih cocok untuk mereka yang memang sudah mengerti cara kerja instrumen yang satu itu.

Karena hal itulah, banyak orang yang masih enggan menggelontorkan uangnya di investasi saham, terutama buat investor pemula. Mereka lebih memilih untuk berinvestasi di investasi reksa dana yang risiko kerugiannya lebih kecil dibanding investasi saham langsung.

Karena itu, kali ini MoneySmart.id ingin membahas tuntas tentang investasi ini, mulai dari keuntungan, jenis hingga cara kerjanya. Yuk, langsung simak di bawah ini:

Baca juga: 20 Menu Buka Puasa dan Sahur yang Menggoyang Lidah di Bulan Ramadan

Keuntungan investasi reksa dana

Investasi reksa dana
Keuntungan jenis reksa dana ini (Shutterstock).

Para ahli juga menyarankan, agar para investor pemula memilih reksa dana karena berbagai keuntungan yang ditawarkan, seperti:

  • Minimal investasi kecil, yaitu bisa dimulai dengan bujet Rp 100 ribu.
  • Dana yang kamu gelontorkan untuk investasi juga akan dikelola oleh manajer investasi yang sudah ahli di bidangnya. Jadi, kamu gak perlu tuh pusing mikirin pergerakan harga saham. Kamu hanya perlu duduk manis di rumah dan biarkan manajer investasi yang bekerja dan menunggu uangmu beranak pinak.
  • Ada fitur autodebet, jadi kamu bisa konsisten investasi setiap bulan tanpa perlu ribet-ribet top up.
  • Risiko lebih kecil ketimbang investasi saham dengan bunga yang lebih besar dari deposito.

Jenis-jenis investasi reksa dana

Investasi reksa dana
Jenis reksa dana (Shutterstock).

Ada beberapa jenis investasi reksa dana yang perlu kamu ketahui agar kamu dapat memilih jenis investasi yang sesuai dengan kebutuhanmu, seperti:

Baca juga: Modal Kecil Untung Gede! Gini Cara Pilih Reksa Dana yang Cocok buat Pemula

1. Reksa dana pendapatan tetap

Reksa dana pendapatan tetap merupakan jenis investasi yang mayoritas dananya akan dialihkan ke obligasi. Sisanya dananya, akan dialokasikan ke instrumen pasar uang yang pergerakannya lebih stabil.

Bunga yang ditawarkan pun cukup besar dan tentu saham di atas deposito yaitu bisa mencapai di atas 10 persen dalam waktu satu tahun dengan risiko yang kecil.

Makanya gak heran kalau banyak yang kini lebih memilih untuk mengalihkan kekayaannya ke reksa dana pendapatan tetap dibanding deposito.

2. Reksa dana campuran

Jika pendapatan tetap ke obligasi, reksa dana campuran akan membagi dananya ke beberapa sektor yaitu saham, obligasi dan pasar uang.

Instrumen yang satu ini bisa memberikan return yang tinggi dengan risiko menengah yaitu bisa di atas 10 persen per tahun, tapi bisa di bawah saham dan lebih tinggi ketimbang pendapatan tetap.

Jadi, bisa dibilang reksa dana campuran itu sangat cocok untuk kamu yang ingin meraup cuan dari pasar saham tapi gak mau kehilangan momentum di obligasi.

3. Reksa dana pasar uang

Selanjutnya adalah investasi reksa dana pasar uang yang mayoritas dananya dialokasikan ke deposito dan surat berharga dengan jatuh tempo di bawah satu tahun.

Jadi gak heran kalau instrumen yang satu ini risikonya lebih kecil dibanding yang lain. Tapi soal return, gak perlu khawatir karena reksa dana pasar uang dapat memberikan keuntungan di atas deposito yang kini bunganya terus tergerus yakni bisa mencapai lima persen per tahun.

4. Reksa dana saham

Sesuai dengan namanya, instrumen investasi yang satu ini memang mengalokasikan dananya ke saham. Reksa dana saham juga dikenal dengan high return-high risk, meski begitu risikonya tetap lebih rendah ketimbang saham langsung.

Bagaimana dengan return-nya? Tenang aja, karena karena reksa dana saham dikenal dengan jenis investasi yang ngasih untung gede, yaitu bisa mencapai 12 persen per tahunnya dengan risikonya pun juga besar.

Baca juga: Ini 3 Besar Pengelola Reksa Dana Syariah Dunia, Indonesia Nomor Berapa?

Reksa dana terbaik berdasarkan jenisnya

Investasi reksa dana
Jenis reksa dana banyak macamnya (Shutterstock).

Berikut beberapa produk terbaik investasi reksa dana sesuai jenisnya, seperti yang dikutip dari Bareksa.com:

1. Reksa dana pendapatan tetap

No Reksadana NAB/UP Return Year-to-date (%)
1 PNM Dana Sejahtera II 3.037,20 23,06
2 Reksa Dana Pendapatan Tetap Sinarmas Hidup Sejahtera 1.101,03 8,42
3 Insight Simas Asna Pendapatan Tetap Syariah I Asna 1.115,92 7,08

 

2. Reksa dana campuran

No Reksadana NAB/UP Return Year-to-date (%)
1 GAP Balance Life Pension Fund 1.395,69 42,40
2 Recapital Krakatau Balanced Fund 963,47 14,65
3 Minna Padi Property Plus 1.085,72 11,21

 

3. Reksa dana pasar uang

No Reksadana NAB/UP Return Year-to-date (%)
1 Corfina Dana Kas Platinum 2.207,77 118,25
2 Reksa Dana Mega Dana Lancar 1.309,87 27,56
3 Cipta Dana Lancar 1.497,50 26,74

 

4. Reksa dana saham

No Reksadana NAB/UP Return Year-to-date (%)
1 OSO Syariah Equity Fund 1.338,26 174,19
2 Cipta Saham Unggulan 1.628,61 72,90
3 Cipta Saham Unggulan Syariah 1.570,16 68,19

 

Begini caranya

Investasi reksa dana
reksa dana (Shutterstock).

Cara kerja semua reksa dana itu sama. Jadi, sederhananya itu, uang yang kamu berikan akan dikelola oleh manajer investasi yang sudah profesional. Kamu hanya perlu duduk manis dan menunggu pundi-pundi kekayaan mengalir ke rekeningmu.

Namun, secara garis besar, begini urutan cara kerja investasi ini:

  • Manajer investasi menerima dana dari nasabah.
  • Total dana tersebut akan diinvestasikan ke sejumlah instrumen investasi sesuai dengan kesepakatan.
  • Nasabah akan menerima laporan investasi dari manajer investasi mengenai perkembangan dana yang diinvestasikan secara berkala. Isinya seputar:

a.) kinerja produk,

b.) komposisi aset,

c.) dan portofolio efek.

Karakteristik berdasarkan profil risiko

Investasi reksa dana
Reksa dana (Shutterstock).

Penting diketahui, sebelum kamu memutuskan untuk menggelontorkan sejumlah danamu untuk berinvetasi di reksa dana. Kamu harus mengetahui betul profil risiko diri kamu. Apa maksudnya?

Ya, jadi seberapa besar risiko yang bisa kamu tanggung. Kalau kamu memiliki karakter yang nekat alias sanggup dengan risiko besar, kamu bisa memilih reksa dana saham yang memang dikenal memiliki risiko yang lebih tinggi ketimbang jenis reksa dana lainnya.

Nah, Ayyi Achmad Hidayah yaitu Personal Finance Advisor, menyarankan jenis reksa dana yang sesuai dengan profil risiko investor, seperti:

  • Agresif. Kamu yang memiliki karakter agresif atau dapat menerima risiko besar, disarankan untuk berinvestasi di reksa dana saham yang dapat memberikan return besar serta risiko yang juga sama besar.
  • Moderat. Tipe moderat di sini adalah menengah, yaitu tak bisa menerima risiko yang besar, tapi ingin mendapatkan cuan yang cukup besar. Nah, kamu bisa memilih reksa dana campuran.
  • Konservatif. Buat yang konservatif alias takut, tenang kamu tetap bisa terjun ke investasi ini kok dengan menggelontorkan ke pendapatan tetap dan juga pasar uang.

Itu dia ulasan seputar investasi reksa dana yang bisa jadi bahan pertimbanganmu sebelum memutuskan untuk berinvestasi jenis ini. Gimana, udah tertarik kan untuk terjun ke instrumen investasi yang satu ini? (Editor: Winda Destiana Putri).

Dewi Puri
Dewi Puri

Pecinta makeup yang terjun ke dunia financial. Jika biasanya berkutat dengan lipstik dan bedak, kini harus terbiasa dengan logam mulia maupun reksadana. Intinya tetap sama, menghasilkan suatu karya yang cantik.

Mau lebih cerdas kelola uang?

Dapatkan tips saham, karier, inspirasi bisnis dan konten menarik lainnya!