Andi Amran Sulaiman, Anak Kampung yang Jadi Menteri Terkaya RI

4 menit
Andi Amran Sulaiman
[TEMPO/STR/Dhemas Reviyanto Atmodjo]

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman adalah menteri terkaya di kabinet Presiden Joko Widodo. Kekayaan pria kelahiran Bone ini mencapai Rp 330 miliar.

Dari total kekayaan Rp 330.800.543.325 dan US$ 4.342, Andi punya tanah senilai Rp 5,5 miliar, dan tiga mobil mewah. Apa aja mobilnya? Ada Hummer, Toyota Fortuner, dan Toyota Camry. Pokoknya kalau ditotal nilainya mencapai Rp 2,6 miliar.

Selain itu pria kelahiran 1968 silam ini juga punya surat berharga yang nilainya Rp 137 miliar.

Banyak banget ya? Dari mana asal kekayaan itu? Tentu aja dari bisnis yang beliau tekuni sebelum jadi menteri.

Kamu harus tahu nih kalau ia sudah sukses dari muda dan pernah hidup susah. Pencapaiannya sekarang bisa banget kamu jadikan inspirasi. Ya mirip mirip Susi Pudjiastuti deh.

Yuk simak kisah beliau di sini.

1. Putra seorang veteran

andi amran sulaiman
Andi Amran Sulaiman (Tempo)

Andi Amran Sulaiman adalah putra ketiga dari 12 bersaudara. Ayahnya adalah veteran angkatan bersenjata, Andi B. Sulaiman Dahlan Petta Linta.

Bisa dibilang, pak Amran ini lahir dari keluarga dengan kondisi finansial yang agak kurang. Konon kabarnya, uang pensiun sang ayah cuma kisaran Rp 100 ribuan per bulan. Sementara itu dia harus menghidupi banyak anak.

Namun status ekonomi ini gak lantas bikin dia jadi kecil hati. Malah dari sini Amran termotivasi buat berjuang jadi orang yang sukses.

Amran pun punya prinsip, “boleh terlahir miskin tapi jangan sampai kita mati miskin.”

Salah satu bukti kerja kerasnya adalah saat masih sembilan tahun, Amran dikabarkan udah banting tulang dengan menjual batu gunung ke proyek.

2. Kuliah di Unhas sampai jadi Doktor

Amran ternyata bukanlah seorang lulusan dari luar negeri. Dia lulusan S1 Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Makassar.

Setelah itu, dia juga melanjutkan pendidikan pascasarjana di kampus dan fakultas yang sama. Gitu pula dengan program doktoral yang diambil pada tahun 2008 lalu.

Amran adalah seorang putera daerah yang sukses. Ketekunannya dalam menuntut ilmu jelas berpengaruh banget terhadap kariernya di dunia bisnis hingga politik.

3. Sempat jadi karyawan

andi amran sulaiman
Sempat jadi karyawan tapi akhirnya jadi bos perusahaan sendiri (Tribunnews)

Sebelum mendirikan bisnis, Andi Amran Sulaiman pernah bekerja di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV yang berpusat di Makassar.

Jabatan awalnya adalah Kepala Field Operation. Kinerja Amran di perusahaan itu cukup baik, hingga akhirnya dia dipromosikan menjadi Kepala Bagian Logistik.

Walaupun udah mengemban jabatan strategis di PTPN XIV, Amran malah memilih mundur karena idealismenya. Dia gak tahan karena banyak terjadi penyimpangan dalam perusahaan plat merah itu. Amran akhirnya memilih buat fokus mengembangkan bisnis aja.

4. Bisnis racun tikus

Naluri bisnis Amran sejatinya udah muncul saat ia duduk di bangku kuliah. Usaha itu dirintisnya dalam waktu yang cukup lama.

Inspirasi bisnis itu muncul pada tahun 1992 saat serangan hama tikus muncul di Indonesia. Dia pun terinspirasi buat menciptakan sebuah bom buat tikus yang berbasis fumigasi.

Formula racun tikus itu dirancang oleh Amran selama kurang lebih tiga tahun. Asal kamu tahu, walaupun dia adalah mahasiswa jurusan pertanian, dia tetap otodidak dalam urusan menciptakan racun.

Formula racun itu dinamakan Tiran yang ternyata adalah singkatan dari Tikus Diracun Aman.

Jangan salah, proses perjuangan Amran mendapat hak paten produknya benar-benar dilakukan mati-matian. Apalagi ketika dia baru sampai di Jakarta.

5. Berjuang ke Jakarta dan hidup kere

andi amran sulaiman
Dari dulu memang aktif di bisnis pertanian, pas deh kalau jadi Mentan (Merdeka)

Dalam pernyataannya di Kontan, Amran bercerita tentang gimana dirinya mengadu nasib di Ibu Kota. Amran mengaku, waktu sampai pertama kali di Jakarta dia itu kurus banget dan punya rambut panjang.

Dia bahkan gak bayar tiket kapal dan menyogok petugas keamanan kapal secara diam-diam. Sesampainya di Jakarta, tujuan pertamanya adalah Masjid Istiqlal dan tidur di sana. Ketika imam masjid datang, dia buru-buru keluar agak gak ketahuan.

Selain tidur di Istiqlal, dia pun mengaku pernah makan mie instan sepiring berdua dengan temannya karena kelaparan. Dan saat itu, dia gak sanggup beli air minum karena gak ada duit.

Saat merantau ke Jakarta, Andi Amran Sulaiman muda sempat menangis karena meratapi hidupnya yang susah. Dia sempat berpikir kalau dirinya mungkin udah dikutuk buat hidup susah. Namun lambat laun dia sadar bahwa hal itu adalah pelajaran berharga.Di masa itulah Amran keliling kota melakukan uji coba dan presentasi guna mendapatkan hak paten produknya.

6. Bisnisnya jadi raksasa

Lambat laun racun tikus miliknya digunakan oleh 2,5 juta petani di Indonesia. Malah akhirnya bisa diekspor ke Jepang, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan beberapa negara lain. Amran akhirnya dapat penghargaan Satyalancana dari Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono.

Saat itulah Amran mulai gencar mengembangkan usahanya. Dia mulai jadi produsen pestisida, kelapa sawit, gula, tambang nikel, tambang emas, hingga memiliki stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sendiri.

Tiran Group pun jadi raksasa dan nyaris sekaliber Kala Group. Ada 10 anak usaha yang berada di bawah naungan Tiran Group, dan Amran akhirnya berhasil mencetak omzet Rp 500 miliar per tahun. Sementara itu asetnya udah mencapai Rp 1 triliun.

Di kampanye pemilihan presiden lalu, Amran pun menjadi salah satu donatur terbesar Jokowi. Dia menyumbang Rp 500 juta lho. Duit segitu sih gak jadi soal kalau buat Amran.

Kunci sukses Andi Amran Sulaiman

Seperti itulah perjalanan pak Amran. Siapa sangka, seorang pemuda daerah anak seorang veteran miskin bisa jadi setajir itu?

Salah satu kunci sukses pria yang saat ini jadi orang nomor satu di Kementerian Pertanian RI ini adalah kerja keras.  Amran mengaku dalam sehari dia cuma tidur tiga hingga empat jam aja. Sisanya ya bekerja. Apa aja ia kerjakan.

Bagi pak Amran, gak ada yang mungkin terjadi di dunia ini. Dan ia sudah membuktikannya.

Takzim buat pak Andi Amran Sulaiman!

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.