Sering Diledek Bodoh, WNI Ini Malah Jadi Bos Properti di Australia

2 menit
iwan sunito
Iwan Sunito (propertyinside.id)

Pengusaha properti asal Indonesia, Iwan Sunito, kini menjadi salah satu figur yang berpengaruh di Australia. Padahal nih, dulu Iwan sama sekali gak bersinar di dunia akademis.

Nama iwan disebut pada media Australia bernama Southern Courier. Mereka merilis daftar orang-orang penting dan berpengaruh di Sydney. Nama Iwan ada di dalamnya.

Apa yang diperoleh Iwan berbanding terbalik dengan masa kecilnya. Bos Crown Group ini mengaku bukan anak pintar. Dia bahkan minder karena nilai rapornya benar-benar jelek.

Pria yang pernah tinggal di Kalimantan dan Surabaya ini juga mengaku sering gak naik kelas waktu SMP dan jadi yang paling bodoh.

Lebih parahnya lagi, dia sering diolok-olok bodoh sama teman-temannya sendiri.

Titik balik kehidupannya adalah ketika mengalami kecelakaan sampai koma selama lima hari. Gimana ceritanya? Berikut ulasan lengkapnya.

1. Masa kecil cukup keras

Selain pernah gak naik kelas dan gak berprestasi di bidang akademik, Iwan Sunito gak lahir dari keluarga kaya. Ayahnya kerja serabutan di Pangkalan Bun setelah gagal di Surabaya. Kegiatan sehari-hari ayahnya adalah memotong kayu, menyadap karet, hingga jualan karet.

Dari usahanya itu mereka bisa membangun toko kelontong. Tapi toko itu sempat terkena musibah kebakaran.

Meski hidup serba susah, sang ayah ternyata punya cita-cita tinggi. Dia pengin sekali putranya bisa sekolah di luar negeri. Cita-cita itu kemudian terwujudkan. Iwan berhasil kuliah di Australia, lebih tepatnya di jurusan arsitektur.

2. Memulai bisnis dari skala kecil

Iwan Sunito merintis usaha properti dari skala kecil. Sebelum Crown jadi pengembang raksasa, perusahaan yang didirikan tahun 1994 itu hanya menawarkan jasa renovasi pagar, kamar mandi, hingga membangun rumah.

Tapi berawal dari situlah Iwan berhasil punya portfolio properti senilai miliaran dolar di Australia.

Salah satu kuncinya adalah dia berupaya keras menghemat biaya operasional, terutama buat urusan kepegawaian. Meski Crown kini punya banyak karyawan di kantor perwakilan di berbagai negara, perusahaan ini dulunya mempekerjakan mahasiswa yang mau dibayar murah.

Lambat laun, Crown yang cuma menawarkan jasa reparasi pun mulai membangun satu unit rumah. Karyawan mereka juga akhirnya bertambah seiring dengan berjalannya waktu.

3. Untung saat resesi ekonomi

Krisis ekonomi Asia yang berlangsung di tahun 1997 ternyata membawa keuntungan bagi Iwan. Soalnya, waktu Asia krisis, para investor Hong Kong dan Cina melirik Australia. Alhasil harga properti di sana naik.

Iwan pun meraup keuntungan besar pada rentang 1997 hingga 2004.

Setelah Crown mulai kebanjiran proyek dan jadi perusahaan besar, terjadilah krisis ekonomi global di tahun 2007. Kinerja Crown sempat melambat di era tersebut.

Namun Iwan tetap mencoba menjaga positioning produknya biar tetap jadi yang nomor satu.

Di saat peristiwa itu berlangsung, Crown langsung menelurkan sebuah produk baru, yaitu apartemen dengan desain yang bagus. Lewat apartemen ini, laba Crown makin berlipat ganda.

4. Punya banyak proyek di Indonesia

Pertumbuhan bisnis Iwan Sunito akhirnya meningkat tajam dalam kurun waktu 18 tahun. Di tahun 2014, perusahaan milik pria murah senyum ini ditaksir mencapai AUS$ 4,5 miliar.

Salah satu proyek prestisius mereka adalah apartemen bernama Sydney by Crown.

Crown juga terbukti gak cuma jago kandang. Mereka punya proyek-proyek lain di luar Australia. Di Indonesia, mereka melakukan joint venture dengan pengembang lokal buat mendirikan perumahan, pusat perbelanjaan, dan medical center.

Pada Mei 2018, mereka baru aja meneken kerja sama dengan PT Pembangunan Jaya Ancol

senilai Rp 7 triliun. Crown bakal membuat apartemen.

Selain bersama Ancol, Crown juga punya dua proyek lain di Jakarta. Salah satunya ada di Kuningan. Satu lagi di Alam Sutera.

Seperti itulah perjuangan dan sepak terjang Iwan Sunito di bisnis properti. Iwan membuktikan siapapun bisa jadi yang terbaik, termasuk kamu.

 

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.