Kisah Orang Sukses: Howard Schultz, Loper Koran yang Jadi Bos Starbucks

5 menit
Kisah Orang Sukses

Tahu gak siapa itu Howard Schultz? Okelah kalau gak tahu. Tapi tahu Starbucks kan?

Nah, Schultz adalah CEO Starbucks yang mundur pada April 2017 dan tercatat sebagai orang terkaya di Amerika Serikat urutan ke 23. Tapi jangan salah, dulu dia hidup miskin dan bekerja di Starbucks sebagai “karyawan” lho.

Saat ini, gerai kopi yang ada dimana-mana itu dipimpin oleh CEO barunya, yaitu Kevin Johnson. Tapi gak dapat dipungkiri, Schultz lah orang yang membuat Starbucks jadi besar dan nge-hits kayak sekarang.

Masa kecil Schultz cukup menyedihkan, namun perjuangannya hingga sukses tentu sangat menginspirasi. Mau jadi sukses juga kayak Schultz? Yuk simak kisah orang sukses yang satu ini. Banyak pelajaran yang bisa kamu petik lho.

1. Hidup serba kekurangan di Brooklyn

kisah orang sukses
Howard Schultz kecil (myhero)

Schultz lahir di Brooklyn, New York, 1953. Ayahnya, Fred Schultz, adalah mantan angkatan bersenjata dan berprofesi sebagai sopir. Namun karena kecelakaan, sang ayah harus kehilangan pekerjaan lantaran kakinya patah.

Saat kecelakaan itu terjadi, ayah Schultz sama sekali gak sanggup membayar biaya pengobatan dan dia juga gak punya asuransi kesehatan.

[Baca: Sebelum Menjatuhkan Pilihan, Simak Dulu Hal-hal Penting Memilih Agen Asuransi Kesehatan Ini]

Peristiwa itulah yang akhirnya membuat perekonomian keluarga Schultz memburuk. Di usianya yang ke-12, Schultz pun sudah bekerja untuk membantu orangtuanya. Pekerjaan yang dilakoninya antara lain adalah loper koran dan menjadi pelayan kafe. Dan saat Schultz berusia 16 tahun, dia bekerja sebagai penjaga toko.

2. Dapat beasiswa karena hebat dalam olahraga

kisah orang sukses
Howard Schultz (the famous people)

Salah satu bakat yang dimiliki Schultz ada di bidang olahraga. Schultz memiliki fisik yang sangat kuat, dan hal itulah yang membuatnya berhasil berprestasi di dunia olahraga.

Walaupun saat itu Schultz gak mampu membayar biaya pendidikan untuk lanjut kuliah, prestasi olahraganya membuat dia mendapat beasiswa kuliah. Schultz pun berhasil masuk ke Northern Michigan University jurusan komunikasi, dan lulus pada 1975.

Setelah itu, Schultz akhirnya bekerja di Xerox selama tiga tahun sebagai sales manager. Kariernya pun bisa dikatakan mulus. Usai Schultz resign dari Xerox, dirinya meniti karier di perusahaan Swedia Hammaplast yang akhirnya mempertemukannya dengan Starbucks.

3. Kerja di Starbucks

kisah orang sukses
Logo Starbucks jadul (1000logos)

Saat Schultz menyambangi Starbucks, Starbucks hanyalah sebuah kedai kopi kecil yang didirikan oleh Jerry Baldwin, Zev Siegl, dan Gordon Bowker. Meski demikian, Schultz yang saat itu berusia 29 tahun cukup optimistis dengan bisnis Starbucks. Itulah yang membuatnya tertarik untuk bekerja di sana.

[Baca: Promosikan Kedai Kopi dengan 5 Cara Ini Agar Omzet Makin Besar]

Keinginan Schultz bekerja di Starbucks pun terpenuhi, dan dia ditempatkan di divisi marketing. Perlu diketahui bahwa saat bekerja di Starbucks, Schultz menerima gaji yang jauh lebih rendah ketimbang saat bekerja di Hammaplast.

Dan yang paling mengejutkan, jumlah gaji Schutlz di Starbucks gak sampai setengah gajinya di Hammaplast! Belum lagi, dia harus pindah ke Seattle.

Setelah setahun bekerja di Starbucks, Schultz dikirim ke Italia untuk mencari ilmu seputar industri kopi. Nah, disitulah dia mendapat inspirasi baru untuk pengembangan bisnis Starbucks.

Menurutnya, selain membuat kopi, Starbucks juga harus mendesain cafe yang nyaman bagi para pengunjung. Mengapa demikian? Karena di Italia, banyak sekali orang yang menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk ngopi di kafe.

Tapi ide itu ditolak, karena ide yang diajukan Schultz bisa merugikan Starbucks. Para petinggi Starbucks saat itu punya pemikiran yang sangat konservatif. Schultz pun memutuskan untuk keluar dari Starbucks dan mendirikan kedai kopinya sendiri di Seattle dengan modal US$ 1,7 juta.

4. Il Giornale

kisah orang sukse
Il Giornale (Inquirer)

Nama dari Bahasa Italia ini digunakan oleh Schultz untuk nama kedai kopi barunya. Il Giornale pun berhasil mencetak kesuksesan karena dipadati warga.

Dalam mendirikan Il Giornale, Schultz juga harus berjuang mati-matian, terutama dalam mencari pinjaman dana. Schultz blak-blakan mengatakan, dia sudah meminta bantuan kepada 242 orang, dan sebanyak 217 orang di antaranya menolaknya mentah-mentah.

[Baca: 10 Kopi Lokal Selain Tuku yang Bisa Kamu Order Lewat Go-Food]

5. Kembali ke Starbucks

kisah orang sukses
Howard Schultz (seattlepi)

Selama dua tahun berkecimpung di Il Giornale, Schultz mendengar kabar bahwa pemilik Starbucks berniat menjual gerainya, peralatan pembuat kopi, serta nama brand Starbucks itu sendiri. Mereka menawarkan harga jual sebesar USD 4 juta.

Schultz pun langsung melobi segenap pihak untuk meminjam dana. Cukup menarik untuk diketahui bahwa Bill Gates ternyata jadi investor pertama di Starbucks. Usai mendapat modal yang cukup, Schultz pun kembali ke Starbucks namun gak sebagai karyawan, melainkan sebagai pemilik baru.

6. Lahirnya Starbucks masa kini

kisah orang sukses
Logo Starbucks dari tahun ke tahun (Emaze)

Di bawah kepemimpinan Schultz, Starbucks pun menjadi jaya. Pada 1992, Starbucks telah memiliki 165 gerai yang disertai total pendapatan bersih sebesar US$ 93 juta. Mereka pun melakukan IPO.

Dan pada tahun 2000, Starbucks akhirnya go internasional. Mereka berhasil membuka 3.500 gerai di berbagai negara dan total pendapatan bersihnya per tahun mencapai US$ 2,2 miliar! Siapa sangka, kedai kopi inilah yang akhirnya membuat Schultz kaya raya.

Meski demikian, yang namanya bisnis tentu bakal mengalami masa-masa sulit. Di tahun 2008. Schultz terpaksa menutup sementara 7.100 gerai di Amerika. Tapi dua tahun kemudian, laba bersih Starbucks meroket tiga kali lipat, dari US$ 315 juta menjadi US$ 945 juta!

kisah orang sukses
Howard Schultz masa kini (MSN)

Walaupun saat ini Schultz sudah gak lagi memimpin Starbucks sebagai CEO, Schultz masih menjadi pemilik dari raksasa kopi tersebut. Dia pun masih memiliki andil yang cukup besar dari inovasi Starbucks.

Satu hal yang bisa kita jadikan sebagai pelajaran dari kisah ini adalah, apapun yang kamu cita-citakan di masa depan pasti bisa tercapai bila kamu kerja keras.

Siapa sangka, Schultz yang dulu hidup miskin serba kekurangan bisa dapat beasiswa kuliah? Siapa sangka keputusan Schultz resign dari Hammaplast dan mengambil pekerjaan di Starbucks bisa mengantarkannya jadi miliarder di masa depan?

Makanya, jangan cepat menyerah ya dalam usahamu menggapai impian. Selalu ingat kisah orang sukses yang satu ini ya buat memotivasimu! 

 

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.