Kisah Rano Karno, Mulai dari Si Doel Sampai Jadi Gubernur

3 menit
Rano Karno (instagram @si.rano)
Rano Karno (instagram @si.rano)

Kamu pastinya kenal sama Rano Karno dong? Itu lho pemeran Si Doel dalam film Si Doel The Movie. Kini filmnya lagi tayang lho di bioskop. Penayangan perdananya sendiri udah dimulai sejak 2 Agustus 2018.

Bisa dibilang, Si Doel The Movie ini adalah kelanjutan kisah dari Si Doel Anak Sekolahan. Bedanya, kalau Si Doel Anak Sekolahan yang tayang dulu adalah versi sinetron, sedangkan Si Doel The Movie dibikin dalam versi film. Tentu aja Rano Karno yang udah identik sebagai Si Doel gak ketinggalan dihadirkan.

Selain dikenal sebagai aktor, Rano Karno juga populer karena jabatannya sebagai Gubernur Banten. Saat itu ia menggantikan Ratu Atut yang ditangkap KPK. Sayangnya, Rano Karno gak bisa menduduki jabatan itu lagi karena kalah dalam Pilgub kemarin.

Bicara Rano Karno, ternyata kisah “anak sekolahan” ini menarik lho buat diulik. Seperti apa kisahnya? Yuk cari tahu dalam ulasan berikut.

1. Anak dari seorang aktor

Doel tahun 1971

A post shared by Rano Karno (@si.rano) on

Rano Karno lahir pada 8 Oktober 1960 di Jakarta. Ia merupakan anak ketiga dari enam bersaudara. Ayahnya adalah seorang aktor bernama Soekarno M. Noer, dan dikenal sebagai bintang film era ‘60 hingga ‘70-an.

Beberapa judul film pernah dibintangi Soekarno M. Noer, seperti Anakku Sajang (1960), Dibalik Tjahaja Gemerlapan (1967), dan Kemelut Hidup (1979). Malahan nih, dia terpilih sebagai Aktor Terbaik dalam Festival Film Indonesia.

Gak heran kenapa Rano Karno jago dalam dunia seni peran. Sebab darah seni ayahnya turut mengalir dalam dirinya.

2. Sejak usia 9 tahun udah bermain film

Hallo sahabat ig, salam dr Belanda

A post shared by Rano Karno (@si.rano) on

Saat anak-anak seusianya sedang asyik-asyiknya bermain, Rano Karno malah terjun ke dunia film karena ayahnya. Saat itu ia masih berusia sembilan tahun.

Ia berperan sebagai anak-anak dalam film Lewat Tengah Malam (1971). Setahun kemudian ia bermain peran sebagai Doel dalam Si Doel Anak Betawi (1972). Hebatnya, ia meraih penghargaan sebagai Aktor Harapan I PWI Jaya berkat film Rio Anakku (1973).

Gak cuma satu penghargaan, Rano juga diganjar penghargaan The Best Child Actor di Festival Film Asia tahun 1974.

3. Lulus sekolah makin serius menekuni seni peran

Ngape lagi ni bocah?

A post shared by Rano Karno (@si.rano) on

Rano Karno diketahui menyelesaikan pendidikannya hingga SMA. Ia bersekolah di SD Van Lith, SMP Van Lith, dan SMA Negeri 6 Jakarta.

Lulus tahun 1979, Rano kemudian berkeinginan buat memperdalam ilmu seni perannya. Ia pun mengambil pendidikan di East West Player, Amerika Serikat.

Keinginan kuatnya ini gak lepas dari perannya sebagai aktor selama bersekolah dulu. Terakhir, ia bermain dalam film bergenre remaja dan dewasa, yaitu Wajah Tiga Perempuan (1976), Suci Sang Primadona (1977), hingga Gita Cinta dari SMA (1979).

4. Menyutradarai “Si Doel Anak Sekolahan”

Alhamdulillah.. Lebaran pertama bersama keluarga..

A post shared by Rano Karno (@si.rano) on

Saat kondisi perfilman Indonesia sedang lesu-lesunya, Rano Karno memunculkan sosok Doel dalam versi sinetron. Bersama kawan-kawannya, ia menyutradarai Si Doel Anak Sekolahan yang tayang tahun 1994 lewat rumah produksi Karnos Film.

Gak disangka-sangka, sinetron ini mendapat sambutan yang positif. Bahkan, sinetron dengan 162 episode ini boleh dibilang jadi tayangan terfavorit saat itu. Selain sebagai sutradara, Rano Karno juga kembali mengisi peran sebagai sosok Doel.

5. Dari panggung sinetron ke panggung politik

Foto ame si non.. . #sidoelthemovie @sidoelanaksekolahan

A post shared by Rano Karno (@si.rano) on

Selepas menyutradarai sekaligus memainkan peran di Si Doel Anak Sekolahan, Rano Karno gak disangka-sangka hijrah ke panggung politik. Ia menyatakan diri mundur buat sementara dari dunia seni peran. Ia bergabung menjadi kader Partai PDIP.

Dari kegiatan politiknya, Rano tercatat sebagai calon Wakil Bupati Tangerang berpasangan dengan Ismet Iskandar sebagai calon Bupati. Mereka terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tangerang buat periode 2008-2013.

Dari Wakil Bupati, Rano naik tingkat menjadi Wakil Gubernur Banten. Ia mendampingi Ratu Atut Chosiyah yang terpilih sebagai Gubernur Banten buat periode 2012-2017.

Namun, di tengah masa jabatan, Ratu Atut diciduk KPK karena kasus korupsi. Rano yang ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Banten kemudian dilantik menjadi Gubernur Banten ke-3 periode 2014-2017.

6. Gagal di Pilgub 2017

Jelang pemilihan gubernur serentak 2017, Rano Karno mencalonkan diri maju sebagai calon Gubernur Banten periode 2017-2022. Ia berpasangan dengan Embay Mulya Syarief. Pasangan ini maju dengan dukungan dari tiga partai, yaitu PDIP, Nasdem, dan PPP.

Sayangnya, “Si Doel” harus terima kekalahan saat hasil perolehan suara diumumkan. Ia kalah tipis dengan perolehan suara 2.321.323 dari total suara 4.732.536.

Itu tadi kisah Rano Karno yang populer berkat perannya sebagai Doel. Dari kisahnya, Rano seakan mau menunjukkan gak ada yang mustahil. Buktinya, ia bisa jadi gubernur, padahal dulunya “cuma” bintang film. Hebat ya!

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan