Kisah Sukses 3 Pemeran Aladdin, Salah Satunya Ada Orang Indonesia

4 menit
Aladdin
Rano Karno pemeran Aladdin versi Indonesia (YouTube)

Sebagai salah satu film yang melegenda sepanjang masa, kisah Aladdin berasal dari dongeng Timur Tengah yaitu seorang pelancong Suriah, Hanna Diyab. Cerita itu ditulis ulang di abad ke-18 oleh warga Prancis bernama Antoine Galland dalam Buku: 1001 Malam.

Namun, Walt Disney menggarap ulang cerita Aladdin lewat sebuah film kartun yang laris pada masanya di tahun 1992. Hampir semua orang di dunia mengenal cerita tentang si miskin dari Agrabah ini lewat film kartun tersebut.

Saking larisnya, Walt Disney Pictures merilis ulang film ini dalam bentuk live-action dengan menggandeng Guy Ritchie sebagai sutradaranya pada tahun 2019. Alhasil, film ini laris manis.

Bicara soal karakter utama film itu, ada tiga aktor sukses yang tenar berkat perannya sebagai “Aladdin”. Dan percaya gak percaya, salah satunya adalah orang Indonesia yang bahkan sempat menjadi gubernur!

Mau tahu siapa saja mereka? Yuk, simak kisah sukses mereka di bawah sini:

1. Scot Weinger

aladdin
Scot Weinger pemeran sukses Aladdin (Getty Images)

Aktor Amerika Serikat kelahiran 1975 ini merupakan pengisi suara film kartun “Aladdin” yang tayang di tahun 1992.

Bukan cuma di film, Weinger bahkan mengisi suara karakter “Aladdin” di setiap video games, sebut saja seperti Kingdom Hearts, Kinects Disneyland Adventures, hingga Disney Infinity.

Weinger merupakan lulusan kampus Harvard tahun 1998. Dia mendapat gelar Magna Cum Laude di jurusan Sastra Inggris dan Amerika. Wow, hebat banget ya!

Karier pertamanya bermulai di film “Police Academy 5”. Berawal dari film itu, dia mulai sering tampil di beberapa sitkom lokal Amerika, salah satunya adalah “Full House”.

Pada akhirnya, di tahun 1992 dia memulai debut pertamanya sebagai pengisi suara di film kartun karya Disney. Tanpa disadari, film itulah yang membuatnya tenar hingga kini, karakter tersebut sudah benar-benar menempel di diri Weinger.

Selain aktif mengisi suara, Weinger juga merupakan seorang produser acara televisi dan penulis skenario. Beberapa hasil karyanya antara lain adalah “The Neighbors”, “Galavant”, “Black-ish”, dan “The Muppets”.

Baca juga: 4 Pelajaran Finansial yang Bermanfaat Bisa Kamu Petik dari Film “Aladdin”

2. Mena Massoud

aladdin
Mena Massoud pemeran Aladdin (Instagram/@menamassoud)

Nah, ini pemeran “Aladdin” yang di film Live-Action yang tayang di bioskop saat ini. Pria berdarah Mesir ini ternyata seorang warga negara Kanada.

Massoud lahir dari keluarga Kristen Koptik di Kairo yang bermigrasi ke Kanada saat masih remaja. Lulusan St. Brother André Catholic High School ini ternyata adalah seorang vegan. Dia pun sempat membuat film dokumenter bertema kuliner vegan, Evolving Vegan.

Sama seperti Weinger, Massoud juga pernah menjadi pengisi suara di video games yaitu “Watch Dogs 2”. Dia juga pernah didapuk menjadi salah satu aktor di beberapa serial televisi.

Beberapa film yang pernah dibintangi Massoud memang gak terlalu terkenal. Film-film itu adalah “Let’s Rap”, “Ordinary Days”, dan “Run This Town”.

3. Rano Karno

aladdin
Rano Karno pemeran Aladdin Indonesia (Wikipedia)

Generasi zaman now pasti bingung, kapan Rano Karno jadi “Aladdin”? Bisa dibilang, cerita mantan Gubernur Banten ini memerankan “Aladdin” memang cukup mengejutkan.

Pasalnya, film “Aladdin” yang dibintangi Rano adalah film yang dirilis tahun 1980 yaitu “Aladin dan Lampu Wasiat.

Pastinya Rapi Film sudah menggarap film ini jauh sebelum Disney merilis film animasi “Aladdin” lho ya, dan yang bikin kaget Putri Jasmine di film itu ternyata diperankan oleh Lidya Kandou, sayangnya namanya diganti jadi Putri Permatasari.

Hanya saja, cerita Aladin dan Lampu Wasiat ini agak berbeda dikit dari cerita “Aladdin” di box office maupun yang versi kartun. Dan musiknya pun musik dangdut.

Karier Rano Karno

Bicara soal karier, tentunya kamu tahu dong bagaimana kiprah Rano Karno di dunia politik maupun film Tanah Air.

Rano Karno lahir pada 8 Oktober 1960 di Jakarta. Dia merupakan anak ketiga dari enam bersaudara. Ayahnya adalah seorang aktor bernama Soekarno M. Noer, dan dikenal sebagai bintang film jadul era 1960 hingga 1970-an.

Rano Karno sudah terjun ke dunia perfilman saat masih kecil. Saat itu, dia masih berusia sembilan tahun. Beberapa film yang membuatnya tenar adalah “Si Doel Anak Betawi”.

Lulus tahun 1979, Rano kemudian berkeinginan buat memperdalam ilmu seni perannya. Dia pun mengambil pendidikan di East West Player, Amerika Serikat.

Keinginan kuatnya ini gak lepas dari perannya sebagai aktor selama bersekolah dulu. Terakhir, dia bermain dalam film bergenre remaja dan dewasa, yaitu “Wajah Tiga Perempuan” (1976), “Suci Sang Primadona” (1977), hingga “Gita Cinta dari SMA” (1979).

Saat kondisi perfilman Indonesia sedang lesu-lesunya, Rano Karno memunculkan sosok Doel dalam versi sinetron. Bersama kawan-kawannya, dia menyutradarai “Si Doel Anak Sekolahan” yang tayang tahun 1994 lewat rumah produksi Karnos Film.

Gak disangka-sangka, sinetron ini mendapat sambutan yang positif. Bahkan, sinetron dengan 162 episode ini boleh dibilang jadi tayangan terfavorit saat itu. Selain sebagai sutradara, Rano Karno juga kembali mengisi peran sebagai sosok Doel.

Usai menyutradarai dan membintangi film Si Doel Anak Sekolahan, Rano hijrah ke panggung politik. Dia menyatakan diri mundur buat sementara dari dunia seni peran. Dia bergabung menjadi kader Partai PDIP.

Rano pun berhasil Mereka terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tangerang buat periode Sebelum akhirnya jadi Wakil Gubernur Banten mendampingi Ratu Atut Chosiyah yang terpilih sebagai Gubernur Banten buat periode 2012-2017.

Saat Ratu Atut diciduk KPK, Rano pun didapuk menjadi Gubernur Banten ketiga untuk periode 2014-2017. Meski akhirnya gagal mencalonkan diri sebagai Gubernur Banten di tahun 2017, Rano kini kembali ke dunia perfilman dan menggarap “Si Doel The Movie 2”.

Itulah tiga orang pria sukses yang pernah memerankan karakter Aladdin. Gak sangka ya salah satu di antara mereka orang Indonesia.

Intinya, kisah perjalanan karier mereka memang cukup inspiratif. Semuanya para pekerja keras yang berani berjibaku di dunia hiburan. (Editor: Chaerunnisa)

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.