Ini 6 Perusahaan Konglomerat Indonesia yang Angkat Mantan Jenderal Jadi Komisaris

4 menit
komisaris independen
Plang Alfamart. (Shutterstock)

Selain direktur, posisi komisaris juga diperlukan dalam suatu perusahaan. Orang-orang yang mengemban jabatan komisaris punya tanggung jawab buat mengawasi dan memastikan perusahaan tetap berkinerja baik. Tanggung jawab ini pun diemban mereka yang berstatus komisaris independen.

Di perusahaan terbuka alias Tbk., jabatan komisaris independen itu diberikan kepada mereka yang berasal dari luar perusahaan. Dengan kata lain, orang yang menjabat ini bukanlah orang yang berstatus sebagai pegawai perusahaan tersebut.

Penunjukannya dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dari rapat tersebut, nama-nama yang sama sekali gak terkait pemegang saham atau berhubungan langsung dengan organisasi bisnis ditetapkan sebagai komisaris independen.

Di Indonesia sendiri, posisi tersebut gak melulu harus dipegang orang-orang yang punya latar belakang ekonomi. Ada perusahaan-perusahaan yang menempatkan orang yang dulunya aktif di TNI dan Kepolisian pada jabatan tersebut.

Dari hasil penelusuran yang dilakukan Moneysmart, sejumlah perusahaan yang dimiliki konglomerat indonesia ternyata mengambil mantan jenderal TNI dan Polisi sebagai komisaris independen mereka. Pengin tahu perusahaan-perusahaan mana aja itu? Berikut ini daftarnya.

Baca juga: Boy Thohir Jadi Komisaris Gojek, Ini Yang Akan Dia Lakukan!

1. PT Chandra Asri Petrochemical, Tbk. (TPIA)

komisaris independen
Marsekal TNI (Purn.) Djoko Suyanto bersama para petinggi PT. Chandra Asri Petrochemical. (chandra-asri.com)

Belum lama ini perusahaan petrokimia milik konglomerat Prajogo Pangestu ini menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Dubai, Mubadala Investment Company. Nilai kerja sama kedua perusahaan tersebut dilaporkan mencapai US$ 2,5 miliar atau sekitar Rp 35 triliun.

Usut punya usut, posisi komisaris independen di PT Chandra Asri Petrochemical, Tbk. ternyata diisi Marsekal TNI (Purn.) Djoko Suyanto. Menariknya nih mantan Menkopolhukam era Presiden SBY ini juga menjadi komisaris independen di PT Cardig Aero Services, Tbk.

Di PT Chandra Asri Petrochemical, Tbk. (TPIA), Djoko Suyanto telah menjabat komisaris independen sekaligus presiden komisaris sejak Maret 2015. Ia juga pernah menjadi komisaris independen di PT Adaro Energy, Tbk. dari tahun 2008 hingga 2009.

Baca juga: 5 Pendukung Jokowi yang Masih Menduduki Kursi Komisaris BUMN

2. Bank Artha Graha Internasional, Tbk. (INPC)

komisaris independen
Gedung Bank Artha Graha International. (Facebook)

Di Bank Artha Graha Internasional, Tbk., ada nama Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri yang menduduki posisi komisaris independen sekaligus komisaris utama. Dalam menjalankan tugasnya, jenderal bintang tiga AD ini didampingi dua wakil komisaris utama, yaitu Tomy Winata dan Sugianto Kusuma atau yang lebih dikenal sebagai Aguan.

Di dunia bisnis, Tomy Winata dikenal sebagai sosok di balik kesuksesan Artha Graha Network. Sementara Sugianto Kusuma atau dikenal dengan nama Aguan merupakan pemilik dari Agung Sedayu Group.

Dari informasi yang ada di website Bank Artha Graha, Pak Kiki Syahnakri mulai menjabat sebagai komisaris utama sejak tahun 2005. Kemudian, ia merangkap sebagai komisaris independen sejak tahun 2012.

Baca juga: Jadi Komisaris Semen Indonesia dan Digaji Rp 60 Jutaan, Ini 3 Mobil Pakde Karwo!

3. Eagle High Plantations, Tbk. (BWPT)

komisaris independen
Lahan Eagle High Plantation. (Rajawali.com)

Selain dari TNI, ada pula jenderal purnawirawan dari Kepolisian yang diketahui menduduki posisi komisaris independen. Salah satunya adalah Komisaris Jenderal (Purn.) Drs. Nanan Soekarna.

Sosok yang dulunya menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia era Presiden SBY ini mengemban tanggung jawab menjadi komisaris independen di Eagle High Plantations, Tbk. Pak Nanan ditunjuk sebagai komisaris sejak Juni 2016.

Eagle High Plantations, Tbk. diketahui merupakan salah satu perusahaan sawit terbesar di Indonesia. Perusahaan yang berstatus terbuka ini merupakan anak perusahaan Rajawali Corpora yang dimiliki konglomerat Indonesia, Peter Sondakh.

4. Ace Hardware Indonesia, Tbk. (ACES)

komisaris independen
Karyawan Ace Hardware. (acehardware.co.id)

Menjadi salah satu perusahaan retail terbesar di Indonesia, rupanya PT Ace Hardware Indonesia, Tbk. memiliki komisaris independen dari kalangan jenderal purnawirawan, yaitu Letnan Jenderal TNI (Purn.) Tarub.

Jenderal bintang tiga yang dulunya menjabat Pangkostrad (1994 – 1995) ini menduduki posisi tersebut di Ace Hardware Indonesia sejak tahun 2008. Pak Tarub sebelumnya juga pernah menjadi komisaris, yaitu komisaris PT Cipta TPI yang kini menjadi MNCTV sejak 1993.

PT Ace Hardware Indonesia, Tbk. sendiri diketahui merupakan bagian dari PT Kawan Lama Sejahtera yang dimiliki Kuncoro Wibowo. Sosok Kuncoro Wibowo dimasukkan majalah Forbes ke dalam daftar orang terkaya di Indonesia.

5. Media Nusantara Citra, Tbk. (MNCN)

komisaris independen
Para petinggi MNCN. (mediacom.co.id)

Salah satu perusahaan milik Hary Tanoesoedibjo ini diketahui menempatkan seorang mantan jenderal dalam jajaran komisaris, yaitu Letnan Jenderal TNI Mar (Purn.) Muhammad Alfan Baharudin. Mantan Kepala Basarnas ini mulai menjabat posisi komisaris sejak 2018.

Media Nusantara Citra, Tbk. atau populer dengan nama MNC merupakan grup bisnis yang menaungi banyak perusahaan milik Hary Tanoesoedibjo lainnya, mulai dari MNC Media, MNC Financial Services, hingga MNC Property.

6. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk. (AMRT)

komisaris independen
Salah satu gerai Alfamart. (Shutterstock)

Sementara di Sumber Alfaria Trijaya, Tbk., ada Komjen Pol (Purn) Drs. Ahwil Loetan yang menjadi komisaris independen perusahaan retail tersebut. Jenderal Polisi bintang tiga ini mulai aktif sebagai komisaris sejak tahun 2017.

Sebelumnya, Pak Ahwil Loetan pernah memegang posisi sebagai Ketua Komite Audit Perseroan sejak 24 Juli 2014 di PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk. Perusahaan yang membawahi minimarket Alfamart dan Alfamidi ini dimiliki pengusaha sukses Djoko Susanto.

Keberhasilannya dalam mengembangkan perusahaan membawa Djoko Susanto menjadi pengusaha sukses di Indonesia. Bahkan, majalah Forbes memasukkan namanya ke daftar orang terkaya di Indonesia.

Nah, itu tadi daftar perusahaan milik konglomerat Indonesia yang mengangkat mantan jenderal menjadi komisaris independen. Gimana menurutmu? (Editor: Ruben Setiawan)

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!