Kopi Mantap, Jurus Baru Jokowi Genjot Investasi di Indonesia

2 menit
Investasi
Shutterstock

Pemerintah akan menggunakan jurus Koordinasi Pengawalan Investasi Memanfaatkan Aplikasi (Kopi Mantap) demi menggenjot laju investasi di Indonesia. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengaku penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) akan dimaksimalkan melalui strategi tersebut.

Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong mengaku optimis akan laju investasi pada tahun ini akan mencapai double digit. Hal ini seiring dengan perbaikan sistem perizinan yang terkoneksi dan memudahkan investor.

“Syukurnya tahun 2018 akhir kami mulai melihat recovery dan awal 2019 recovery makin kencang. Tahun ini kami percaya diri PMA kembali double digit,” kata Lembong di Indonesia Convention Exhibition, BSD City, Tangerang Selatan.

Lembong mengatakan, adanya platform Kopi Mantap akan membantu pemerintah pusat dalam pengawalan dan pelaksanaan dana masuk hingga di tingkat pemerintah daerah (pemda).

Digitalisasi Perizinan Investasi

Adapun Kopi Mantap disiapkan guna mempermudah koordinasi hingga fasilitasi pemenuhan komitmen perizinan berusaha melalui Online Single Submission (OSS) yang sifatnya lintas kewenangan.

Dengan adanya platform ini memberikan efektivitas dan efisiensi koordinasi dengan menggunakan platform berbasis teknologi informasi. Baik yang didukung fitur kolaborasi, knowledge sharing, serta pertemuan jarak jauh melalui video atau audio conference.

Lembong mengatakan, platform Kopi Mantap disiapkan guna menjawab kebutuhan akan perkembangan teknologi informasi yang serba online. Tanpa harus tatap muka ataupun proses surat menyurat.

Peningkatan sistem perizinan ini disiapkan pemerintah, untuk memberikan daya saing Indonesia terhadap pasar global. Terlebih, negara tetangga seperti Singapura hingga Thailand telah melakukan proses digitalisasi. Termasuk kolaborasi antara pemerintah pusat dengan daerah.

“Ini adalah aspek pengawalan investasi. Investasi harus dikawal dari ujung ke ujung. Setiap langkah harus direspons,” tegas Lembong.

Evaluasi Turunnya Tingkat Investasi

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengatakan, realisasi laju penanaman modal yang rendah harus menjadi bahan evaluasi dan juga koreksi bersama. Sebab jika tidak, maka Indonesia akan kalah saing dari negara lain.

“Apalagi sekarang peluang di tengah perang dagang antara Amerika Serikat dengan China semakin besar,” kata Presiden.

Dengan ini, Presiden mengajak seluruh stakeholder melakukan evaluasi secara serentak agar mampu meningkatkan laju investasi termasuk jajaran pemerintah daerah yang memang berhubungan langsung dengan investor.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Taiwan