Banner ImageBanner Image

Akhir Tahun Lebih Baik Kredit Mobil Atau Beli Cash?, Ini Pertimbangannya

2 menit
Shutterstock
Shutterstock

Memasuki akhir tahun produsen kendaraan menebar promo kredit mobil. Promo gencar mulai dari down payment (DP) murah, cicilan ringan, cash back, hingga bonus produk dalam pembelian.

Akan tetapi, hal ini harus dilihat lebih bijak. Jangan alih-alih ingin ganti kendaraan malah menganggu arus keuangan pribadi dan keluarga.

Financial Planner dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andi Nugroho kamu sebaiknya perlu melihat sisi prioritas sebelum tergiur promo kredit mobil.

“Sebelum memutuskan untuk membeli atau mengganti kendaraan kita harus dipikirkan ulang seberapa penting dan perlunya kendaraan tersebut untuk kita. Seberapa urgent kita untuk mengganti kendaraan,” kata Andi kepada Moneysmart.id, Kamis (21/11/2018).

Lebih Baik Beli Cash Ketimbang Kredit

 

Shutterstock
Ilustrasi Bayar Cash (Shutterstock)

Selain mempertimbangkan aspek prioritas, konsumen juga harus lebih cermat dalam membeli mobil menggunakan skema kredit ataupun langsung secara cashAndi menyarankan, konsumen untuk membeli secara cash bilamana dana sudah tercukupi.

“Bila dana yang tersedia mencukupi, tentunya akan lebih menguntungkan untuk beli kendaraan secara cash dibandingkan kredit. Karena jumlah yang kita bayarkan tentu lebih sedikit dibandingkan beli dengan cara kredit,” ucapnya.

Namun, jika membeli kendaraan secara cash memang dana yang harus disiapkan cukup besar dibandingkan kredit yang hanya menyiapkan DP dan cicilan pertama. Tapi secara menyeluruh lebih murah secara cash.

“Bila dana yang tersedia dan kemampuan membayarnya terbatas, pilihan yang memungkinkan memang dengan cara kredit. Kekurangan kredit adalah total pembayaran yang kita bayarkan sampai lunas jauh lebih besar dibandingkan dengan cash,” kata Andi.

Jika Kredit Pilih Tenor Pendek

Shutterstock
Ilustrasi Skema Kredit (Shutterstock)

Kemudian, jika membeli kendaraan secara kredit ada baiknya memilih masa waktu kredit atau tenor yang paling pendek.

“Alasannya semakin pendek tenor maka total uang yang dibayarkan juga akan semakin kecil. Apalagi mobil barang konsumtif yang harganya semakin turun seiring waktu. Konsekuensi tenor pendek adalah jumlah yang dibayarkan tiap bulannya akan semakin mahal dibandingkan tenor yang panjang,” jelasnya.

Ketika ingin kredit mobil, maka secara otomatis sales akan menawarkan pembayaran cicilan dengan tenor terpanjang. Hal ini dimanfaatkan oleh sales untuk membujuk pembeli yang tidak memiliki pengetahuan finansial.

Hal tersebut tentu sangat merugikan pembeli, sebab kendaraan tidak seperti properti atau tanah yang harganya terus mengalami peningkatan.

Akan tetapi pembelian kendaraan secara kredit tenor panjang mengambil risiko besar, mulai dari pembayaran bunga dan cicilan, biaya servis kendaraan, hingga penggantian suku cadangan bila alami kerusakan.

Nah, dengan ini jadi paham dong ya, jangan tertipu daya dengan promosi yang bikin kepo. Tapi pelajari dulu, cermati keuangan pribadi, baru tentukan pilihannya, jangan sampai mau ganti kendaraan malah bikin kantong boros ya.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

MoneySmart Singapore MoneySmart Indonesia MoneySmart Hong Kong