Kredit Rumah Gak Bikin Rekening Tiris, Ikuti Deh Tips-tips Jitu Berikut Ini

4 menit
Kredit Rumah Gak Bikin Rekening Tiris, Ikuti Deh Tips-tips Jitu Berikut Ini, (Ilustrasi/Shutterstock).

Keputusan ambil kredit rumah emang harus dipertimbangkan masak-masak. Sebab jangka waktu pelunasan alias tenornya itu berlangsung lama lho.

Kamu pasti udah tahu kalau tenor kredit rumah itu lamanya bisa mencapai 20 tahun. Banyak orang yang membayar hingga selama itu karena cuma itu opsi yang bisa dipilih kalau pengin dapat cicilan yang ringan.

Belum lagi mempertimbangkan hal lainnya yang menjadi kekhawatiran banyak orang. Apakah aplikasi pengajuan bakal diterima? Atau sudah tepatkah mengambil rumah saat ini? Juga pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Walaupun sekarang ini banyak developer properti dan bank yang gencar tawarkan promo, bukan berarti keputusan harus diambil dengan buru-buru. Buat kredit yang satu ini, hindari mengambil keputusan yang kesannya gegabah.

Baca juga: Ini yang Terjadi dengan KPR yang Udah Dibayar Kalau Rumah Disita Bank

Apalagi kalau kamu pertama kali melakukan pembelian rumah. Pembelian yang kurang teliti bisa merugikan kamu nantinya. Cukup banyak orang yang gagal bayar kredit hingga akhirnya terpaksa menyerahkan rumahnya pada bank buat disita karena ketidak hati-hatian tersebut.

Nah, biar jangan merasa rugi telah ambil kredit rumah, ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan nih. Dikutip dari Dave Ramsey, ini lho tips-tipsnya.

1. Lunasi utang yang ada

Lunasi terlebih dahulu utang yang ada sebelum kamu ambil kredit rumah, (Ilustrasi/Shutterstock).

Rencana buat kredit rumah bisa berakhir sia-sia kalau kamu diketahui masih memiliki utang yang belum terlunasi. Karena itu, kalau masih ada utang yang belum lunas hingga tuntas, buruan deh dibereskan agar skor kredit di Informasi Debitur atau iDeb tetap terjaga.

Sebab lancar atau macetnya pembayaran tagihan utang memengaruhi skor kredit. Semakin lancar, semakin bagus skor kredit. Sementara pembayaran yang macet-macet memunculkan angka skor kredit yang buruk.

Coba aja cek skor kredit kamu di iDeb melalui SLIK OJK. Di situ kamu bisa lihat bagus atau buruknya skor kredit kamu. Lalu, seandainya buruk, gimana bikinnya menjadi bagus?

Baca juga: KPR Khusus Milenial Diluncurkan, Ini 4 Ketentuannya

Pertama-tama, kamu lunasi semua utang dulu. Kemudian transaksi dengan kartu kredit buat belanja apa pun. Namun, sebelum jatuh tempo, tagihan kartu udah lunas. Dengan begitu, skor kredit bisa membaik. Inilah kenapa penting punya kartu kredit.

2. Kumpulkan uang buat dijadikan dana darurat

Kumpulkan uang buat dijadikan dana darurat, (Ilustrasi/Shutterstock).

Kesiapan kamu mengambil kredit rumah juga dilihat dari ada atau gaknya dana darurat. Asal tahu aja nih, dana darurat bisa dipakai buat jaga-jaga kalau sampai terjadi kemungkinan terburuk yang merugikan kamu dari segi finansial.

Kerugian finansial ini bisa merembet hingga bisa bikin kamu kesulitan nantinya dalam membayar kredit rumah. Di sinilah dana darurat berperan buat mengantisipasi kemungkinan buruk tersebut.

Baca juga: Ini Tips yang Wajib Kamu Lakukan agar Aplikasi Pengajuan KPR BTN Bisa Diterima

Bingung gimana caranya alokasikan uang buat dana darurat? Gampang kok sebenarnya. Tinggal ambil aja 10 – 20 persen gajimu buat dialokasikan sebagai dana darurat. Kumpulkan hingga besarannya mencapai 6 – 9 pengeluaran rutinmu tiap bulan.

3. Jangan oke-oke aja dengan besaran cicilan kredit rumah yang disodorkan bank

Jangan oke-oke aja dengan besaran cicilan kredit rumah yang disodorkan bank, (Ilustrasi/Shutterstock).

Karena ingin cepat-cepat memiliki rumah, bukan berarti kamu oke-oke aja pertanda setuju dengan besaran cicilan yang disodorkan bank. Emang benar, bank memberi nilai cicilan yang besarannya 30 persen dari gajimu.

Namun, cicilan sebesar itu sebaiknya ditimbang baik-baik walaupun kemampuan finansialmu bisa-bisa aja bayar cicilan tersebut. Asal tahu aja nih, cicilan kredit rumah yang kamu bayar sekarang suatu saat bisa naik lho besarannya apalagi kalau sampai suku bunga BI naik.

Itulah kenapa lebih baik ambil cicilan rumah yang besarannya kurang dari 30 persen gajimu. Makin kurang, makin bagus. Sebab pertimbangan ini didasarkan pada asumsi kenaikan cicilan rumah.

4. Sebisa mungkin hindari memberi uang muka yang nilainya kecil

Sebisa mungkin hindari memberi uang muka yang nilainya kecil, (Ilustrasi/Shutterstock).

Sekarang besaran uang muka alias down payment atau DP udah gak gede-gede amat lho. Malahan ada developer properti yang menawarkan DP rumah sebesar Rp 8 jutaan.

Kamu tergiur kan pastinya? Namun, dengan bayar uang muka yang kecil, itu berarti kamu setuju dengan pembayaran cicilan yang besar. Sebab kamu meminjam uang dari bank dengan plafon kredit yang cukup tinggi.

Misalnya aja kamu kredit rumah seharga Rp 500 juta dengan DP Rp 8 juta. Itu berarti kamu meminjam uang dari bank sebesar Rp 492 juta.

Baiknya nih. Kamu bayar DP yang besar. Kalau bisa Rp 100 juta, bayar aja segitu agar nanti kamu pinjamnya gak besar-besar amat dan cicilan yang mesti kamu bayarkan juga ringan.

5. Hati-hati dengan adanya biaya KPR

Hati-hati dengan adanya biaya KPR, (Ilustrasi/Shutterstock).

Banyak yang berpikir kredit rumah itu cuma bicara DP dan cicilan tiap bulan. Padahal, ada satu lagi biaya yang kadang luput dari perhatian, yaitu biaya KPR.

Cukup banyak orang yang beranggapan biaya KPR itu mencakup uang muka dan cicilan rumah. Padahal, biaya KPR adalah biaya-biaya yang harus dikeluarkan aplikasi pengajuan KPR diproses bank dan notaris.

Apa aja yang termasuk ke dalam biaya KPR?

  • Biaya Notaris
  • Biaya APHT
  • Biaya BPHTB
  • Biaya Penilaian/Appraisal
  • Biaya Administrasi
  • Biaya Proses
  • Provisi Bank
  • Angsuran Pertama
  • Premi Asuransi Kebakaran
  • Premi Asuransi Jiwa

Perlu kamu tahu, biaya KPR ini cukup besar lho. Boleh aja kamu bayar DP Rp 8 juta, tapi nanti kamu bayar biaya KPR hingga Rp 30 jutaan. Biaya KPR dihitung dengan rumus: 5 persen x plafon kredit dari bank.

Dengan kata lain, semakin besar plafon kredit dari bank, semakin besar biaya KPR yang dibayarkan. Itulah kenapa kamu harus tanya-tanya, apakah ada biaya KPR atau gak. Soalnya ada developer yang kasih promo tanpa biaya KPR lho.

Nah, itu tadi beberapa tips yang bisa kamu pakai apabila hendak ajukan kredit rumah. Pembelian yang terencana dan didasari pertimbangan yang matang bakal bikin kamu terhindar dari pembelian rumah. Semoga informasi barusan bermanfaat ya! (Editor: Mahardian Prawira Bhisma). 

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!

Mau lebih cerdas kelola uang?

Dapatkan tips saham, karier, inspirasi bisnis dan konten menarik lainnya!