Kunci Sukses Investasi: Tanpa Menentukan Tujuan Sama Aja Bunuh Diri

5 menit
kunci sukses investasi

Siapa yang gak ngiler ditawari investasi dengan return puluhan juta rupiah hanya lewat tanam duit ratusan ribu per bulan? Imbal hasil itu bisa didapat dalam jangka waktu singkat lagi.

 

Ngiler sih boleh, tapi sebaiknya tawaran itu jangan buru-buru diambil. Loh, kenapa? Kan hasil investasinya gede?

 

Sedikitnya ada 2 alasan kenapa mommies disarankan gak sembarangan berinvestasi. Pertama, tentu saja karena investasi sangat rawan penipuan. Sudah tak terhitung berapa banyak korban investasi bodong di Indonesia. [Baca: Awas, Bisnis Investasi yang Menipu Ada Di Mana-mana]

 

Kedua, kunci sukses investasi adalah menentukan tujuan. Kalau sembarangan berinvestasi, apalagi duit yang ditanam jor-joran, itu namanya bunuh diri! Ziiiing.

 

Terkesan serem, tapi memang ngeri kalau main tanam duit di sana-sini tanpa mematok target. Di bidang mana pun, perencanaan itu penting. Mau bangun rumah, misalnya, harus bikin denah dulu.

 

Kan ajaib kalau bangun rumah tanpa denah. Ntar tahu-tahu ukuran kamar mandi lebih besar ketimbang kamar utama. Hehehe

 

Yang dimaksud dengan menentukan tujuan dalam hal investasi adalah untuk apa duit yang dihasilkan dari investasi itu? Apakah buat beli rumah? Beli mobil? Tabungan pensiun? Tabungan pendidikan anak?

 

Penentuan tujuan investasi ini penting karena menentukan juga apa instrumen investasi yang sebaiknya dipilih. Tujuan investasi sendiri bisa dibagi menjadi 3 jenis, yaitu jangka waktu pendek, menengah, dan panjang.

 

Mari kita simak bagaimana kecocokan antara tujuan dan instrumen investasi berikut ini:

 

1. Jangka waktu pendek

Tujuan investasi dalam jangka waktu pendek (2-3 tahun ke depan) misalnya beli mobil baru. Untuk mewujudkan tujuan ini, sebaiknya pilih instrumen investasi yang likuid alias bisa dicairkan sewaktu-waktu. Mommies bisa pilih investasi di tabungan biasa. [Baca: Ketahui 7 Jenis Tabungan Bank di Indonesia Ini Agar Tak Salah Pilih]

 

tabungan
Nabung koin demi koin pun perlu tujuan juga. Kalau sudah terkumpul banyak, mau diapain koin itu? Beli motor? Beli es cendol?

 

 

Tapi harus diiingat, nilai imbal hasil investasi di tabungan sangat kecil bila dibandingkan dengan instrumen investasi lain. Kalau mommies merasa bunga tabungan kurang bisa diandalkan buat beli tunggangan anyar, bisa juga pilih deposito.

 

Deposito mirip dengan tabungan, tapi nasabah deposito kayak “dipaksa” menabung per bulan sampai jangka waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Nantinya dana tabungan plus bunganya bisa diambil saat jatuh tempo.

 

Bunga deposito bisa sampai 8% lho, lebih besar ketimbang tabungan biasa. Tapi mommies gak bisa mencairkan dananya sewaktu-waktu. Bisa sih sebenarnya, tapi bakal kena denda kalau melanggar waktu yang disetujui bersama dalam kontrak. [Baca: Deposito Bank Menguntungkan, Kok! Coba Kenalan Dulu…]

 

Kalau memilih investasi tabungan biasa tapi berharap lebih tinggi imbal hasilnya, bisa pilih tabungan dolar Amerika Serikat. Bukan rahasia lagi rupiah sering keok di depan dolar. Ini bisa dimanfaatkan dengan menabung dalam dolar.

 

Cara investasinya simpel lagi. Pas kurs dolar naik, jual. Nah pas rupiah menguat, belilah dolar sebanyak-banyaknya. Apalagi kalau suami mommies dapet gaji dolar, bisa wow bener nanti hasil investasinya dalam rupiah.

[Baca: Investasi Tabungan Dolar: Apa Itu dan Bagaimana Cara Bermainnya]

 

2. Jangka waktu menengah

Kalau investasi jangka waktu menengah (3-5 tahun ke depan), contohnya menyiapkan dana uang muka buat beli rumah dengan cara KPR. Instrumen investasi ini juga sebaiknya yang likuid atau semi-likuid. Misalnya investasi emas.

 

emas
Hanya satu jenis emas yang sering dihindari orang-orang: emasalah…

 

 

Emas gampang didapat dan gampang pula dijual kembali. Harganya pun cenderung naik dari tahun ke tahun. Tapi ini bukan emas perhiasan lho, melainkan batangan.  [Baca: 7 Tempat Jual Beli Emas buat Mommies yang Ingin Investasi]

 

Tapi memang kenaikan harganya tak begitu besar jika dihitung dalam satuan kecil. Jadi, kalau berinvestasi emas, sebaiknya dalam satuan besar sekalian. Yaaa, minimal 25 gram di awal investasi dan ditambah secara bertahap.

 

Piihan investasi lainnya yaitu beli obligasi dan reksa dana. Kalau pilih instrumen investasi ini, mommies bakal memerlukan lebih banyak pengetahuan soal seluk-beluk investasi. Tapi prosesnya gak njlimet-njlimet amat kok kalau terjun ke investasi ini.

 

Obligasi sering disebut juga dengan surat utang. Kalau berinvestasi obligasi, artinya kita memberikan utang kepada perusahaan atau negara dengan bukti berupa surat.

 

Jadi ya kayak ngasih utang ke orang lain aja gitu. Nantinya per bulan kita mendapat pembayaran bunga dari pihak yang diberi utang sampai jangka waktu peminjaman selesai. Tapi, kalau pihak yang diberi utang bangkrut, kita terancam kehilangan duit pinjaman itu.

 

Bakal lebih aman kalau kita investasi obligasi ke negara daripada ke perusahaan yang rawan bangkrut. Indonesia udah beberapa kali menerbitkan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) yang bisa dibeli masyarakat umum secara eceran dan dijual kembali.

 

Untuk mencari tahu info seputar ORI, mommies bisa datang ke bank tempat menabung. Biasanya bank besar menyediakan penjualan ORI plus informasinya.

 

obligasi dan reksa dana
Udah bukan zamannya lagi yang biasa main reksa dana cuma bapak-bapak botak berkacamata yang kerjaannya ngitung mulu. Ibu-ibu sampai mahasiswa juga bisa.

 

 

Kalau pilih reksa dana, mommies bisa pakai jasa bank juga untuk mengelola dana investasi. Atau bisa juga langsung ke perusahaan manajer investasi yang memang khusus menangani dana investasi reksa dana. Bank dan perusahaan yang terpercaya dalam soal reksa dana bisa dilihat di daftar yang dimiliki Bapepam.

 

Investasi reksa dana menjanjikan keuntungan yang lebih besar dalam jangka waktu lebih pendek ketimbang kebanyakan instrumen investasi lain. Tapi mommies harus paham bagaimana cara kerja reksa dana. Meski sudah ada manajer investasi, kita tetep wajib memantau kinerja mereka agar investasi berjalan sesuai dengan rencana.

[Baca: 6 Tahap dalam Tata Cara Beli Reksa Dana di Bank]

 

3. Jangka waktu panjang

Nah, kalau jangka waktu panjang (5 tahun ke atas), misalnya tabungan pendidikan anak. Ada beberapa instrumen investasi yang bisa dipilih. Antara lain tabungan pendidikan di bank atau asuransi pendidikan di perusahaan asuransi.

 

Masing-masing investasi itu punya keunggulan dan kekurangan sendiri-sendiri. Yang pasti, keduanya relatif aman dari risiko investasi.

 

Tabungan pendidikan lebih sering dipilih mommies yang pengin simpel-simpel aja dalam berinvestasi. Sebab memang cara kerjanya kayak tabungan biasa. [Baca: Hey Mommies, Tahu Apa Itu Tabungan Rencana dan Manfaatnya untuk Keuangan Keluarga Ga?]

 

Tapi ya itu, sebaiknya gak berharap dapat hasil investasi yang banyak kalau pilih instrumen yang risikonya kecil. Soalnya semakin besar risiko, semakin besar pula kemungkinan mendapat hasil investasi yang besar.

 

Mommies juga punya pilihan lain kalau mau investasi jangka panjang, yaitu properti. Jarang kan ada kabar harga properti baik itu tanah maupun bangunan merosot? Paling kalau ada bencana kayak banjir begitu yang bikin harga properti turun.

 

properti
Investasi properti emang bikin ngiler, tapi jangan asal ambil, terutama apartemen/rumah bersubsidi. Bisa panjang urusan karena ada aturan ketat.

 

 

Apalagi di Jakarta dan sekitarnya, harga properti kian melambung dari tahun ke tahun. Jadilah banyak orang yang terjun ke dunia investasi properti di Ibu Kota gara-gara ngiler melihat hasil yang dijanjikan. [Baca: Investasi Properti Jabodetabek: Lihat Dulu Estimasi Kenaikan Harga di Masing-Masing Daerah Ini]

 

 

Itulah kecocokan antara tujuan dan instrumen investasi yang bisa dipilih. Sekali berinvestasi, mommies bisa juga kok memilih tiga-tiganya sekaligus.

 

Misalnya investasi emas buat beli mobil, dan di saat yang sama ikut reksa dana serta punya rumah yang dikontrakkan. Yang penting, ada duit sendiri yang diinvestasikan untuk hal itu.

 

Buat mommies, penting untuk mendapat kecocokan ini agar keuangan keluarga selamat. Selain menemukan kecocokan itu, ada beberapa hal yang bisa membantu mewujudkan tujuan investasi, yaitu:

  • Bayar lunas tagihan kredit tepat waktu
  • Sisihkan pemasukan dulu untuk tabungan, baru pakai untuk belanja
  • Disiplin dalam mengelola keuangan

 

Pokoknya, selalu tetapkan tujuan sebelum berinvestasi ya, mommies. Tujuan adalah kunci sukses investasi. Jangan sampai berencana nabung buat pendidikan anak, eeeh, malah duit hasil tabungan gak cukup saat dibutuhkan buat daftar sekolah.

 

 

 

Image credit:

  • http://www.gayahidupku.com/wp-content/uploads/2014/07/tabungan2.jpg
  • http://mfxbrokerindonesia.com/wp-content/uploads/2015/05/Harga-Emas-.jpg
  • http://cdn1-a.production.liputan6.static6.com/medias/530812/big/ekonomi-kalkulator-131219b.jpg
  • http://vibiznews.com/wp-content/uploads/2013/12/properti.jpg
MoneySmart
MoneySmart

MoneySmart adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan