6 Jurus Pemerintah Genjot Kunjungan Wisatawan Asing

2 menit
Wisatawan

Pemerintah mengejar target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) hingga 20 juta kunjungan sepanjang tahun 2019.

Guna mencapai target tersebut, pemerintah bersama dengan Bank Indonesia, Kementerian Pariwisata, dan pemangku kepentingan lain menjalankan 6 strategi. Langkah ini demi mengembangkan potensi pariwisata nasional.

1. Percepatan Penyelesaian Infrastruktur

Pada strategi pertama, pemerintah akan melakukan percepatan pembangunan infrastruktur penungjang industri paruwisata nasional.

Dalam waktu dekat, pemerintah segera merampungkan proyek New Yogyakarta Internasional Airport. Baik dari sisi darat maupun udara, ditargetkan pada April mendatang, bandara baru Yogyakarta ini beroperasi secara bertahap.

Kemudian, proyek perluasan Bandara Soekarno-Hatta dan runway Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali.

“Diharapkan dengan penyelesaian beberapa proyek infrastruktur ini akan menambah kunjungan wisman ke Indonesia,” ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta.

2. Tingkatkan Atraksi Budaya

Kemudian, strategi selanjutnya adalah meningkatkan program atraksi kebudayaan daerah perbatasan pariwisata atau cross border tourism di Pulau Komodo, Danau Toba, dan Borobudur.

“Dengan meningkatkan kualitas daya dukung di sejumlah destinasi wisata di Toba, Komodo, Borobudur akan bisa mendorong quality. Karena memang jumlah turisnya tidak banyak tapi length of stay spending lebih banyak karena lebih banyak menikmati keindahan alam Indonesia,” kata Perry.

3. Peningkatan Kualitas Destinasi

Selanjutnya, pemerintah juga tengah meningkatkan kualitas wilayah-wilayah yang menjadi destinasi bagi wisatawan asing.

Adapun peningkatan kualitas ini meliputi kelancaran sistem pembayaran valuta asing, penukarang uang, hingga ketersediaan anjungan tunai mandiri (ATM).

Diharapkan dengan peningkatan kualitas dari destinasi wisatawan, maka target kunjungan 20 juta turis asing dapat tercapai.

4. Gencar Promosi Digital

Sementara itu, dari sisi promosi, pemerintah juga akan melakukan promosi digital dengan masif. Salah satunya dengan pengembangan paket wisata lewat marketplace, hingga kemudahan akses pembayaran tiket wisata.

“Kekuatan paket promo wisata di destinasi wisata serta promosi di beberapa destinasi,” jelasnya.

5. Dorong Investasi dan Pembiayaan

Selanjutnya, strategi kelima adalah mendorong kemudahan investasi dan akses pembiayaan dilokasi wisata. Dengan ini, maka investor akan mudah mengembangkan potensi wisata daerah, dan juga masyarakat dapat meningkatkan kapasitas usahanya.

Sebab peningkatan pembiayaan dapat memberikan dampak adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain peningkatan taraf hidup, hingga akses kredit pembiayaan kredit usaha rakyat.

6. Standar Manajemen Krisis

Selain itu, pemerintah juga akan Menyusun standar prosedur Manajemen Krisis Kepariwisataan. Kemudian membentuk forum Manajemen Krisis Kepariwisataan Daerah (MKK Daerah).

“Menyusun standar prosedur manajemen krisis kepariwisataan dan membentuk forum krisis kepariwisataan khususnya untuk mengklasifikasi dan mengantisipasi solusi di sejumlah daerah. Ini bisa memulihkan sejumlah daerah. Ini langkah jangka pendek yang kita lakukan,” paparnya.

Optimis Capai Target

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pada 2018 lalu, target wisatawan asing hanya 17 juta kunjungan. Dengan target devisa US$ 17 miliar. Namun demikian, realisasi kunjungan turis hanya mencapai 16 juta dengan devisa mencapai US$ 16 miliar.

“Tercapainya hampir 16 juta wisman dan devisa US$ 16 milar tahun lalu,” jelasnya.

Akan tetapi, pihaknya mengakui kunjungan turis pada 2018 mengalami penurunan akibat terjadinya bencana alam di berbagai daerah. “Itu turun karena ada bencana tahun lalu,” kata Arief.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.