Jokowi Sentil Bank Agar Jangan Urusin Pengusaha Kakap Aja, KUR Bakal Didorong Lewat Fintech

2 menit
KUR Bakal Lewat Fintech (Shutterstock)
KUR Bakal Lewat Fintech (Shutterstock)

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR masih terus didorong oleh pemerintah. Hal ini guna memberikan suntikan modal atau akses pembiayaan yang mudah, murah, dan aman bagi kalangan pengusaha kecil.

Selama ini KUR telah disalurkan melalui lembaga keuangan seperti bank milik negara, swasta, hingga koperasi simpan pinjam. Akan tetapi dalam pelaksanaan setiap tahunnya realisasi penyaluran KUR masih membutuhkan dorongan yang kuat agar pengusaha kecil dapat dengan mudah mengakses pinjaman ini.

Kementerian Koperasi dan UKM mengatakan, dukungan pembiayaan dan investasi perlu ditingkatkan kepada pelaku usaha kecil. Ini agar mampu naik kelas dan terakselerasi menjadi usaha yang lebih besar dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, sektor pembiayaan bagi pengusaha kecil perlu ditingkatkan, selama ini berdasarkan catatan Bank Indonesia penyaluran kredit untuk rakyat ini dinilai masih kurang.

“Catatan BI dan OJK mengenai penyerapan kredit perbankan untuk UMKM mereka melihat masih kurang,” kata Teten di Jakarta.

Inovasi Penyaluran Kredit

Teten menambahkan, di era digitalisasi saat ini diperlukan inovasi yang membuat akses pembiayaan semakin mudah, cepat, tetapi juga aman. Sebab selama ini perbankan kesulitan menyalurkan pembiayaan kredit maupun non kredit kepada para pelaku UMKM tersebut.

“Selama ini bank kan menyalurkan kepada pelaku usaha secara satu per satu. Ini mungkin sedikit menyulitkan. Terlebih kadang perbankan tidak mengetahui bagaimana rekam jejak pelaku UMKM yang mengajukan pinjaman,” tambah Teten.

Salah satu cara yang tengah dikaji oleh pemerintah adalah dengan melibatkan perushaan digital di Indonesia yang sudah memiliki penetrasi yang tinggi terhadap pelaku ekonomi maupun pengusaha kecil.

“Memang betul untuk memperbesar UMKM kita akan bekerja sama dengan aplikasi melalui Go Online. Kita sudah bertemu dengan Gojek, Tokopedia dan Bukalapak. Tapi tidak menutup kemungkinan aplikasi luar negeri bisa menjual produk UMKM,” ujarnya.

Menurutnya ketiga perusahaan digital tersebut telah memiliki jaringan yang luas dan banyak yang bermitra dengan pengusaha kecil. Dengan demikian penyaluran KUR melalui unicorn asal Indonesia menjadi solusi terhadap penyaluran KUR selama ini.

“Kemarin kami sudah undang Gojek. Mereka punya banyak mitra UMKM terutama di sektor kuliner. Nanti kita bisa gelontorkan pembiayaan ke situ saja dan Gojek yang salurkan ke UMKM jadi tidak individual,” paparnya.

Tercatat, dari data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tercatat mencapai Rp102 triliun sepanjang Januari-Agustus 2019. Capaian itu setara 72,85 persen dari target penyaluran tahun ini sebesar Rp140 triliun.

Lima Strategi Tumbuhkan UMKM

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki membeberkan 5 program pertama dan utamanya sebagai menteri yang baru. Kelima program tersebut ditujukan untuk membawa produk Koperasi dan UMKM Indonesia ke pasar global.

“Kami sedang melakukan revisi program 2020 intinya kami ingin sampaikan bahwa Kemenkop punya tekad untuk membawa produk-produk Koperasi dan UMKM ini memiliki daya saing tinggi,” ujar Teten.

Yang pertama adalah memperluas pasar produk dan jasa UMKM baik di internasional maupun domestik. “Kedua, bagaimana meningkatkan juga daya saing dan kapasitas produk UMKM,” ujarnya.

Salah satunya adalah dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas produk agar bernilai jual lebih. Kemudian yang ketiga adalah dukungan pembiayaan dan investasi. Saat ini, akses UMKM terhadap pembiayaan baik perbankan maupun nonbank masih sulit meski sudah banyak program yang ditawarkan.

“Tidak mudah UMKM mengakses pembiayaan. Kami perlu merumuskan strategi,” ujarnya.

Keempat adalah pengembangan kapasitas manajemen dan usaha. Dengan cara memperbanyak pendampingan dan pelatihan.

“Ini penting karena UMKM gak punya expert di semua lini. Kita akan siapkan pendampingan training dan lain sebagainya. Ini kita akan intinya kami akan melakukan empowering terhadap UMKM dan koperasi,” ujarnya.

Terakhir, yang kelima adalah memberikan kesempatan dan kemudahan berusaha bagi para pelaku UMKM. “UMKM juga harus punya kesempatan dan kemudahan berusaha. Jadi harus ada keadilan juga bagi UMKM,” pungkasnya.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.