4 Cara Ampuh Genjot Penjualan Jelang Lebaran

3 menit
Belanja baju lebaran sudah menjadi tradisi Ramadan di Indonesia (Shutterstock).
Shutterstock

Lebaran tinggal menghitung hari. Bagi masyarakat Muslim, hari yang pentuh fitri ini menjadi momen yang paling ditunggu. Akan tetapi momen Lebaran juga selalu dinanti oleh para pelaku bisnis dalam meningkatkan penjualannya.

Pasalnya tak jarang banyak pebisnis yang meraup pundi-pundi rupiah yang berlipat ganda dari kehadiran momen Idul Fitri.

Selain karena adanya Tunjangan Hari Raya atau THR bagi karyawan. Kenaikan gaji dan tunjangan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) juga menjadi pendorong masyarakat dalam membelanjakan uangnya jelang Lebaran.

Pola Belanja Berubah

Jika dibandingkan dengan bulan selain Ramadan, pola belanja masyarakat saat Ramadhan umumnya mengalami perubahan signifikan. Selain kebutuhan yang meningkat, pola konsumsi juga mengalami peningkatan, seperti kebutuhan rumah tangga, pakaian, hingga hiburan pasa lebaran.

Rata-rata orang berbelanja saat bulan Ramadhan dua kali lipat lebih banyak dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Peningkatan ini terjadi pada komoditas tertentu seperti bahan panganatau kuliner, pakaian, perlengkapan ibadah, hingga souvenir lebaran.

Bahkan untuk kuliner. Dengan adanya tradisi buka puasa bersama yang sering dilakukan membuat para pengusaha hotel, catering, dan restoran pun mengalami peningkatan. Terutama pada saat jam menjelang dan setelab berbuka puasa yakni sore menuju malam hari.

Adanya perubahan pola yang membuat masyarakat cenderung lebih konsumtif inilah yang menjadi alasan para pebisnis mencari cara yang unik melakukan promosi. 

Banyak pebisnis yang berlomba-lomba menghadirkan promosi menarik untuk mendapatkan keuntungan serta pelanggan. Dengan itu, jika Anda ingin usaha dilirik oleh masyarakat saat ramadan dan menjelang lebaran, berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk bisnis Anda sendiri.

1. Promosi Lebih Awal

Menjelang lebaran tentu berbagai brand dan merek terus berlomba-lomba merebut hati konsumen. Hal ini bukan tidak ada alasan. Sebab masyarakat dituntut untuk mempersiapkan segala sesuatu kebutuhan lebaran jauh-jauh hari sebelum lebaran.

Bahkan berdasarkan data Google, masyarakat mulai aktif mencari konten yang berkaitan dengan bulan suci ramadan sepekan sebelumnya. Dengan ini tidak ada salahnya usaha yang kamu miliki melakukan promosi lebih awal sebelum Lebaran tiba.

Dengan promosi “mencuri start” inilah yang membuat usahamu bisa mendatangkan lebih banyak pembeli sebelum lebaran. Selain promosi yang menarik tentunya harus siap melihat persaingan secara sehat.

Sebab menjelang lebaran banyak pebisnis yang berlomba-lomba menawarkan produknya melalui media iklan.

2. Ikuti Jam Sibuk Media Sosial

Saat bulan ramadan jam sibuk berselancar di media sosial pun berubah. Umumnya masyarakat aktif secara online pada waktu-waktu tertentu. Seperti saat sahur hingga mendekati Subuh, serta sore hari hingga menjelang adzan Magrib.

Momen jam sibuk media sosial inilah waktu yang tepat memasarkan produk kamu secara online. Buatlah narasi atau tema iklan yang sesuai minat konsumen agar mereka tertarik membeli produk yang ditawarkan.

Selama Ramadan terdapat peningkatan sebesar 152 persen pada penelusuran e-commerce di waktu sahur. Waktu-waktu tersebut adalah waktu yang baik untuk membagikan konten atau promosi di media sosial.

Tak ketinggalan Anda pun bisa memanfaatkan jaringan media sosial dengan berinteraksi bersama konsumen. Dengan interaksi yang ada maka konsumen akan semakin kenal dengan produk yang ditawarkan.

Interaksi bisa dibangun dengan cara membuat kuis, games, atau bahkan giveaway kepada konsumen. Tak sedikit konsumen yang merasa tertarik kepada produk ketika ada gimmick atau promosi yang ditawarkan.

3. Buat Paket Khusus Ramadan

Jika usaha yang dijalankan kuliner, maka Ramdan waktu yang tepat untuk membuat paket bundling dengan potongan harga. Dengan promosi ini juga akan menarik minat konsumen dalam berbelanja.

Sedangkan bisnis pakaian biasa membuat edisi khusus ramadan dengan memberikan diskon atau potongan harga khusus. Dengan itu konsumen akan semakin tertarik membeli produk yang dijual.

Hal ini juga memberikan kemudahan bagi konsumen agar tidak repot atau perlu waktu mencari-cari pilihan makanan dan pakaian. Dengan adanya paket atau diskon ramdan maka konsumen akan langsung tertuju pada pilihan yang tersedia.

4. Buat Konten Spesial Ramadan

Selama ramadan hingga hari raya idul fitri maka keyword pencarian di mesin pencari google semakin meningkat. Dengan membuat konten yang berhubungan dengan Ramadan, peluang konten Anda ditemukan oleh calon pelanggan akan lebih besar.

Jika Anda masih bingung menentukan kata kunci yang tepat untuk produk Anda, Anda bisa mencoba melakukan riset kecil-kecilan.

Misalkan lewat Ubersuggest.com, Keywordtool.com, atau, jika ingin berbayar namun komprehensif, Google Adwords. Dengan beberapa situs tersebut pemilik bisnis bisa mengetahui kata kunci apa yang tepat dalam membangun narasi konten bisnis.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.