Gak Lagi Mimpi, Rp 500 Ribu Kini Sudah Bisa Beli Obligasi Korporasi

2 menit
Obligasi korporasi kini bisa dibeli ritel secara online (Shutterstock)
Obligasi korporasi kini bisa dibeli ritel secara online (Shutterstock)

Mimpi investor ritel untuk berinvestasi di obligasi korporasi tampaknya bakal terwujud. Bareksa dan PT Federal International Finance (FIFGROUP), belum lama ini menggagas rencana tersebut.

Keduanya telah menyepakati kerja sama pengembangan marketplace obligasi korporasi pertama di Indonesia untuk segmen ritel.

Co-Founder/CEO Bareksa Karaniya Dharmasaputra menjelaskan kerja sama ini bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap obligasi korporasi. Sehingga dapat menumbuhkan uang simpanan mereka dan memberikan diversifikasi investasi.

“Selama ini, kita tahu, akses masyarakat terhadap obligasi masih sangat terbatas. Padahal, potensi imbal hasilnya bagus sekali. Sehingga masyarakat kita bisa menjadi lebih sejahtera.

Hal ini juga sangat strategis untuk stabilitas perekonomian nasional dan pasar modal kita. Selama ini kan sangat tergantung pada investor asing dan institusi,” ungkap Karaniya.

Berkaca Dari Kesuksesan e-SBN

Sebelumnya inisiatif e-SBN juga dikatakan telah menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Saat ini, sudah ada lebih dari 17 ribu nasabah yang terdaftar di Bareksa untuk membeli Surat Utang Negara (SUN) Ritel dan Sukuk Ritel.

Pencapaian itu diraih dalam satu tahun sejak Bareksa ditunjuk Kementerian Keuangan sebagai mitra distribusi online. Sementara total dana investasi masyarakat mencapai lebih dari Rp 230 miliar.

Tingginya pertumbuhan minat masyarakat terhadap obligasi ritel online juga tercermin pada data Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kementerian Keuangan. Penjualan obligasi secara online telah berhasil mendongkrak jumlah investor ritel pada penjualan beberapa seri Savings Bond Ritel (SBR).

Untuk SBR003, penjualan online bisa menarik 7.642 investor individu. Jumlah tersebut meningkat 16,5 persen dibandingkan jumlah investor SBR002.

Tren pertumbuhan ini berlanjut di seri SBR004 dengan jumlah investor 21.672 individu, atau nyaris tiga kali lipat dari seri sebelumnya.

Menariknya, mayoritas investor SBR online (50,6 persen) berusia di bawah 40 tahun. Padahal, ketika SBR masih dijual hanya secara offline, 77,5 persen investor berusia di atas 40 tahun.

Segmen Ritel Potensinya Besar

Jerry Fandy selaku Vice President of Corporate Finance and Treasury FIFGROUP mengatakan masuknya FIFGROUP ke pasar ritel karena segmen ini sangatlah potensial. Namun dirinya melihat belum banyak disentuh.

Kerja sama dengan perusahaan fintech seperti Bareksa diyakini akan semakin memperluas edukasi dan akses bagi investor ritel. Terutama untuk membeli berbagai obligasi yang diterbitkan FIFGROUP ke depan, secara mudah dan cepat.

“Berdasarkan pengalaman kami menerbitkan obligasi untuk investor ritel, kami melihat ada potensi yang sangat besar. Edukasi dan akses yang mudah adalah dua kunci utama.

Sebab itu kami bekerja sama dengan Bareksa sehingga bisa menyentuh lebih banyak investor ritel di Indonesia,” kata Jerry.

Untuk itu pihaknya akan melakukan berbagai penyesuaian supaya obligasi ritel perusahaan bisa berkesesuaian dengan kebutuhan investor di segmen ini. Salah satunya, ketertarikan yang cukup besar untuk denominasi yang lebih rendah.

Jika terlaksana, terobosan ini tentu akan jadi milestone baru dalam investasi pasar modal Indonesia. Selain juga tentunya akan membuat pasar modal Indonesia lebih kuat dan nggak hanya dikuasai pemodal besar.

Bareksa sendiri mengungkapkan jika minimum pembelian obligasi korporasi melalui platform mereka diperkirakan sebesar Rp 500 ribu. Jumlah ini dianggap cukup affordable mengingat, rata-rata minimum pembelian obligasi korporasi saat ini berkisar antara Rp 1-5 miliar.

Ayyi Hidayah
Ayyi Hidayah

Pecinta film yang senang berinvestasi. Menulis merupakan passion, menjadi perencana investasi merupakan panggilan hati

Mau lebih cerdas kelola uang?

Dapatkan tips saham, karier, inspirasi bisnis dan konten menarik lainnya!