Kerja Saat Liburan Lebaran? Kamu Berhak Dapat Upah 2 Kali Lipat!

2 menit
Kerja Saat Liburan Lebaran? Kamu Berhak Dapat Upah 2 Kali Lipat!, (Ilustrasi/Shutterstock).

Pemerintah telah menetapkan libur lebaran dan cuti bersama Idul Fitri 1440 H. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, libur akan digelar selama seminggu penuh.

Libur Hari Raya sendiri jatuh pada tanggal 5 dan 6 Juni, sementara Cuti Bersama akan jatuh selama tiga hari yaitu 3,4 dan 7 Juni. Selama seminggu penuh itu para pekerja diwajibkan buat tidak melakukan pekerjaannya.

Tapi ternyata, masih banyak beberapa kantor yang mempekerjakan karyawannya saat lebaran tiba. Rata-rata mereka adalah perusahaan yang bergerak di bidang, kesehatan, hiburan, retail, media, hingga pom bensin.

Kalau buat pelayanan masyarakat milik pemerintah memang udah dipastikan bakal ada yang bersiaga karena memang tujuannya agar pelayanan tidak terhenti.

Sementara buat perusahaan swasta yang bergerak di sektor tersebut, sebenarnya hak para karyawan adalah libur. Tapi, beberapa perusahaan meminta karyawannya buat masuk bertugas, seperti misalnya di industri media pemberitaan.

Biasanya mereka akan meminta beberapa reporter dan editor buat berjaga-jaga dan bertugas seperti biasa di kala lainnya sedang liburan. Buat karyawan yang bertugas tersebut, ada kompensasi yang bakal ia terima dari perusahaan, yaitu berupa gaji tambahan. Berapa besaran upah yang diterima karyawan yang masuk saat libur lebaran?

Baca juga:Hidup Sederhana! Ruben Onsu dan Sarwendah Liburan Mewah ke 5 Negara Ini

Ketentuan kompensasi kerja libur lebaran tercantum dalam UU Ketenagakerjaan Pasal 85

Libur lebaran
Ketentuan kompensasi kerja libur lebaran tercantum dalam UU Ketenagakerjaan Pasal 85, (Ilustrasi/Shutterstock).

Pihak perusahaan swasta gak boleh memaksakan karyawannya buat masuk saat libur lebaran atau cuti bersama. Mereka bisa bekerja kalau ada kesepakatan antara kedua belah pihak, dalam artian, apabila karyawan yang bersangkutan bersedia buat masuk.

Namun, apabila masuk, pihak perusahaan juga diharuskan memenuhi kewajibannya, yaitu memberikan uang kompensasi. Hal itu tercantum jelas di  UU Ketenagakerjaan Pasal 85 ayat 3 yang berbunyi, “Pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh yang melakukan pekerjaan pada hari libur resmi sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) wajib membayar upah kerja lembur.”

Baca juga: Gak Perlu Bingung! Gini Cara Menghitung THR Karyawan Sesuai Peraturan Pemerintah

Besaran upah karyawan swasta yang masuk saat libur lebaran

libur lebaran
Besaran upah karyawan swasta yang masuk saat libur lebaran, (Ilustrasi/Shutterstock).

Setelah mengetahui landasan hukum tentang pemberian kompensasi, kini saatnya kita mengetahui berapa besarannya yang diterima pekerja saat masuk di libur lebaran. Dikutip dari Hukum Online, besaran tersebut telah tercantum di Pasal 11 Kepmenakertrans 102/VI/2004.

Untuk karyawan yang bekerja lima hari kerja atau 40 kali jam seminggu

Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan/atau hari libur resi buat waktu kerja 5 (lima) hari kerja dan 40 (empat puluh) jam seminggu, maka perhitungan upah kerja lembur untuk 8 (delapan) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, jam kesembilan dibayar 3 (tiga) kali upah sejam dan jam kesepuluh dan kesebelas 4 (empat) kali upah sejam.

Sesuai dengan ketentuan yang tertulis di atas, kini rata-rata kantor swasta di Indonesia menerapkan jam kerja 5 hari 40 jam. Jadi apabila pegawai masuk kerja normal 8 jam di saat libur lebaran ia akan mendapatkan bayaran kompensasi 2 kali lipat upah. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.