6 Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi Saat Liburan ke Luar Negeri di Bulan Ramadan

4 menit
Jalan-jalan di bulan puasa (Shutterstock).
Jalan-jalan di bulan puasa (Shutterstock).

Bulan puasa memang identik dengan melakukan kegiatan baik guna semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Kamu pasti enggan melakukan perjalanan jauh seperti jalan-jalan ke luar negeri di bulan Ramadan ini.

Tetapi nyatanya, gak sedikit pelancong muslim yang justru melakukan perjalanan jauh saat berpuasa. Sebenarnya gak masalah sih asalkan liburan tersebut sudah disiapkan dengan baik dan matang. Jangan sampai puasa jadi terganggu atau bahkan rela bolong karena perbedaan iklim dan suasana di negara lain.

Nah, untuk mendapatkan liburan yang berkualitas selama bulan Ramadan ini, cobalah untuk meminimalisir kesalahan-kesalahan fatal berikut ini. Apa saja sih?

Baca juga: Gaet Kunjungan Wisatawan Lebih Banyak ke Garut, Jalur Kereta Api Bandung-Cibatu Kembali Diaktifkan

Lupa jadwal imsak

Bulan Puasa
Jadwal imsak (Shutterstock).

Kalau kamu melakukan perjalanan ke luar negeri, sudah pasti jam imsak dan buka puasa berbeda dari Indonesia. Kalau hal sepele ini saja kamu gak persiapkan, ya jangan harap bisa puasa lancar. Yang ada kamu pasti bolong-bolong karena gak paham waktu shalat selama disana.

Sebagai contoh, kalau kamu liburan ke Inggris, waktu berbuka jatuh di jam 9 malam lho guys! Sedangkan imsaknya di jam 2 dini hari. Nahloh kira-kira puasamu akan kuat atau enggak nih?

Perbedaan jam yang signifikan sangat memengaruhi kualitas puasa. Kalau tetap ingin pelesiran ke negara yang memiliki perbedaan cukup drastis, kamu wajib menginstal aplikasi pengingat waktu ibadah di luar negeri.

Dengan bantuan aplikasi ini setidaknya kamu tahu kapan waktu imsak, shalat, menemukan makanan halal, rumah ibadah dan waktu berbuka puasa.

Mengabaikan fasilitas di negara tujuan

Bulan puasa
Masjid (Shutterstock).

Kelengkapan fasilitas umum di suatu negara dapat membantu turis asing untuk menemukan yang mereka cari. Misalnya saja rumah ibadah seperti Masjid. Pastikan Masjid mudah untuk ditemukan, sehingga ibadahmu gak terganggu sama sekali meski sedang berada di negeri orang.

Untuk negara-negara yang minoritas muslim, bangunan masjid memang agak sulit ditemukan. Tapi kamu dapat mensiasati ini dengan mencari tempat wisata yang memang berdekatan dengan Masjid. Dengan mengunduh aplikasi pengingat waktu ibadah, pasti mudah untuk menemukan Masjid terdekat.

Makan sembarangan

Bulan puasa
Jangan makan sembarangan (Shutterstock).

Orang berpuasa gak bisa makan di sembarang tempat. Kenapa? karena sudah seharian kamu menahan rasa lapar, jika langsung makan apa yang ada saat itu, perutmu akan kaget dan mendadak sakit.

Sakit saat berada di negeri orang itu gak ada enak-enaknya guys! Ditambah lagi sedang puasa kan? Jika sakitmu semakin gak tertahankan, pasti ibadahmu jadi terganggu. Perhatikan kualitas makanan yang kamu konsumsi saat di luar negeri. Memang street food itu menggiurkan, tetapi kalau ada makanan lebih sehat kenapa enggak. Carilah rumah makan bersih yang harganya juga masuk di kantong kamu ya.

Baca juga: 7 Tipe Traveler Indonesia, Si Eksis dan Si Selow, Kamu Termasuk yang Mana Nih?

Mengunjungi tempat wisata tanpa tujuan

Bulan Puasa
Jangan mengunjungi tempat wisata tanpa tujuan (Shutterstock).

Porsi tenaga saat sedang berpuasa tentu berbeda lho! Ditambah kamu isi dengan berjalan-jalan ke luar negeri yang memiliki iklim, budaya berbeda dari Indonesia saat Ramadan.

Agar gak mudah lelah atau pusing, pilihlah tempat wisata yang jaraknya gak terlalu jauh dari penginapan. Atau kamu bisa juga datang ke museum, galeri seni atau bangunan bersejarah lainnya. Pilihlah yang memang memiliki suasana sejuk ketimbang harus berpanas-panas di bawah matahari nonstop.

Minimalisir kegiatan di luar seperti mendaki atau berjalan kaki terlalu jauh karena keterbatasan transportasi umum di lokasi.

Membawa barang bawaan terlalu berat

Bulan puasa
Jangan membawa barang terlalu berat (Shutterstock).

Nah ini juga penting banget jadi perhatian ya. Sudah tahu berpuasa, tenaga gak semaksimal biasanya, jangan lah membawa tas terlalu berat. Tinggalkan saja ranselmu di penginapan. Bawa barang secukupnya di tas kecil seperti paspor, kartu identitas, kipas tangan, power bank, tisu, smartphone, dan barang kecil lain.

Jika memang masih ada celah, bawa sedikit camilan seperti roti sobek dan air mineral dalam botol kecil untuk berjaga-jaga. Siapa tahu kamu keasikan jalan-jalan tau-tau waktu berbuka puasa tiba. Intinya jangan terlalu banyak membawa barang yang sebetulnya gak dibutuhkan. Karena itu hanya akan menjadi beban sepanjang jalan. Gak mau backpain kan gara-gara menggendong barang gak penting?

Baca juga: Ingin Liburan Nyaman Menenangkan Tanpa Diganggu Pekerjaan, Ikuti 5 Cara Ini

Kurang istirahat

Bulan puasa
Seorang turis tengah kelelahan (Shutterstock).

Di bulan puasa, kamu akan bangun lebih pagi untuk makan sahur. Otomatis waktu untuk tidur semakin berkurang. Terlebih jika kamu terlalu asik hingga tiba di penginapan sudah mendekati jam sahur.

Untuk meminimalisir menurunnya kesehatan selama berpuasa di negeri orang, ada baiknya kamu perhatikan kualitas tidurmu juga. Jangan sampai aktivitas lebih banyak ketimbang istirahat. Usahakan keduanya beriringan dan saling seimbang. Jika kamu terlalu kelelahan dan lupa akan sahur, sudah pasti puasamu hari itu berantakan!

Itu tadi enam kesalahan fatal yang masih banyak dilakukan traveller ketika berlibur di bulan puasa. Sebetulnya liburan sambil berpuasa gak seburuk yang kamu bayangkan kok. Asal tahu triknya saja supaya liburanmu juga gak mengganggu waktu ibadahmu. Semoga bermanfaat! (Editor: Winda Destiana Putri).

Winda Destiana
Winda Destiana

No place is ever bad as they tell you its going to be

Mau lebih cerdas kelola uang?

Dapatkan tips saham, karier, inspirasi bisnis dan konten menarik lainnya!