Mau Wisata Murah? Yuk Coba Konsep Live In ke Desa-Desa

3 menit
wisata-murah
(Image: tabloid-desa.com)

Kebanyakan orang hanya mengenal istilah “backpacking” atau “ranselan” kalau ngomongin soal wisata murah. Padahal ada satu konsep wisata dengan bujet terbatas bernama “live in”.

Memang, sejatinya live in bukanlah cara berwisata. Tapi di era ketika apa-apa bisa dijadikan duit seperti sekarang ini, live in telah menjelma menjadi salah satu pilihan untuk pelesiran.

Beberapa kampus di Indonesia memiliki program bagi mahasiswanya untuk menjalani live in di desa-desa. Fakultas Psikologi Universitas Surabaya, misalnya, menawarkan mahasiswanya kesempatan berinteraksi dengan warga dari beragam latar belakang status dan budaya lewat live in.

Tujuan program live in dari kampus adalah meningkatkan kepekaan sosial dan daya tahan mental mahasiswa, juga membentuk karakter yang positif serta menjadi sarana bagi mereka untuk mempelajari keberagaman.

Live in pun menjadi alternatif kuliah kerja nyata (KKN). Sebagai program wisata murah, tujuan live in tidak jauh berbeda. Tapi ada yang lebih dijual, yakni pengalaman hidup di desa.

Karena itulah live in banyak menarik perhatian orang-orang kota. Warga kota tentunya menjadi pangsa pasar utama karena sehari-hari tak berinteraksi layaknya warga desa.

Apalagi warga yang sedari lahir tinggal di perkotaan. Tak pernah menghirup sejuknya udara desa serta merasai keramahan warga desa.

Siapa yang hingga saat ini belum pernah mempraktikan gotong royong hayo, ngaku. Saat live in, kamu pasti bisa menikmati indahnya kerja sama antarmanusia itu.

Kenapa Live In Murah?

wisata-murah
Udah pemandangan indah, bujet liburannya pun murah lagi (pexels)

Pertanyaannya sekarang adalah kenapa program wisata live in bisa murah? Dan tentu saja apakah sudah ada agen wisata yang menawarkannya?

Live in bisa menjadi alternatif sarana liburan murah karena konsepnya mirip dengan backpacking. Tak ada hotel bintang lima, tak ada akomodasi kelas atas.

Semuanya serba sederhana dan terbatas. Namanya juga tinggal di desa.

Dengan berwisata pakai konsep live in, kita tak perlu bayar akomodasi yang wah. Makanan dan minuman yang disajikan adalah yang khas desa tersebut.

Turis live in bakal menginap di rumah penduduk desa, makan bareng mereka, beraktivitas sehari-hari dengan warga lokal. Termasuk bercocok tanam, ikut rapat, dan memperbaiki jalan desa jika sedang ada perbaikan.

Semuanya itu dilakukan dengan bantuan penduduk desa live in. Tentunya bakal repot kalau kita tahu-tahu datang tanpa rencana untuk wisata live in.

wisata-murah
Live in bisa dilakukan dengan bantuan agen wisata, tak perlu ngebolang sendiri (pexels)

Bagusnya, saat ini sudah ada agen wisata yang memiliki paket live in. Desa yang disodorkan, antara lain berada di Yogyakarta hingga Bogor.

Umumnya, desa-desa tersebut sudah dikonsep sebagai desa wisata. Artinya, warga di sana sudah terbiasa dengan kedatangan wisatawan. Dengan begitu, proses adaptasi para pelancong bisa lebih gampang.

Namun bukan berarti para turis akan diperlakukan bak raja atau ratu. Mereka bakal diminta melakukan hal yang persis sama dengan para penduduk. Tak ada keistimewaan, tapi tetap ada uluran tangan untuk membantu memahami tradisi setempat.

Kelebihan Live In

wisata-murah
Salah satu kelebihan live in? Udah pasti lebih bersahabat buat kantong! (pexels)

Kelebihan live in yang paling utama jelas biayanya lebih murah. Namun yang lebih berfaedah adalah pengalaman hidup membaur di desa yang mungkin tak akan terulang lagi.

Bagi penduduk kota, inilah kesempatan untuk mendapatkan pengalaman berharga itu. Pengalaman hidup di desa diharapkan bisa membuat orang kota lebih menghargai warga desa.

Kata “ndeso” yang berkonotasi negatif pun bisa diputar 180 derajat ketika bersentuhan langsung dengan mereka. Bisa jadi orang kotalah yang sebenarnya ndeso karena tak mau antre, tak mau bersosialisasi dengan tetangga, tak mau berempati, dan seterusnya.

Hal ini jugalah yang membuat program live in dimasukkan ke kurikulum pendidikan. Bahkan tak hanya di lingkungan kampus, live in menjadi kegiatan wajib di beberapa sekolah menengah atas.

Buat kita-kita yang mengaku warga kota, live in bisa menjadi pilihan untuk berwisata dengan hemat sekaligus menimba pengalaman. Coba hubungi agen wisata terdekat untuk mencari tahu apakah ada paket wisata live in.

Pasti terjangkau kok dibanding paket-paket reguler. Tak perlu nabung terlalu lama atau bahkan cari utang buat liburan. Liburan itu untuk untuk senang-senang, bukan mikirin gimana caranya bayar utang. Yuk wisata murah!

Hardian
Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.