Mengenal Sosok Miliuner di Balik Kesuksesan Luckin Coffee, Pesaing Starbucks

3 menit
Kedai Luckin Coffee secara resmi tampil sebagai penantang Starbucks di China (Instagram)
Kedai Luckin Coffee secara resmi tampil sebagai penantang Starbucks di China (Instagram).

Selama kurang dari 20 bulan, Luckin Coffee yang berbasis di China telah menjadi kompetitor Starbucks. Pendirinya yaitu Jenny Zhiya Qian pun telah resmi masuk ke jajaran miliuner setelah perusahaan ini melantai di bursa saham.

Seperti diberitakan Forbes, pada tanggal 17 Mei 2019 di NASDAQ, saham mereka yang harganya US$ 17 perlembar naik jadi US$ 25,6. Sementara itu, Qian menguasai 17 persen dari total saham perusahaan ini.

Tepat pada hari itu, kekayaannya pun naik jadi US$ 800 juta atau setara dengan Rp 11 triliunan.

Kira-kira seperti apa ya fakta-fakta Luckin Coffee ini? Kok gak sedikit orang yang berbondong-bondong membeli saham mereka? Simak ulasannya yuk.

Baca juga: Balik Modal Rp 1 M dalam Setahun? Ini Cerita Priscilla Pangemanan Mendirikan Brand Kosmetik SASC

1. Brand Lucky Coffee dipandang layaknya perusahaan teknologi

Luckin Coffee
Segelas kopi Luckin (Instagram).

Bisa dibilang, pendiri dari kedai kopi ini adalah seorang yang pernah bekerja sebagai Chief Operating Officer (COO) di Shenzhou, sebuah perusahaan penyedia aplikasi rental mobil. Selain itu Qian juga merupakan pendiri UCAR, aplikasi transportasi seperti Gojek dan Grab di China.

Dia pun mengembangkan kedai kopinya seperti halnya perusahaan-perusahaan startup teknologi lainnya.

Bisa dibilang, proses pengembangan bisnisnya memang agresif. Pada November 2017, kedai kopi ini sudah punya 525 cabang di 13 kota di Negeri Tirai Bambu.

Menurut media lokal China, alasan Qian melakukan IPO adalah untuk tujuan pengembangan produk dan bisnis. Startup banget ya pemikirannya.

2. Mengakuisisi kedai kopi asal Inggris

Luckin Coffee
Mengakuisisi kedai kopi asal Inggris (Instagram).

Salah satu rahasia Luckin Coffee bisa punya banyak cabang adalah karena mereka telah mengambil alih operasi dari kedai kopi asal Inggris, Costa Coffee yang sudah punya 420 outlet di China.

Sementara itu, Starbucks sendiri kabarnya punya 3.300 outlet. Melihat perkembangan dari kopi lokal ini, bukan rahasia lagi, mereka pasti kebakaran jenggot.

Tepat pada bulan ini, Luckin bahkan pernah mengancam akan menuntut Starbucks karena praktik monopoli. Akan tetapi setelah mereka melantai di bursa saham, gak ada informasi soal kelanjutan tuntutan ini. Mungkin mereka sudah sibuk sama hal lain.

Akan tetapi, Qian kabarnya sempat blak-blakan sendiri di media bahwa misi utama Luckin Coffee adalah mengalahkan Starbucks di Negeri Panda.

Baca juga: Mengidap Aneurisma Otak, Ini Kisah Emilia Clarke Berakting Jadi Daenerys Targaryen di GoT

3. Menargetkan anak muda untuk jadi karyawan

Luckin Coffee
Menargetkan karyawan muda (Instagram).

Berhubung perusahaan ini cukup agresif dalam ekspansi, oleh karena itulah mereka memprioritaskan diri untuk merekrut anak-anak muda. Sejatinya, bisnis kopi yang dijalankan Luckin Coffee juga sifatnya delivery.

Konsumsi kopi di China memang lagi meningkat, terutama yang berbasis delivery.

Pengiriman yang mereka lakukan setiap harinya juga cukup masif. Oleh karena itu, mereka butuh tenaga-tenaga muda yang siap kerja keras.

4. Perusahaan ini didirikan oleh seorang yang memang jago dan hobi ngopi

Luckin Coffee
Didirikan oleh seorang yang hobi ngopi (Instagram).

Sebagai pendiri Luckin Coffee, Qian kerap dideskripsikan sebagai seorang pecinta kopi garis keras. Tapi sayangnya, informasi seputar pribadi Qian juga sangat minim di media.

Yang jelas, perempuan ini sempat memimpin perusahaan dengan 40 ribu pegawai. Di Shengzhou, dia pun jadi tangan kanan CEO.

Usut punya usut, dia adalah seorang lulusan Universitas Tekstil Wuhan angkatan 1999. Dia pun mendapat gelar M.B.A di Universitas Peking.

Itulah sekilas informasi seputar Luckin Coffee, musuh beratnya Starbucks di China. Kira-kira mereka bakal hadir di Indonesia gak ya? (Editor: Winda Destiana Putri).

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.