Ini Lembaga yang Ditunjuk OJK Untuk Awasi Fintech di Indonesia

1 menit
Asosiasi Fintech Indonesia (Shutterstock)
Asosiasi Fintech Indonesia (Shutterstock)

Guna mengawasi perilaku financial technology (fintech) termasuk Inovasi Keuangan Digital di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjuk Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) sebagai Asosiasi Penyelenggara Inovasi Keuangan Digital (IKD).

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida mengungkapkan, penunjukan ini sesuai dengan aturan yang berlaku yakni Peraturan OJK (POJK) Nomor 13/POJK.02/2018 tentang Inovasi Keuangan Digital di sektor jasa keuangan. 

Sinergitas ini dilakukan guna menciptakan iklim bisnis yang sehat, optimal, dan juga melindungi konsumen jasa fintech.

Sebab, Inovasi Keuangan Digital (IKD) banyak memberikan manfaat yang positif bagi perekonomian nasional, utamanya peningkatan literasi dan iklusi keuangan di Indonesia.

“Inovasi Keuangan Digital punya banyak manfaat positif, seperti meningkatkan inklusi dan literasi keuangan, dan memenuhi kesenjangan pembiayaan untuk UMKM. Tapi di sisi lain risikonya juga banyak,” ujar Nurhaida, di Jakarta.

Selain itu, penunjukan ini juga akan mempermudah garis koordinasi antara pelaku usaha dengan pemerintah termasuk didalamnya pengawasan secara ketat. Diharapkan hal ini akan meningkatkan kepatuhan pelaku usaha dengan undang-undang yang berlaku.

“Asosiasi diberdayakan untuk melakukan penegakan disiplin kepada anggotanya,” papar Nurhaida.

Dengan peran asosiasi yang kuat, maka akan mendorong tingkat pengawasan dan menjamin penyelenggaraan layanan jasa keuangan digital yang bertanggung jawab.

“Sehubungan dengan hal ini, asosiasi akan kembali mengambil peranan penting untuk merumuskan standar industri dan mengembangkan operasional Asosiasi Penyelenggara IKD. Termasuk pedoman perilaku model bisnis masing-masing anggota,” paparnya.

Kedepan, Aftech tidak hanya melakukan pengawasan kepada fintech, tetapi juga dapat memberikan sanksi bilamana ditemukan pelanggaran.

Namun demikian, tugas pokok dan fungsi termasuk wewenang Aftech sebagai Asosiasi Penyelenggara IKD akan diatur dalam SEOJK Penunjukan Asosiasi Penyelenggara IKD. SEOJK akan diterbitkan dan disampaikan ke publik dalam waktu dekat.

“Melalui pembentukan asosiasi, para Penyelenggara IKD akan mudah membentuk ekosistem keuangan digital karena terdiri dari anggota dengan berbagai model bisnis. Mereka bisa saling berinteraksi dan mendukung dalam menciptakan sektor keuangan digital yang sehat,” ungkap Nurhaida.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.